
Pagi ini di sekolah SD Bina Bangsa, tempat mengajar seorang pria lajang yang bernama Chandra Wijaya sedang mengadakan rapat. Karena para siswa dan siswi akan memasuki tahap ujian kenaikan kelas.
Diruang kelas IV A Chandra sedang menerangkan materi pelajaran Matematika, lalu setelah selesai menjelaskan ia memberi satu contoh soal.
"Anak-anak, siapa di sini yang mau maju untuk menyelesaikan soal di papan tulis ini" seru Chandra kepada muridnya.
"Saya pak," siswa yang bernama Riki mengangkat tangan.
"Ayo Riki, maju kedepan," setelah di perintahkan, Riki maju kedepan dan di berikan spidol untuk mengisi soal di papan tulis putih tersebut.
Riki mengerjakan soal bilangan campuran dengan cepat dan benar, setelah selesai spidol ia taruh di meja guru di sisinya berdiri.
"Wah, Riki hebat! jawabannya benar. Sekarang boleh duduk kembali ya" perintah Chandra pada muridnya itu langsung dilaksanakan. Setelah itu, Chandra memberi tahu pada muridnya bahwa akan ada rapat di sekolah.
"Hari ini guru kita akan ada rapat, jadi kalian pulang lebih awal hari ini"
Horee!!! para murid dengan kompak berseru.
Murid didalam kelas tersebut langsung heboh mendapat kabar pulang cepat. "Sekarang bapak kasih kalian tugas untuk di kerjakan nanti di rumah ya, lihat halaman 70. Soal nomor Satu sampai Lima belas, dikerjakan di buku PR dan jangan lupa ditulis caranya ya" Chandra menjelaskan dengan sangat rinci.
Para murid pun menyimak dengan baik, dan kompak "iya pak..."
"Sekarang bereskan buku-buku kalian lalu berdoa ya,"
Setelah itu, para murid berhamburan keluar. Chandra segera menuju ruang guru untuk mengikuti rapat.
***
Di kantin sekolah SMA Nusa Bangsa.
Pricil sedang mengantri untuk membeli nasi goreng, kebetulan hari ini dia hanya sarapan sedikit di rumah. Sementara para sahabatnya telah duduk menunggunya. Mereka sudah membeli menu yang lain.
"Lama banget sih Pric, kita udah laper banget nih nungguin kamu buat makan bareng." Putri protes pada Pricil yang baru selesai mengantri dan langsung duduk di bangku kosong yang berhadapan dengan sahabatnya tersebut.
"Sorry! kalian lihat sendirikan antriannya kayak lagi antri pembagian sembako, ya udah yuk! makan." Sahut Pricil langsung menyendok makanannya ke mulut yang sebelumnya komat kamit terlebih dahulu.
Ketiga sahabat itu menikmati makan pagi jelang siang pada jam istirahat pertama. Makanan di piring masing-masing telah ludes, dengan kompak mereka menyandarkan punggung di kursi yang mereka duduki.
"Alhamdulillah!" Seru Wina mengucap syukur.
"Kenyang," sambung Putri.
"Was.." belum selesai Pricil menyambung ucapan sahabatnya itu, tiba-tiba datang adik kelas yang kemarin bersama mereka untuk kerja sampingan.
__ADS_1
Kedua adik kelas mereka ini langsung duduk berebutan di sisi Pricil dan tak sengaja menyenggol da da nya.
"Adduuhh!! sakit dodoll" Pricil mengaduh.
"Kalian ini, main serobot aja" protes Putri yang langsung menatap tajam karena kelakuan adik kelasnya.
"Hehehe, maaf kakak-kakakku yang cantik. Boleh gabung ya." Dengan nyengir tanpa dosa Angga menjawab protes kakak kelasnya.
"Nggak boleh!!" sergah Pricil yang langsung tak setuju.
"Pelit amat!" celetuk Tio.
Pricil memelototkan matanya kearah Tio, dan yang dipelototin malah tersenyum mengejek.
"Ugghh dasar!" dengan kesal Pricil berdiri, karena da da nya sakit di tubruk olehnya dan bukannya malah minta maaf. Malah yang didapat ejekan dari adik kelasnya itu.
"Aku duluan Put," langsung saja ia meninggalkan kantin.
"Kalian ini, ternyata usil ya!" Putri mulai memarahi adik kelasnya itu.
"Sorry kak, nggak ada maksud kok." Angga menanggapi omelan Putri.
"Iya kak, kita kesini cuma mau mastiin info dari bu guru Lisa." Ucap Tio dengan sungguh sungguh.
"Katanya minggu besok Bu Lisa mau nikah."
"Terus," sambung Wina.
"Jadi, ibu Lisa membutuhkan tenaga tambahan untuk membantu membereskan rumahnya." Angga menimpali.
"Betul," sambung Tio.
"Wahh, ini berita bagus." Putri langsung tersenyum senang mendengarnya.
"Berapa orang yang dibutuhkan," sambung Putri lagi.
"Kakak langsung temuin aja di kantor, nanti kakak kabarin kami lewat chat" ucap Angga seraya berdiri dari duduknya. Begitu juga yang dilakukan Tio.
"Oke!" Wina memberi keputusan.
Setelahnya kedua adik kelasnya itu berlalu dari kantin, saat melewati tangga untuk naik ke kelas atas. Tio melihat Pricil yang sedang manyun duduk di bangku luar kelas.
Ia kembali tersenyum mendapati kakak kelasnya itu berhasil ia usilin. Berhenti sejenak untuk memandanginya dari samping tangga. Kedua tangannya ia masukkan ke saku celana abu-abunya.
__ADS_1
Angga yang sudah jalan duluan kembali menoleh ke belakang karena ia tadi langsung berbelok kekanan. Jalan mundur lagi menghampiri Tio.
"Woi, ayok! kok malah tidur." Teriak Angga yang mengagetkan Tio dari lamunannya.
Mendengar suara yang tak asing, Pricil segera menoleh ke sumber suara. Dengan cepat Tio mengalihkan pandangannya ke hadapan Angga.
Dengan berjalan lebih dulu didepan Angga. "Lah, malah di tinggalin. Dasar kunyuk!!" Angga mengumpat. Dan kelakuan mereka tak luput dari pengamatan seseorang di seberang sana.
Pricil yang sedang duduk menunggu sahabatnya itu naik ke kelas atas, akhirnya pergi menyusul kembali ke arah kantin. Belum sempat menginjak anak tangga, sahabatnya sudah muncul dari bawah untuk naik ke atas.
"Lama banget sih kalian. Lumutan aku nunggunya!" dengan bibir di monyongkan Pricil protes ke kedua sahabatnya.
"Sabar kali bebs, ada kabar baik nih!" seru Putri sambil menggiring sahabatnya itu masuk kedalam kelas.
"Kabar apaan," dengan masih manyun Pricil menjawab.
"Duduk cinta," ucap Wina sembari menekan bahu Pricil untuk duduk. Dan setelahnya ia juga duduk.
"Senyum dulu baru aku kasih tahu kabar baiknya," seru Putri.
Dengan terpaksa Pricil menaikkan kaitan bibirnya membentuk senyuman yang di paksakan.
"Nih udah nih!" sambil menunjukkan gigi putihnya Pricil menunjukkan senyumannya.
"Nah, gitu dong. Toss duluu!!" mereka bertoss ria.
"Ini kabar tentang cuan," Ucap Putri setelah selesai ber toss.
Mendengar kata Cuan, mata Pricil langsung berbinar dan senyum manisnya mengembang sempurna mirip kerupuk goreng.
"Giliran soal Cuan dia langsung ngembang!" Wina mencibir.
"Hahah, udah Win. Inikan berita bagus, jadi wajar dong kalau bikin orang senyum" Putri pun menanggapi dengan senyuman.
Putri menjelaskan tentang informasi yang sudah ia pastikan kebenarannya kepada Pricil. Karena hanya Pricil yang belum di beri tahu.
"Wahhh!! sumpah put, Aku seneng banget ini" Pricil memegang pipinya dengan kedua tangannya serta senyum terkembang dari bibir seksinya.
"Jadi siap-siap aja ya!" perintah Putri sambil mengingatkan.
Siswa sekelasnya mulai memasuki ruangan karena bel sudah berbunyi. Ketiga sejoli itu langsung memutus obrolan mereka secara serentak. Tak lama kemudian guru Bahasa Inggris memasuki kelas mereka.
Pak Kukuh langsung meletakkan buku materi di meja, semua murid dengan segera memberi salam dan duduk dengan tertib.
__ADS_1