Kekasih Khayalanku

Kekasih Khayalanku
Bagi raport


__ADS_3

Tio berhasil memiting lengan Abdul ke belakang punggung, ''kamu kira aku nggak tau rencana busukmu, hah!!'' ucap Tio dengan geram.


''Jangan sembarangan menuduh ku, Tio...'' jawab Abdul.


''Eh he hei! ada apa ini kalian!!'' suara pak satpam memecah pergelutan mereka. Pak satpam yang baru selesai menunaikan hajatnya di kamar mandi menghampiri kedua bocah itu.


'Tio dan Abdul saling melepaskan diri dan merapikan pakaiannya yang berantakan setelah mendengar leraian dari pak satpam.


''Kami cuma bercanda kok pak, enggak ada apa-apa'' jawab Abdul sambil mengkode Tio dengan cengiran agar sependapat dengannya. Tio pun langsung merangkul Abdul dengan kekuatan penuh sambil menunjukkan senyum ala bercanda. Tetapi, Abdul menahan rasa sakit dengan nyengir kuda. Mereka memilih jalan aman dengan berbohong kepada pak Roni yang bertugas di depan sebagai keamanan sekolah.


''Ya sudah, sana bubar. Ngapain masih di sini!'' usir pak satpam dengan melambaikan tangannya tanda mengusir.


Abdul dan Tio pun langsung bergegas meninggalkan halaman parkir. Setelah tak terlihat lagi oleh pak satpam. Tio melepaskan rangkulannya yang membuat nafas Abdul sesak.


''Awas!!'' Tio menyentak bahu Abdul dengan kuat dan hampir membuat si empunya terjungkal. Tak peduli dengan itu, Tio berlalu meninggalkan Abdul.


Abdul mengumpat dengan kesal karena dirinya telah di perlakukan sedemikian rupa oleh Tio.


''Dia yang miting gua, kok dia yang nyuruh awas. Dasar aneh!!'' kesal Abdul.


Sedangkan di dalam kantin, tiga sejoli itu baru saja menyelesaikan makan mereka. Dan beranjak meninggalkan tempat duduk hendak menuju lapangan bagian belakang. Karena hari sudah mulai siang, mereka memutuskan untuk pulang saja.

__ADS_1


***


Hari pembagian raport pun tiba, kini para wali murid sudah memenuhi ruang masing-masing untuk mendengarkan petuah dari wali kelas anak-anak mereka. Guru-guru di sekolah akan menerangkan pencapaian siswanya pada walinya. Mulai dari segi nilai dan juga hal yang berkaitan dengan kelakuan anak-anak mereka di sekolah.


Siswa banyak yang mengintip dari balik jendela kaca untuk mendengarkan apa saja yang di sampaikan guru mereka di hadapan orang tuanya. Termasuk Pricilia dan dua sahabatnya.


"Apaan ya, kok enggak denger" ucap Wina sambil menajamkan telinganya.


"Udah sih, ngapain juga kita nguping. Enggak kedengaran juga" Putri menimpali.


"Kita pindah aja yuk, itu ke jendela bagian belakang. Kan lebih deket sama meja guru" usul Pricil.


"Nah, bener tuh. Ayookk!!" ketiganya langsung bergegas menuju tempat yang tadi di tunjuk.


"Wah, Pric.. itu pasti kamu yang dapet peringkat duanya" seru Putri di sisi kanan Pricil.


Dan Wina pun membenarkan ucapan Putri "iya, Pric, pasti kamu lah, kan udah langganan"


"Ssstttt, diem dong, nggak kedengaran nih, kalian ngomong mulu!" Pricil menempelkan jari telunjuknya di bibir. Kedua sahabatnya pun langsung terdiam.


"Pricilia Atmaja, anak kita yang meraih peringkat kedua di semester ini. Kepada orang tua Pricilia, kami persilahkan" suara wali kelas mereka terdengar menyebut nama salah satu dari mereka bertiga.

__ADS_1


"Selamat my best sohib ku..." ucap Wina dan Putri bersamaan lalu memeluk tubuh Pricil.


"Thankyou..." ucap Pricil sambil membalas rangkulan keduanya.


Kini para wali murid telah bubar dari ruang kelas, begitu juga para siswa yang ada di sana. Pricil langsung menghampiri ibunya yang baru saja keluar dari ruangan.


"Ibuukk!!" seru Pricil.


"Selamat ya nak, kamu selalu menjadi kebanggan ibu, nilai mu bagus semua, rangking juga enggak pernah pindah"ucap bu Mawar sambil memeluk putrinya.


"Makasi buk, aku akan selalu berusaha untuk melakukan yang terbaik. Biar enggak ngecewain ibu" ucap Pricil dengan haru.


"Oh iya buk, ibuk sama siapa ke sini"


"Sama Ali, dia nunggu di luar sana" ucap bu Mawar sambil menunjuk arag luar pagar. "Ini buku raportnya, kamu simpan ke dalam tas mu" bu Mawar menyerahkan buku raport yang sedari tadi ia pegang. Lalu Pricil menyimpannya.


Setelah mengobrol sebentar dengan kawan-kawan, Pricil berpamitan untuk pulang. Pricil naik ojek, sedangkan ibu nya Di bonceng oleh Ali.


-


-

__ADS_1


Aku cuma absen aja nih.


__ADS_2