Kekasih Khayalanku

Kekasih Khayalanku
Terwujud 1 keinginan


__ADS_3

Hari Sabtu ini, siswa kelas XA sedang berolahraga main bola Basket dilapangan belakang sekolah, semua murid sedang melakukan pemanasan dengan di latih oleh guru laki-laki bernama pak Anash.


Semua bergerak mengikuti arahan guru pembimbing tersebut, setelah selesai melakukan pemanasan, siswa di bagi menjadi beberapa regu.


Setelah semua sudah punya tugas masing-masing, mereka mulai bermain dengan mengikuti aturan dan tertib.


Usai bermain basket, para siswa beristirahat. Ada yang duduk dibawah pohon, ada yang kekantin dan ada juga yang duduk ditengah lapangan.


Angga dan Tio memilih duduk dibawah pohon beringin. Mereka duduk sambil meluruskan kaki, lalu teman sekelas mereka yang bernama Diva datang menghampiri mereka berdua sambil membawa botol minuman dingin.


"Hei. Nih, aku bawain minum buat kamu" Diva mengulurkan botol minuman yang ia pegang kehadapan Tio. Sementara yang diberi cuek tak menanggapi.


Angga melirik ke samping, bisa ia lihat bahwa Tio tak merespon sapaan temannya itu, Angga yang merasa kasihan langsung menjawab, "makasih Va, tapi Tio nya lagi mode Badmood. Jadi, lain kali aja kalau mau ngasi" ucap Angga dengan datar.


Diva yang merasa ditolak langsung melangkahkan kakinya dari hadapan cowok yang dia sukai, ia pergi menghampiri sahabatnya yang hanya memperhatikannya dari jauh.


"Iih, sok banget sih dia!" ucap Diva dengan menghentakkan kakinya untuk melepas emosinya.


"Sabar dong Va, semua butuh proses. Baru juga permulaan, kamu udah emosi gitu" sahut Devi sahabat dari Diva.


"Kita ganti baju aja yuk, gerah!" ucap Diva sambil menarik tangan Devi menuju toilet.


"Pelan-pelan napa Va, kaki ku sakit nih!" keluh Devi, karena tadi ia keseleo saat sedang melompat untuk memasukkan bola ke ring basket.


"Sorry! sorry! aku lupa, Vi" ucap Diva sambil memelankan langkahnya.


Setelah sampai di toilet mereka langsung mengganti pakaiannya, dan kemudian membersihkan wajahnya di washtafel.


Pada saat itu, Pricil masuk ke toilet bersama Putri. Karena benar-benar sudah kebelet mereka langsung saja masuk ke bilik yang kosong. Setelah selesai, Pricil berjalan kearah washtafel untuk mengambil tissue yang ada di rak samping kaca lebar itu.


Diva yang masih berada disana sedang memoles wajahnya, matanya langsung menatap ke arah Pricil dari cermin. Ia memicingkan matanya untuk mengingat siapa yang sedang ia perhatikan dari cermin besar itu.


Setelah meraih tissue, Pricil menunggu Putri diluar toilet, saat keluar dari dalam toilet itu, mata Pricil bersitatap dengan Tio yang akan memasuki toilet Pria disebelah toilet wanita.

__ADS_1


Pricil langsung membuang muka kearah lain. Dan kemudian Putri memanggil namanya "Prcil, kamu di sini, aku nungguin kamu di dalam tadi. Rupanya udah keluar duluan"


"Eh, iya Put. Udah kan? yuk balik ke kelas." Pricil langsung menggandeng tangan sahabatnya itu kembali ke kelas mereka.


Sementara di dalam toilet, Diva sedang mengingat sesuatu tentang Pricil.


"Vi, kamu kenal nggak sama cewek yang barusan ngambil tissue?" tanya Diva sambil menyisir rambut pendeknya.


"Enggak, emang kenapa?" tanya Devi.


"Kakak kelas kan dia?" Diva kembali bertanya.


"Aku nggak tau, mungkin ia, emang ada apa Va?" tanya Devi penasaran.


"Kalo nggak salah liat, aku pernah liat cewek itu sedang di perhatiin sama Tio diruang kelas Bahasa Inggiris" terang Diva kepada Devi.


"Ya udah, nanti kita cari tau. Sekarang kita ke kantin dulu yuk. Aku udah laperr!!" ajak Devi tidak sabaran. Diva pun segera menyusul langkah sahabatnya untuk menuju ke kantin.


**


"Kok kesini Put? nggak ke kantin depan aja kita makan nasi?" tanya Pricil yang tetap mengikuti langkah sahabatnya menuju stand bakso dan mie ayam.


"Bosen Pric, kalian berdua cari tempat duduk aja dulu. Biar aku yang pesen" ucap Putri sambil menyuruh sahabatnya untuk mencari tempat.


Wina dan Pricil menuju meja belakang yang kebetulan masih kosong dua meja. Mereka memilih salah satunya, yaitu yang menempel kedinding posisinya.


"Win, nanti kamu pulang dijemput atau enggak?" tanya Pricil sambil meletakkan tasnya dibelakang kursi sambil menyandarkan tubuhnya.


"Kenapa Pric," tanya Wina setelah ia duduk dengan posisi bersandar kedinding.


"Aku mau minta temenin ke Counter," ucap Pricil sambil melihat ke arah Putri yang sedang berjalan menuju meja mereka dengan membawa nampan berisi 3 mangkok mie ayam.


Setelah Putri sampai, ia meletakkan nampan tersebut ketengah- tengah meja lalu ia mengambil seporsi makanan miliknya. Kemudian yang lain mengikuti.

__ADS_1


"Kamu mau beli hape Pric?" tanya Wina dengan mata berbinar. Sementara Pricil mengangguk dengan semangat.


"Apa, Win? siapa yang mau beli hape?" tanya Putri penasaran.


"Pricil, Put. Nanti, sepulang sekolah kita temenin dia ke AKHA Phone yuk Put!" ajak Wina dengan antusias.


"Wahh, oke! oke! akhirnya... kita bisa bikin grup chat lagi" ucap Putri dengan riang.


"Makasih ya guys, kalian antusias banget mau nemenin aku," ucap Pricil sambil meniup-niup mie yang masih berasap.


Mereka makan sambil mengobrol. Kedua sahabat Pricil dengan senang hati akan menemani Pricil untuk memilih ponsel nanti di tempat yang sudah disepakati.



Setelah sampai di Counter yang dituju, Pricil dan kedua sahabatnya langsung menuju etalase. Mereka memilih-milih ponsel yang sesuai dengan budget yang dimiliki oleh Pricil, sesuai dengan kesepakatan awal. Pricil membeli ponsel yang murah saja. Yang penting memadai dan tentunya dengan merek yang terkenal dengan kualitasnya.


Setelah menerima barang yang baru saja di bayar, Pricil mengajak kedua temannya ke MM. Abadi.


"Kita ke Abadi dulu ya, ngadem" ucap Pricil.


"Ayuk, sambil ngotak atik hape baru" sahut Wina.


"Hahaha," Pricil hanya tertawa menanggapi ucapn Wina, lalu mereka menyebrangi jalan. Setelah itu mereka masuk kedalam MM. tersebut.


Mereka saling bertukar kontak, lalu Pricil berbelanja keperluannya yang sudah mulai habis di rumah. Mulai dari handbody hingga roti jepang.


"Makasih ya guys, kita lanjut dari grup chat aja nanti ya" ucap Pricil saat sudah sampai di slot tempat ia akan naik angkot menuju rumahnya.


"Oke, aman pokoknya!" ucap Putri dan Wina bersamaan.


Mereka berpisah setelah menaiki angkutan sesuai rute masing-masing.


Didalam perjalanan, Putri memasukkan nomor Pricil ke grup DW nya. Dimana disana ada kontak Wina, Tio dan Angga yang saling bertukar informasi masalah pekerjaan sampingan mereka.

__ADS_1


Tio yang kebetulan sedang membuka grup chatnya, melihat Putri baru saja menambahkan nomor baru ke grup mereka menjadi bertanya-tanya.


"Nomor siapa yang di tambahin sama kak Putri?, nggak ada fotonya," tanya Tio pada dirinya sendiri.


__ADS_2