
Keduanya terdiam sejenak saat berhenti di lampu merah. Pricil mencoba untuk berfikir maksud dari permintaan Tio. 'Kalau di awal udah nyebelin itu ya seterusnya pasti juga masih nyebelin'.
Tepat di belakang motor F.U, itu berhenti sebuah mobil putih. Pengendara di dalamnya memasatkan penglihatannya ke arah motor yang membelakanginya.
"Itu kan kakak kelas yang waktu itu, kok bisa sih mereka berduaan di sana" Diva mengepalkan tangannya melihat dua orang yang sedang berdiam diri menanti lampu berubah warna.
"Aku akan ikuti mereka," saat lampu rambu berubah menjadi hijau Diva melajukan mobilnya mengikuti arah motor cowok yang menjadi incarannya di kelasnya.
Motor Tio terus melaju di tengah padatnya jalan raya, yang kebanyakan orang-orang kantoran. Tio melajukam motornya menyalip pengendara lain. Lalu ia berbelok ke gang merah putih dan terus melaju.
"Ah!! sial. Kehilangan jejak!" Diva mengeratkan genggaman tangannya di kemudi. Akhirnya ia memilih putar balik.
Tio kembali menagih jawaban yang sedari tadi ditunggu, namun tak jua di dengar oleh telinganya.
"Gimana? bisa nggak?" tanya Tio.
"Iya" singkat, padat dan jelas jawaban yang Pricil berikan.
Sunyi kembali, hingga mereka sampai di tujuan. Setelah Pricil turun, Tio mengucapkan terima kasih dengan menunjukkan senyum terbaiknya.
"Makasih ya, atas waktunya" ucap Tio lembut.
Pricil seketika seperti terhipnotis menatap senyuman yang sangat mempesona itu. Wajahnya tertunduk "sama-sama, makasih udah nganterin aku sampe rumah" ucap Pricil dan senyum manisnya terbit di bibir mungilnya.
"Natap ke orang yang di ajak ngomong dong, sepatu kamu kan nggak bisa liat senyum kamu yang manis itu" ucap Tio dengan spontan.
__ADS_1
"Apa?" Pricil langsung menegakkan wajah menatap lawan bicaranya.
"Eh," Tio menggaruk lehernya dan salah tingkah. "Udah gih sana masuk, jangan lupa sholat ashar. Aku pulang dulu ya, Assalamualaikum" Tio kembali menyalakan mesin motornya dan berpamitan pulang.
"Walaikumsalam" jawab Pricil yang masih setia berdiri di tempat semula hingga Tio menghilang di persimpangan.
Pricil langsung menangkup wajahnya sendiri, ia tersipu mendengar penuturan Tio yang mengingatkan dirinya jangan lupa sholat. Seketika hatinya menjadi berdebar. Ada rasa senang yang menyelimuti dirinya.
Setelah itu, Pricil melangkahkan kakinya menuju rumah neneknya untuk mengambil kunci rumah. Hingga saat ini paman dan bibinya belum kembali. Sudah hampir seminggu.
Pricil meraih kunci di tempat biasa, dan ia melihat neneknya masuk ke kamar Chandra dengan membawa obat dan air putih.
"Nek," Pricil melangkahkan kakinya menuju kamar Chandra, terlihat disana Chandra sedang berkerobong selimut.
"Paman kenapa nek?" tanya Pricil penasaran dan mendekati ranjang.
Pricil mengamati wajah yang terlihat pucat dan matanya terpejam, lalu ikut menyuruh minum obat seperti yang di katakan oleh neneknya.
"Paman, minum obatnya, biar cepet sembuh"
Chandra langsung membuka kedua mata saat mendengar suara Pricil dan tersenyum menatap keponakannya.
"Iya, kamu baru pulang sekolah" dengan suara yang parau Chandra menanyakan kehadiran Pricil.
"Iya, paman cepet minum obatnya, nih!" Pricil meraih obat dan tadi di bawa oleh nenek.
__ADS_1
Chandra perlahan duduk dan meraih obat serta air minum, lalu segera di telan obat tersebut.
"Aku mau ganti baju dulu paman, semoga cepet sembuh ya" Pricil undur diri dari sana.
***
"Assalamulaikum warahmatullah" menoleh kekanan.
"Assalamulaikum warahmatullah" menoleh kekiri.
Lalu mengusap wajah dengan kedua telapak tangan. Tio baru saja menyelesaikan ibadahnya.
Setelah selesai membereskan peralatan sholat, ia meraih ponselnya dan duduk di tepi ranjang. Mengirim pesan ke seseorang.
[ Udah sholat belom? ] send si jutek emot love.
Tujuh menit menunggu dan mendapat balasan dari seberang sana.
[ Udah, baru aja selesai ]
Senyum-senyum sendiri menatap layar ponselnya membaca pesan balasan yang singkat itu.
Hati Tio merasa adem, ia perlahan-lahan akan membuang sikap yang menurut gadis itu menyebalkan, dengan bersikap ramah dan murah senyum.
[ Nanti saat sholat maghrib, jangan lupa selipkan namaku dalam do'a mu ya ] di sertai emot senyum tiga biji iya kembali mengirim pesan ke Pricil.
__ADS_1
Maaf ya kalau akhir-akhir ini aku up nya pendek-pendek. Jangan lupa tap loph nya.