Kekasih Khayalanku

Kekasih Khayalanku
Kedatangan Alya


__ADS_3

Ada yang kangen sama Chandra nggak ya??


Hari ini aku mau nulis tentang Chandra dulu sejenak.


-


-


Semenjak pulang dari berkunjung ke rumah pak Ahmad, Chandra jarang sekali keluar rumah. Bahkan untuk makan pun ia malas. Chandra hanya akan keluar ketika berangkat ke sekolah dan setelah pulang, ia akan berdiam diri di dalam kamar.


Chandra tengah mencoba untuk mengikuti alur kehidupannya, agar bisa melupakan cinta pertamanya. Dengan sekuat hati Chandra mencoba menahan agar tak menemui sang keponakan yang selalu membuat hatinya sedih.


Sejak beberapa hari yang lalu, ia selalu mengamati dalam diam. Ternyata bukan hanya satu saingannya, masih ada satu lagi. Chandra kini bertekat untuk membuang khayalannya untuk hidup bersama sang keponakan. Karena setiap hari, anak pak Ahmad selalu memberinya perhatian dan sabar menghadapi sifat Chandra yang masih belum bisa menerima gadis itu.


Tetapi, Chandra masih saja cuek dengan gadis itu. Dan hari ini, Alya akan berkunjung ke rumahnya dan sudah memberi kabar dari kemarin. Chandra masih enggan untuk melakukan apapun. Sehingga sang ibu pun menghampiri Chandra ke kamarnya.


''Chand, itu ada Alya di depan. Segera temuin dan temani ia mengobrol. Ibu ada acara arisan, yuk! buruan'' titah bu Yana saat sudah berada di depan pintu kamar Chandra.


Dengan aras-arasan, Chandra melangkahkan kaki untuk keluar menemui tamunya di ruang tamu. Terlihat Alya sedang duduk manis dan sudah di suguhin teh manis dan juga cemilan pisang rebus oleh bu Yana.


''Ibu pergi dulu ya nak Alya, itu Chandranya udah keluar'' bu Yana berpamitan pada Alya dengan tersenyum riang.


''Iya bu, hati-hati perginya'' ucap Alya.


Bu Yana pun berlalu dan kini dengan muka bantal Chandra datang duduk menemani Alya. Langsung mencomot pisang rebus sebiji dan memgupasnya. Lalu melahapnya tanpa menawarkan tamunya untuk ikut makan menikmati hidangan di meja. Tanpa sepatah kata untuk sekedar menyapa calonnya itu.


Alya memperhatikan cara makan Chandra yang seperti orang kelaparan karena tidak makan seminggu. Dan ia mengulas senyum lalu meraih gelas tehnya. Menghirupnya sedikit dan menaruhnya kembali.

__ADS_1


''Ekhm, kamu sedang lapar ya, Chand? lahap banget kamu makan pisangnya. Ibu kan menyediakan itu untukku'' ucap Alya mencoba mencairkan keheningan di antara mereka.


''Iya, ibu sangat menyebalkan. Mumpung ia nggak di rumah. Aku habisin aja nih pisang'' ucap Chandra tanpa peduli.


''Mau aku bikinin sesuatu, tubuhmu terlihat kurus Chand, dan juga...itu kumis enggak kamu cukur-cukur ya. Ampe lebat mengelilingi pinggiran bibir'' ucap Alya sambil bercanda.


Chandra menatap Alya tidak senang. Tetapi, ia langsung cuek kembali, karena ia juga sudah beberapa hari tidak menjumpai cerminnya di kamar. Alya yang di tatap seperti itu mencoba untuk cuek saja dan kini ia mencoba untuk berbuat sesuatu. Karena sebelumnya tadi, bu Yana sudah mengijinkannya untuk melakukan apapun agar bisa menghibur Chandra agar kembali ceria.


''Aku pinjem dapur ibu dulu ya, Chand!'' Alya beranjak dari tempatnya dan meraih kantong berisi belanjaan yang sengaja ia bawa saat datang ke rumah Chandra. Dan Chandra baru tahu kalau Alya membawa barang belanjaan sekantong kresek yang di letakkan di samping kursi.


''Sini biar aku bawa!'' Chandra langsung merampas kantong belanjaan dari tangan Alya yang terlihat keberatan karena beban isinya.


'Walaupun dingin, tetap masih punya rasa kemanusiaan juga nih Chandra' gumam Alya sambil mengekor di belakang Chandra menuju dapur. Chandra meletakkan belanjaan tersebut di atas meja dan membiarkan Alya mengeksekusi isi kantong tersebut. Chandra hanya duduk bersandar di kursi makan sambil mendengarkan musik melalui headsetnya yang ada di sana. Tak ada niatan untuk membantu memasak atau apapun. Chandra memilih berdiam diri saja. Dan ia pun memejamkan mata sambil menikmati lagu yang ia dengarkan.


Sementara Alya memasak, ia sesekali mencuri pandang ke arah Chandra yang sedang duduk terpejam. Alya meraih ponselnya dari saku dan membidikkan kameranya ke arah Chandra. Lalu setelahnya ia kembali menyimpan ponselnya.


'Wangi sekali, dia masak apa sih?' Chandra menggumam dalam hatinya. Saat Alya akan membalikkan badan, Chandra langsung memejamkan matanya kembali seperti semula.


Alya mencari mangkuk untuk menyajikan masakannya, dan Alya kembali menatap Chandra sekilas. Ia melihat Chandra yang langsung kemvali memejamkan mata saat ia hendak membalik badan. Alya tersenyum tipis mendapati tingkah Chandra yang lucu menurutnya.


''Ini, makanlah selagi hangat'' ucap Alya yang sudah berada di hadapan Chandra dan duduk di sebelahnya.


''Chandra yang tak mendengar suara Alya masih setia memejamkan mata. Tetapi, hidungnya mengendus aroma masakan itu begitu dekat dengan posisinya saat ini. Pada akhirnya, perut Chandra menyadarkan dirinya yang tengah lapar berbunyi nyaring. Dan Alya terkekeh mendengar alunan cacing di dalam perut Chandra.


''Kriiuukkk''


''Hahaha, kamu lapar Chandra!!'' Alya membuka sumpelan di telinga Chandra dan langsung saja, Chandra membulatkan matanya karena Alya berada di hadapannya begitu dekat.

__ADS_1


''Ini makanannya udah mateng, kamu cobain ya'' ucap Alya dengan penuh kelembutan. Setelah berucap, Alya kembali pada posisi duduknya dan menarik mangkuk tersebut menjadi lebih dekat ke Chandra.


Chandra melirik makanan tersebut, warnanya sungguh menggoda dan aromanya menggugah selera.


''Apa ini!'' tanya Chandra dengan gaya sok coolnya.


''Ini seblak, Chand, aku bikinnya enggak terlalu pedes kok. Karena kamu kurang suka pedas kan'' sahut Alya.


Chandra meraih sendok dan garpu di dalam mangkuk tersebut dan mulai menyendok pelan isinya. Ia perlahan memasukkan ke dalam mulutnya dan mengunyah dengan perlahan.


''Tidak buruk!'' ucap Chandra saat merasakan sensasi makanan tersebut. Padahal dalam hatinya ia berteriak, 'ini rasanya endulita' dan ia kembali menyuapkan makanan tersebut ke mulutnya.


Alya tersenyum puas, akhirnya Chandra mulai menikmati makanan buatannya dengan lahap. Walaupun tidak ada pujian yang di lontarkan Chandra, cukup melihat ia menikmati masakannya saja sudah lebih dari cukup menurutnya.


Alya menuangkan air minum dan menyuguhkan ke hadapan Chandra yang masih fokus dengan makanannya.


''Enak banget ya rasanya, sampe enggak inget nawarin sama yang masakin?'' goda Alya di sela-sela Chandra melahap seblaknya.


Chandra langsung tersedak mendengar ucapan Alya.


''Uhukk, uhukk''


Alya langsung memberikan gelas minumnya ke Chandra untuk di teguk, tanpa Chandra memegang gelas minumnya.


''Maaf, aku enggak bermaksud..'' ucap Alya terhenti.


''Aku sudah kenyang. Pulanglah!'' Chandra langsung memundurkan kursi dan ia berlalu meninggalkan Alya yang merasa bersalah.

__ADS_1


''Kamu mengusirku...'' lirih Alya sambil memanyunkan bibirnya.


__ADS_2