Kekasih Khayalanku

Kekasih Khayalanku
Perform


__ADS_3

''Ternyata teman-teman kita semua pada cakep-cakep ya, Win. Ckckck'' seloroh Pricil yang masih tetap fokus menatap ke arah panggung.


''Baru nyadar kamu neng...'' sahut Wina dengan malas. Memang Pricil tak pernah begitu perhatian atas penampilan teman lelaki di kelasnya. Meski mereka sering meminta contekan padanya, ia selalu memberikan tanpa pamrih. Dan hal itu membuat teman-temannya sangat senang.


Suara pemandu acara mulai memenuhi area lapangan. Yang memandu acara adalah ketua osis dan di bantu oleh wakilnya. Suasana mulai heboh saat suara musik mulai di mainkan. Mereka membawakan lagu yang di nyanyikan oleh band Peterpan yang berjudul 'Mungkin Nanti'


Dan mungkin bila nanti kita kan bertemu lagi


Satu pintaku jangan kau coba tanyakan kembali


Rasa yang kutinggal mati


Seperti hari kemarin saat semua disini


Saat aku berkata


Mungkin yang terakhir kalinya


Sudahlah lepaskan semua


Kuyakin inilah waktunya


Mungkin saja kau bukan yang dulu lagi

__ADS_1


Mungkin saja rasa itu telah pergi


Dan mungkin bila nanti kita kan bertemu lagi


Satu pintaku jangan kau coba tanyakan kembali


Rasa yang kutinggal mati


Seperti hari kemarin saat semua disini


Dan mungkin bila nanti kita kan bertemu lagi


Satu pintaku jangan kau coba tanyakan kembali


Rasa yang kutinggal mati


Seperti hari kemarin saat semua disini


"Woooooaaaaaaaa" suara teriakan ciwi-ciwi yang terpesona menggema di sana. Termasuk Pricil dan juga Wina ikut bersorak. Semua memberikan tepuk tangan yang meriah.


Prokk prokk prokk. Suara tepuk tangan riuh.


"Gilaakk!! keren banget kelas kita, Pric" puji Wina yang juga fokus menonton para teman-temannya.

__ADS_1


"Iya, keren banget!!" Pricil pun ikut memuji.


Setelah itu, mereka memilih pindah tempat karena di sana semakin penuh orang. Mereka berdua naik ke lantai dua dan menyaksikan penampilan kelas berikutnya dari lantai dua. Di sana pun tak kalah ramai, semua siswa yang menonton mengelilingi tiap bangunan yang membentuk seperti persegi panjang, karena lapangan tersebut berada di antaratengah-tengah bangunan.


"Weii, kalian disini rupanya" suara Putri menyapa kedua sahabatnya yang sedang menatap ke arah bawah.


"Ehh, udah balik ke sini. Yuk, kita cari tempat duduk aja" ajak Pricil sambil mencari bangku yang kosong. Setelah menemukan tempat, mereka duduk bersama.


"Aku mau langsung aja ngasih honor milik kalian" Putri memberikan amplop milik Pricil dan juga Wina. Setelahnya, ia akan menemui yang lain. Kebetulan sekali, rombongan kelas Tio sedang menuju ke arah mereka.


Ada Abdul, Angga dan juga Tio di antara rombongan itu. Putri tak mau menyiakan kesempatan dan langsung saja memanggil yang bersangkutan.


"Woiii, sini" Putri melambaikan tangannya menyuruh mereka mendekat. Yang di panggil pun langsung menoleh dan mendekat.


Abdul menatap Pricil yang sedang menatap ke arah Tio, dan Tio menatap ke arah Putri yang memanggil namanya. Angga sudah pasti menatap cem-cemannya si Wina. Tak ada kata lain yang terucap saat transaksi honor. Hanya ucapan terima kasih yang keluar dari bibir mereka.


Usai transaksi, mereka melanjutkan aktifitas mereka yang tejeda sejenak. Setelah Tio melangkah mendahului Angga dan Abdul di belakang. Abdul kembali menoleh ke Arah Pricil, lalu memberi senyuman termanis dan melambai bye bye.


"Kenapa mereka semua pada ca'em ya'' gumam Pricil tanpa sadar.


-


-

__ADS_1


-


Maaf, kalo alurnya sangat lambat ya. Aku udah berusaha. Tapi emang kalo di bayangin aslinya suasana saat masa sekolah tu nggak habis-habis. Bikin senyum-senyum dan ingat do'i yang pernah jadi gebetan. Belum lagi dulu ada buly-buly'an. Tapi, aku nggak akan tampilin di sini. Tapi enggak menutup kemungkinan untuk suatu saat nanti. Kiss


__ADS_2