Kekasih Khayalanku

Kekasih Khayalanku
Ingin melupakan


__ADS_3

"Paman!!" Pricil mengelus dadanya karena kaget.


"Bisik-bisik apa sih! kok serius banget keliatannya." Chandra mendekat.


"Enggak ada kok!" kilah Pricil, "paman pindahin meja ini ya sama Bayu. Biar aku yang gulung karpetnya." Sanggah Pricil mengalihkan topik utama.


Chandra dan Bayu menggeser meja makan tersebut kembali pada posisi semula. Setelah selesai membereskan ruangan tersebut, meteka kembali keruang tamu dan berbaur bersama disana. Hingga waktu menunjukkan angka setengah sepuluh malam, membuat mereka mengakhiri obrolan. Kedua orang tua Pricil pun berpamitan untuk pulang. Pricil segera ke kamar dan meraih kertas serta pulpennya, dan ia menulis sesuatu di kertas tersebut. Setelahnya ia lupat-lipat menjadi kecil.


Setelah bersalaman pada orang tua dan juga adik-adiknya, Pricil pun menyalami Ali sembari menyelipkan kertas tadi di tangan Ali. Dan hal itu langsung di sambut dengan hati yang sumringah oleh Ali.


Keluarga Pricil akhirnya pulang, dan Chandra menatap penuh curiga ke arah Pricil saat bersalaman tadi. Ia ingin bertanya, tetapi ia tidak punya hak. Dan memilih kembali ke rumahnya.

__ADS_1


'Aiihhh, kenapa siihh!! kenapa rasa ini susah banget ngilanginya' keluh Chandra saat ia sudah berada di kamarnya. 'Kamu itu sebentar lagi akan menikah Chand! jadi, kamu harus bisa buang semua impian mu serta khayalanmu untuk bisa hidup bersama keponakanmu sendiri.' Chandra merutuki dirinya sendiri. Ia benar-benar susah untuk menormalkan perasaannya saat melihat Pricil di incar banyak cowok.


Sementara di tempat lain, rumah yang mewah dengan halaman yang luas dan terasa sejuk karena banyak pohon di sekitaran rumahnya. Sedang duduk seorang cowok sambil menyandarkan punggungnya di sandaran kursi yang ia tempati. Ia sedang menunggu balasan pesan dari seseorang yang ia tunggu-tunggu. Ponselnya ia putar-putar di sela-sela jari tangannya. Hingga larut malam, pesannya tak kunjung mendapatkan balasan.


''Aduuhh kakak, kamu kemana aja sih! aku dari tadi mantengin hape nungguin kamu lohh!'' Abdul berbicara pada ponselnya yang tak kunjung mengantar notifikasi.


Merasa lelah dengan penantiannya, Abdul beranjak dari taman rumahnya dan masuk ke dalam rumah. Ia berfikir mungkin Pricil sedang sibuk bersama keluarganya, bahkan mungkin bisa saja sedang sibuk bersama Tio. Fikiran negatif mulai menghampiri isi kepala Abdul.


Malam yang melelahkan bagi orang yang sedang patah hati. Untuk seorang Chandra, ia merasakan lelah yang super duper sedang menghinggapi dirinya. Chandra lelah dengan hati dan perasaannya, hingga membuatnya sulit tidur. Pesan yang di kirim oleh Alya untuknya belum sebiji pun ia balas. Hanya ia buka tanpa membaca isinya. Hatinya benar-benar tidak berminat untuk menanggapi itu.


Chandra berkali-kali mengubah posisi tidurnya. Dari arah timur ke barat, ke utara bahkan ke selatan. Namun, tiba-tiba senyuman Ali hadir mengusik dirinya. Senyuman yang menurutnya meremehkan dirinya.

__ADS_1


'Kamu harus tenang ya Chandra. Kamu tidak boleh seperti ini' bisik sisi baik Chandra. Sedangkan sisi jahatnya berbisik 'kamu itu laki-laki Chandra, ayoo! kamu pasti bisa mengalahkan mereka semua. Secara mereka kan masil bocil!' bisik sisi jahatnya terngiang di telinga kirinya.


'Ingat pesan ibu, kamu harus bisa menerima Alya. Dia gadis yang baik, kamu jangan lagi memikirkan keponakanmu. Itu tidak baik' suara ibunya pun ikut berbisik di benaknya. Kepalanya benar-benar pusing. Hingga akhirnya ia meminum obat agar ia bisa tertidur. Chandra menarik selimutnya dan memejamkan matanya.


Ia berharap di hari esok, sudah membawanya untuk masuk ke dunia yang baru. Tanpa ada bayang-bayang pesona sang keponakannya yang membuat hatinya bimbang. Ia pun berharap, bisa menerima Alya di kedepannya nanti. Demi menghargai ibunya, serta demi hatinya yang sudah terlanjur jatuh pada pesona si keponakannya.


Karena obat yang ia minum sudah bekerja dengan baik, akhirnya Chandra dapat melelapkan dirinya untuk menjemput mimpinya.


-


-

__ADS_1


Terima kasih buat yang mau membaca tulisan ini. Aku selalu menanti support dari kalian. Kiss


__ADS_2