Kekasih Khayalanku

Kekasih Khayalanku
Grup chat


__ADS_3

Setelah sampai di rumahnya, Pricil langsung meletakkan barang belanjaannya ke meja yang ada di kamarnya. Ia segera mengganti pakaian lalu makan siang dengan segera, setelah beberapa suapan nasi masuk ke perutnya. Ponsel barunya berkedip, ia segera meraihnya dari atas meja makan dan melihat isi pesan tersebut.


Grup DW notification


[ Halo guys, ada yang baru bergabung nih ] sapa Putri dari chat room nya.


[ Ciee, ciee, ada yang lagi senyum-senyum baca pesan ini nih..] Wina membalas pesan dari Putri. Dan Pricil langsung tersenyum melihat pesan balasan yang di kirim Wina.


[ Nomor siapa tu kak? ] balasan dari Angga.


[ Coba aja tebak, pasti kamu tau..] balas Putri.


[ Ah, pasti ini kak Pricil. Ini kan grup khusus DW.] Angga menebak dengan pasti.


Sementara Pricil dan Tio hanya menyimak kembali kelanjutan chat dari grupnya.


Pricil kembali meletakkan ponselnya ke atas meja dan ia segera menghabiskan makanannya.


Dan kini kembali ponsel itu berkedip, Pricil langsung membawanya kekamar setelah ia selesai mencuci piring makannya.


Pricil kini rebahan sambil menatap layar ponselnya, ia membuka kameranya dan ia mulai berpose. Duduk bersila diatas kasurnya dan diraihnya guling yang bersarung gambar Hello ketty itu untuk di peluknya. Lalu ia tersenyum manis menghadap kamera dan kemudian menekan tombol kamera tersebut. Cekrieet!! suara dari kameranya berbunyi menandakan fotonya sudah terpampang di layarnya. Pricil menatap hasil jeptretannya itu tersenyum. 'Kok aku beda banget ya di dalem sini' ucapnya sambil senyum-senyum sendiri.


Kemudian ia memasang foto tersebut sebagai foto kontaknya di whatsap. Dan kembali ia mengambil gambar dengan posisi yang berbeda, lalu ia jadikan foto profil di layar utama.


Setelah berselfi ria, Pricil kembali masuk ke chat roomnya.


[…………]


[ Wahh, selamat ya kak Pricil. Akhirnya kita bisa bergabung di dalam grup ini ] balasan dari Angga setelah ia membaca pesan dari Putri yang membenarkan bahwa ini adalah benar nomor miliknya.


[ Ayo dong Pric, nongol... ] balasan dari Putri


[ Kamu nggak lupa cara maen hape kan Pric,] balas Wina

__ADS_1


Kemudian Pricil mulai mengetik pesan balasan untuk temannya itu.


[ Nggak lupa kok ] send..


[ Nah, dari tadi kemana aja neng?? ] balasan dari Wina.


[ Tio, kamu kenapa tumbenan nggak ikutan nimbrung ] Angga membalas.


Sementara itu Tio hanya menatap layar chat roomnya dengan senyum manisnya. Tak berniat untuk ikutan berbalas pesan. Kemudian ia menekan nomor kontak Pricil untuk di save pribadi dengan di beri nama 'si jutek emot love'


Setelah selesai ia menyimpan kontak tersebut ia tersenyum-senyum sendiri. Entah sadar atau enggak dia membuat nama kontak seperti itu.


Pesan di grup masih berlangsung, namun Tio memilih mengabaikannya. Dan ia meraih Headphone miliknya lalu menyambungkannya ke ponsel. Ia memilih lagu kesayangannya dan diputar hingga berulang kali.


***


Malam minggu suasana begitu ramai, Pricil pergi kepasar malam bersama Chandra. Mereka berkeliling untuk melihat suasana. Tidak ada yang ingin menaiki wahana atau mencoba sesuatu yang berbeda. Murni hanya jalan biasa, mereka memilih menikmati suasana keramaian dan keriuhan para pengunjung.


Pricil yang awalnya hanya ingin berdiam diri di rumah, kini malah ia sedang berada di tengah keramaian. Karena paksaan dari sang paman si jomblo ngenez. Maka, di sinilah ia. Duduk dibawah pohon rindang memandangi anak-anak yang sedang naik kuda-kudaan.


"Aku bukan anak kecil yang hoby makan kayak beginian paman," jawab Pricil dengan malas namun tetap diterima. Sejujurnya ia masih kesal terhadap pamannya ini.


Flash back on


"Sil, kita mama mingguan yuk!!" ajak Chandra dengan semangat.


"Ngapain malam mingguan sama aku paman, aku mau dirumah aja. Istirahat!" jawab Pricil dengan malas.


"Ayo lah, disana seru loh. Kamu kan nggak ada kegiatan juga dirumah. Mending kita cari hiburan. Yuk!!" Chandra masih berusaha merayu.


"Aduuhh, di rumah aja ah. Aku lagi males loh kemana-mana" Pricil masih menolak dan ingin segera kembali masuk kekamar.


"Kamu mau di rumah sendirian? semuanya pada pergi loh ke pasar malam. Emang kamu berani di rumah sendirian. Sekarang kan lagi marak kasus-kasus perampokan," Chandra mulai menakut-nakutin sang keponakan.

__ADS_1


"Biarin aja aku di rumah sendirian, kan tinggal kunci pintu rapet-rapet. Beres!!" ucap Pricil.


Namun, bukan Chandra namanya kalau belum berhasil membujuk si keponakannya yang super ngegemeasin versi Chandra.


"Nanti kalau beneran ada perampok gimana? siapa yang bisa nolongin kamu, teruuss... kamu di jadiin mereka santapan empuk. Tubuh kamu di kuwel-kuwel dan di masukin kekarung. Atau yang lebih parahnya lagi, malah kamu di tiduri sama perampok itu dan ujung-ujungnya bisa bikin kamu ham..."


"Stoopp!!!" Pricil menghentikan penjelasan panjang yang malah bikin dirinya pusing.


"Oke! kita pergi sekarang. Tapi, jangan lama-lama disana nanti." Pricil langsung masuk ke kamarnya untuk mengambil tas kecilnya dan hape barunya. Lalu ia memasukkan ponselnya kedalam tas kecilnya kemudian ia sampirkan kebahunya.


Pricil tak ingin mengganti pakaiannya, ia hanya mengenakan kaos Putih yang longgar dengan celana jeans pendek selutut yang bagian pahanya sobek-sobek. Rambutnya ia biarkan tergerai, dan tanpa polesan apapun di wajahnya. Walaupun begitu, kesan kecantikannya tidak berubah. Masih tetap cantik dan senyumnya manis semanis jagung rebus.


Dalam hati Chandra bersorak gembira karena berhasil membawa Pricil ketempat tersebut, kakaknya memang pergi ketempat tujuan yang sama. Namun bu Yana stay di rumah.


'Untung kamu punya jurus seribu bayangan Chand, jadi tidak sulit untuk membawa keponakan cantikmu ini pergi malem mingguan bersamamu' ucap Chandra pada hatinya sendiri.


Flashback off


"Kamu nggak pengen naik kincir angin, Sil?" tanya Chandra untuk mengalihkan fokus keponakannya dari kuda-kudaan.


"Enggak!" jawabnya dengan jutek, sambil memasukkan keratan permen kapas di tangannya.


"Kalau naik kuda-kudaan itu kamu mau?" tunjuk Chandra ke arah fokus Pricil.


"Iihh, ya enggak lah. Itu kan buat anak kecil!" tolak Pricil.


"Jadi kamu maunya apa dong. Masak bete mulu mukanya.." Chandra mencoba untuk membuat keponakannya itu tersenyum.


"Mau pulang," jawabnya dengan santai dan mulai beranjak dari duduknya.


"Eh! mau kemana, Sil? baru juga sebentar. Apa kita makan es krim dulu di ujung sana. Itu terkenal banget loh rasanya" rayu Chandra sambil berjalan mensejajari langkah gontai sang keponakan.


"Di mana ada ea krim??" Pricil menghentikan langkahnya untuk melihat tempat yang disebutkan Chandra barusan.

__ADS_1


"Kamu mau?, yuk kita kesana" tunjuk Chandra ke arah stand es krim yang berada di ujung jalan dari pintu masuk.


__ADS_2