Kekasih Khayalanku

Kekasih Khayalanku
Bingung ngasih judul


__ADS_3

Pricil menatap Tio dengan begitu lekat dan dalam. Terlintas di fikirannya, Tio sedang memberikannya setangkai bunga Anggrek berwarna ungu yang baru saja di petik di sekitar taman. Setelah itu, Tio menyelipkan bunga tersebut di sela-sela telinga Pricil. Rambut panjangnya yang tergerai di selipkan ke belakang telinganya.


Setelah itu, Tio menggenggam kedua tangan Pricil dan mengucapkan sebuah kalimat yang membuat jantung Pricil berdebar begitu hebat. Wajahnya terasa menghangat. Dan aliran darahnya terasa terhenti.


"Maukah kamu menjadi pacarku" ucap Tio.


Pricil yang masih terpana tak dapat berucap apa-apa. Ia hanya diam mematung dengan mata tak berkedip. Lalu terdengar suara Tio kembali berucap "Kamu mau aku cium??"


Pricil seketika tersadar dari khayalannya barusan. Entah setan dari mana yang bisa merasuki fikirannya hingga ia membayangkan yang iya iya tentang dirinya dan Tio. Merasa malu dengan keadaan. Pricil langsung membuang muka secepat kilat. Tangannya pun langsung mencaplok wajah Tio yang begitu dekat dari wajahnya.


"Dasar!! Mau cari kesempatan terus!!" ucap Pricil dengan menahan malu, mungkin sekarang warnanya sudah berubah menjadi warna merah mirip udang goreng.


Tio tersenyum begitu manis, ia sendiri sangat heran saat menatap Pricil yang wajahnya seperti menahan sesuatu, "kamu mau pup ya? Kok muka kamu merah gitu??" tanya Tio dengan begitu santainya.


Pricil langsung salah tingkah di buatnya. Jantungnya malah berdebar tak karu-karuan. Dalam siatuasi seperti ini saja, dia masih bisa membuat Pricil sangat jengkel dengan kata-katanya.


Merasa tak ada jawaban, Tio berdiri dan menghadap ke arah wajah Pricil. Lalu ia dekatkan wajahnya dan menatapnya dengan serius. Tangan Tio memegang ke dua bahu Pricil. Tio meneliti setiap inci wajah Pricil tanpa terlewatkan secuilpun.


Pricil malah menjadi kaku di tempat dan matanya membola. Mulutnya terkunci tak dapat mengeluarkan sepatah katapun.


"Jawab dong... Kamu mau di cium atau mau pup..." dengan begitu lembut suara Tio menelusup ke dasar telinga Pricil. Sementara Pricil, malunya sudah sampai di ubun-ubun. Ingin ia rasanya memanjat pohon di belakangnya untuk menghindari tatapan maut di hadapannya ini.


"Cuupp"


Sebuah kecupan mendarat di pipi sebelah kiri Pricil. Ingin rasanya ia pingsan, tapi tidak bisa. Sementara itu, Tio sendiri berusaha mengontrol irama jantungnya yang siap keluar dari tempatnya. Tetep stay cool ya.


Suasana canggung ini berlangsung begitu lama, tak ada yang membuka suara sama sekali. Tio kembali duduk di tempat semula. Dalam dirinya, ia merutuki kebodohannya. Karena sudah lancang mendaratkan sebuah kecupan tanpa ijin dari sang khalik.


Seekor kupu-kupu berwarna putih melintas di hadapan keduanya. Dan terbang mengelilingin mereka. Pricil menengadahkan tangannya agar kupu-kupu tersebut hinggap di telapak tangannya. Namun, kupu-kupu tersebut malah menjauh.

__ADS_1


"Maaf.." sebuah kata meluncur dari bibir Tio. Pricil langsung menatap ke samping. "Kamu dari tadi diem mulu, ngomong dong. Biar aku tahu kamu lagi kenapa.." ucapnya dengan perlahan.


Pricil beralih tatap dan masih diam tanpa kata. Ingin marah, tapi kok sulit. Pengen ninju muka orang di sampingnya ini kok sayang, nanti cakepnya bisa hilang.


"Lia... Kamu marah sama aku??" Tio kembali bertanya untuk kesekian kalinya.


"Maaf ya, aku nggak akan mengulanginya lagi" ucapnya dengan lemah.


"Kamu nyebelin!!" ucap Pricil dengan ketus. Tangannya ia lipat ke dada dengan raut muka yang cemberut. Bibirnya maju 5 meter dari tempatnya.


"Ini bibir panjang banget sih, jadi pengen nyosor" ucap Tio sambil mencoel bibir Pricil.


"Tuh kan, kamu bisa nggak sih!! Enggak bikin aku kesel sama kamu??" ucap Pricil masih dengan bibir monyongnya.


"Jangan marah-marah, Lia. Nanti aku jatuh cinta sama kamu!" ucap Tio dengan spontan.


"Apa??" Pricil membulatkan kedua bola matanya mendengar ucapan Tio barusan.


"Hehehe, maaf! Aku cuma bercanda kok" ucap Tio sambil menggaruk lehernya yang sebenarnya baik-baik saja. Takut kalo bilang jujur malah si do'i jadi marah lagi.


Dalam hati Pricil ada rasa kecewa yang hinggap di benaknya. Namun segera di usir jauh-jauh dari dasar hatinya. Dan kembali memasang wajah juteknya.


"Oh, bagus lah kalo gitu!" Pricil mulai beranjak dari duduknya dan melangkah pergi.


"Lah, kok pergi lagi sih!" Tio kembali bingung dengan sikap Pricil. Lalu ia segera menyusul gadisnya dengan berlari kecil melewati jalan tersebut agar tak kehilangan lagi.


Pricil melangkahkan kakinya menuju kolam kecil yang ada di dalam taman tersebut, lalu mendaratkam bokongnya di atas rerumputan hijau.


Saat akan menyusul Pricil, Tio melihat bunga anggrek berwarna ungu yang mekar cantik. Langsung saja ia memetik bunga tersebut dan di bawa.

__ADS_1


Saat tiba di samping Pricil, Tio ikut duduk di rerumputan itu, lalu menyelipkan bunga yang ia petik ke sela telinga Pricil. Jadi kenyataan yak khayalan Pricil tadi.


"Cantik. Kayak orangnya" ucap Tio tanpa menatap Pricil. Matanya menatap lurus ke dalam air kolam. Senyum tipis terbit dari ujung bibirnya.


"Ngapain lagi sih! Sana, sana. Aku lagi males liat mukak kamu!" usir Pricil dengan mendorong pelan bahu Tio.


"Eh, kamu tuh dari tadi aneh tauk. Di ajak jalan kok malah cemberut mulu. Bukannya seneng.." gerutu Tio.


Pricil meraba bunga yang di sematkan oleh Tio di telinganya, ia tersenyum sembunyi mengalihkan tatapan wajahnya agar tak terlihat oleh Tio kalo dia sebenarnya senang.


"Kita pulang aja yuk. Udah mau sore nih," ajak Tio seraya berdiri dari rerumputan.


Pricil masih tak bergeming. Pikirannya sedang tidak di tempatnya. Merasa tak ada pergerakan, Tio menggamit tangan Pricil untuk berdiri.


"Ehh, mau ngapain??" Pricil tersentak.


"Mau ngelamar kamu!" ucap Tio sambil menarik lengan Pricil berjalan menjauh dari kolam.


"Apa? Aku nggak denger.." ucap Pricil dengan ekspresi bodohnya.


Tio jadi gemas lama-lama berduaan dengan Pricil, ia tidak menjawab pertanyaan Pricil dan terus melangkah hingga sampai di parkiran.


-


-


-


Maafkan aku yang lagi konslet otaknya. Nulis part ini ngalor ngidul, ngetan ngulon. Kagak fokus di usilin sama doi di dunia nyata.

__ADS_1


Jaka sembung bawa golok, kagak nyambung jok. Dah lah. Nanti nyari ide lagi. Kalo bisa di baca ulang biar bisa nyambung. Lopyuu!!


Somplak lu Thor!


__ADS_2