
Wajah Pricil terlihat sedang berfikir, mungkin sedang memikirkan hari terakhir ia menonton film horor. Dan malah lebih mengerikan kisah terakhir dirinya dengan Chandra.
"Enggak mau ah!" putusnya kemudian.
''Ehh! ada mamang bakso bakar lewat tuh!'' seru Pricil saat tatapan matanya awas menatap pedagang yang lewat dengan sepeda motorbyang melaju sangat pelan.
''BAANGGG!! BAKSO!!'' seru Pricil setengah berteriak. Sementara si abang yang jual bakso bakarnya langsung menghentikan kendaraannya dan berputar arah.
Pricil langsung menghampiri ''bakso aja semua ya bang, sepuluh tusuk, jangan pake kecap. Saosnya banyakin, tapi cabenya dikit aja'' Pricil membuat pesanan. Chandra hanya mengamati sang keponakannya yang begitu antusias membeli bakso bakar.
Sementara menunggu abangnya membakar baksonya, Pricil masuk ke dalam kamar untuk mengambil dompet. Lalu ia kembali menghampiri si abang bakso.
''Mau pakai kuah kacang nggak dek?'' tanya si abang bakso yang sudah selesai memanggang.
''Pake bang, banyakin ya kuah kacangnya'' Pricil mengamati tangan si abang bakso yang mencelupkan bakso ke dalam kuah kacang. Lalu di masukkan ke kantong plastik.
''Berapa bang?''
''Sepuluh ribu dek''
Pricil mencimit uang di dalam dompetnya dan menyerahkan uang pas.
''Makasih ya dek,''
''Sama-sama bang, semoga dagangannya cepet habis'' ucap Pricil, lalu ia kembali duduk di samping Chandra.
Pricil meletakkan dompetnya di samping posisi duduknya, Chandra melirik dompet Pricil yang berwarna hitam bergambar monokurobu.
''Mau??'' Pricil menyodorkan makanannya ke hadapan Chandra sebelum ia menikmati bakso tersebut.
Chandra meraih satu tusuk bakso dan mulai melahapnya. Di ikuti Pricil yang juga meraih setusuk bakso dan memasukkan ke dalam mulutnya.
Mereka sama-sama sedang mengunyah dan saling bergantian mencomot tusukan bakso tersebut. Karena rasanya yang enak, membuat keduanya begitu menikmati dan dalam sekejap sudah ludes. Bibir keduanya sama-sama belepotan kuah kacang.
__ADS_1
''Paman makan kok kayak anak kecil sih!! belepotan!'' ejek Pricil sambil menatap bibir sang paman.
''Hmmh, ngatain orang! justru kamu yang kayak anak kecil, masak kuah kacangnya bisa sampai ke hidung!!'' balas Chandra.
''Masak sih?'' Pricil mengusap hidungnya dan benar saja, terdapat kuah kacang di sana. Lalu ia mengusap bagian bibirnya. '' Bersihin tuh bibir. Nanti di makan semut!'' perintah Pricil pada pamannya yang dari tadi hanya mengamati dirinya.
''Bersihin dong tolong, enggak keliatan soalnya!!'' pinta Chandra sambil memonyongkan bibirnya.
''Ish, mirip kayak bebek'' Pricil mengusap bibir pamannya dengan jari telunjuknya sambil mengatai bibir sang paman.
Detik kemudian Chandra tersenyum bahagia. Hatinya menjadi lega karena sang keponakannya sudah tidak cuek lagi.
''Makasih, cuci sana tanganmu. Nanti malah pedes kalo nggak..'' belum selesai Chandra berucap, Pricil langsung pergi meninggalkannya untuk cuci tangan.
Saat Pricil sudah masuk ke dalam, Chandra meraih dompet Pricil yang tergeletak di dekatnya. Kemudian ia membuka dompet tersebut dan terlihatlah foto Pricil dengan imutnya terpampang di sana. Chandra meraih kartu pelajar Pricil dan melihat tanggal lahir sang keponakan.
1 Desember 199x
''Paman nggak cuci tangan? sana gih!'' kembali Pricil memerintah Chandra.
''Iya neng...'' ucap Chandra dengan nada yang di buat-buat lunak.
Setelah selesai, Chandra kembali ke sisi pricil. Dan mereka mulai mengobrol kembali seperti biasa. Sepertinya sudah hilang canggungnya di bawa sama si Laila.
''Besok hari terakhir kamu ujian nggak, Sil?''
''Iya, kenapa?''
''Nanya doang. Nanti pas libur rencana mau kemana?''
''Pulang kampung'' jawab Pricil singkat.
''Sama siapa kesana?''
__ADS_1
''Emm,'' Pricil berfikir sejenak, ia teringat dengan titah paman Arya kemarin. Pamannya yang satu itu, memerintahkan agar ia pulang saat liburan di antar oleh Chandra saja.
''Sama seseorang'' jawab Pricil setelah berfikir beberapa detik.
''Seseorang??'' Chandra membeo.
''Hm..hm..'' Pricil menganggukkan kepala.
''Siapa?'' tanya Chandra dengan kepo.
''Ada deh, paman kepo!''
''Ehh!! enak aja ngatain orang!''
''Emang kenyataan kok'' tukas Pricil.
''Coba katakan sekali lagi!'' pinta Chandra.
''PAMAN KEPO!'' ucap Pricil dengan menekan kata-katanya.
''Nah, ini kepo nih..keponya datang...!!'' Chandra melayangkan gelitikan di pinggang Pricil. Dan sukses membuat Pricil kegelian. Pricil berhasil menghindar dengan menjauh dari Chandra.
''Hahahh... bweekk nggak kena kan...'' Pricil menjulurkan lidahnya saat ia berhasil berkelit.
Chandra menyusul dan hendak melayangkan kembali gelitikannya dan Pricil lagi-lago berhasil menghindar. Suara tawa riang terdengar di remangnya malam. Untung tidak ada tetangga yang keluar memarahi mereka saat tertawa lepas.
-
-
Maaf Pendek lagi partnya. Lagi males ngetik, karena mata keriepan. Alias ngantuk. tadi malem tidur jam 12 dan bangun jam 3 pagi. mau bobok ciang kok sulit banget...
Maaf kalo ngebosenin ya, daya halu ku enggak bisa setinggi para author lain. otak ku mentok sedatar papan sketboard.
__ADS_1