Kekasih Khayalanku

Kekasih Khayalanku
Di temani lagu


__ADS_3

Usai sholat maghrib, Tio menyimpan peralatannya. Setelah itu ia kembali meraih ponselnya lalu membuka chat roomnya dengan 'si jutek emot love' ia melihat tulisan yang tertera di dekat nama kontaknya 'Terlihat hari ini pukul 18:00'.


Tio kembali mengetik pesan,


[ Jangan lupa makan, ]


Tio akan mengirim pesan tersebut, namun urung. Ia kembali menghapusnya.


[ Jangan lup| ]


Di urungkannya kembali, dan di lanjutkan mengetik. [ Jangan lupa makan, ] tinggal mencet tombol kirim.


"Tio....!!!!"


Suara teriakan mama Tio dari ruang bawar terdengar nyaring memamggil namanya, ia buru-buru menyimpan ponselnya tanpa sadar terpencet kirim di pesannya. Ia lalu meninggalkan ponselnya di kamar dan segera menuju ke bawah.


"Iya, ma... ini aku turun.."


Tio melangkahkan kakinya menuruni tangga dan langsung bergabung di meja makan. Mama dan papanya sudah duduk menanti dirinya, adik perempuannya pun kemudian menyusul duduk di sebelahnya.


Setelah itu, mereka makan dengan khidmat. Di sela-sela mereka menikmati makan malam, Tio dan adiknya terlihat begitu saling menyayangi. Adiknya yang masih kelas 6 SD itu, begitu manja.


"Kak, mau ayamnya lagi" pinta Maura yang matanya menatap ke arah ayam goreng bumbu.


"Mau yang sayap, dada, apa paha?" tanyanya sambil meraih sendok lauknya.


"Mau paha kak, dua ya.." pinta Maura dengan manja.


"Kamu makan selalu banyak, tapi nggak juga besar badannya" sambil menaruh dua paha ayam di piring sang adik.


"Kan aku tumbuhnya ke atas kak, nggak kesamping!" Maura fokus pada lauk yang baru saja di letakkan di piringnya dan ia segera melahapnya.


"Pelan-pelan sayang.." ucap mama Tio yang bernama Andin. Ia memperhatikan putrinya makan dengan mulut penuh.

__ADS_1


"Mahaan mama ehak" puji Maura dengan mengacungkan dua jempol tangannya.


"Telen dulu, nanti keselek kamu!" ucap Tio.


Maura hanya nyengir dan kemudian ia melanjutkan kunyahannya.


Usai makan malam, Tio segera kembali ke kamarnya dan langsung menyambar ponselnya lalu rebahan.


"Hah! jadi tadi terkirim" Tio menepuk jidatnya.


Tertera di sana 1 pesan balasan dari 'si jutek emot love'


[ Belom. ]


Hanya satu kata, namun membuatnya ingin segera membalas pesan tersebut.


[ Makan gih! nanti tambah kurus. Tambah jelek ]


……


Sementara itu, Pricil sedang berbaring tengkurap sambil bertumpu dengan kedua lengannya. Kepalanya tetap tegak dan tangannya sedang memegang ponsel.


"Tumbenan nih anak. Caper!" ucap Pricil saat menerima pesan masuk dari Nyebelin bin ngeselin dan ia pun langsung membalas dengan singakat.


[ Belom. ] send..


Lama tak ada balasan Pricil pun menutup aplikasi hijaunya. Ia menutup pintu kamar dan keluar menuju rumah neneknya. Sesampainya di sana, neneknya tidak ada di rumah. Lagi-lagi hanya pamannya yang jomblo itu yang sedang duduk bersantai di teras rumah.


Pricil kembali melangkahkan kakinya kerumah bibinya, ia memutuskan untuk makan mie instan saja malam ini.


Setelah selesai makan, Pricil kembali ke kamarnya. Ia membuka buku pelajarannya lalu menyalakan musik untuk menemani. Pricil memutar lagu Band Goliath yang berjudul Masih di sini.


Reff:

__ADS_1


Tolong jangan kau katakan kau suka


Jangan-jangan kau pikirkan egomu saja


Aku masih di sini


Dia tak tahu betapa sulitnya aku


Selama ini cintai kamu


Aku masih denganmu


Cobalah kau ingat kembali


Masa-masa indah denganku


Dan jujur, apakah semua


Kini sudah terlambat?


Ataukah kau sudah temukan yang baru?


Tolong jangan kau katakan kau suka


Jangan-jangan kau pikirkan egomu saja


Aku masih di sini


Pricil mengikuti lirik lagu tersebut hingga habis lalu di putar kembali hinggal berkali-kali. Lagu tersebut membangkitkan moodnya menjadi semangat dalam mengisi soal latihan di bukunya.


Hingga tak terasa, ia sudah dua jam berjibaku dengan latihan soal dan lagu yang berulang-ulang.


Matanya pun mengantuk. Ia mengunci pintu rumah dan kembali ke kamar untuk tidur. Buku-bukunya sudah ia susun di tempatnya semula.

__ADS_1


__ADS_2