Kekasih Khayalanku

Kekasih Khayalanku
Ulangan Agama


__ADS_3

"siapa ya, tidak ada namanya?" bu Mawar mulai menjawab panggilan tersebut.


"Halo..." sapa bu Mawar.


"Assalamualaikum bukk, ini Sisil..." suara di seberang sana terdengar begitu jelas karena bu Mawar meloudspeaker hape jadulnya.


"Ya allah, koe to nduk.." balas bu mawar yang bahagia mendengar suara putri sulungnya di seberang telpon.


"Ibuk apa kabar, Sisil kangen!!"


"Alhamdulillah baik, kamu sendiri gimana nak" tanya bu Mawar lembut.


"Buk, itu kakak Sisil ya.. adek mau ngomong cama kakak buk..." rengek Fani meminta ponsel ibunya agar ia yang pegang.


"Sabar dulu Fani, nanti hapenya jatoh"


"Halo kakak Sisil, kapan pulang kak.. Adek lindu sama kakak" rengek Fani kepada Pricil setelah berhasil mendapatkan ponsel ibunya.


"Halo adek.. Kakak juga rindu sama adek, adek apa kabar, lagi apa sekarang?" sahut Pricil.


Dan akhirnya mereka berceloteh apa saja saling melepas rindu, serta bergantian menanyakan kabar adik laki-lakinya.


Hingga rak terasa hari sudah maghrib, Pricil mengakhiri teleponnya.


"Udah dulu ya dek, kakak mau mandi" ucap Pricil mengakhiri percakapannya dengan Fani.


"Iya kak, bye, bye.." ucap Fani sambil melambaikan tangan. Padahal Pricil tak dapat melihat lambaiannya.


"Bye..." Pricil mengakhiri panggilannya.

__ADS_1


"Buk, ini hapenya" Fani menyerahkan ponsel ke tangan ibunya.


"Udah puas ngobrol sama kakak tadi kan.. Sekarang mandi ya, udah sore" perintah bu Mawar.


"Oke.." Fani mengacungkan jempolnya dan berlari ke kamar untuk mengambil handuk.


Setelah itu, bu Mawarpun bergegas menyusul putrinya sekalian mandi.


**


Pagi ini jadwal ulangan harian di kelas XII A mata pelajaran agama. Ujian yang akan dilakukan adalah praktek sholat lima waktu.


Sekarang para siswa sedang berada di musholla milik sekolah, mereka bergantian untuk berwudhu, dan para murid yang sudah wudhu sedang menunggu giliran di panggil untuk maju. Dimulai dari absen huruf abjad A.


Sementara menunggu giliran, beberapa siswa tampak sedang menghapal doa Qunut, karena guru mereka akan secara acak memberikan ujian sholat kepada siswanya.


"Aku duluan ya yang ngapalin, kalian simak kalau aku ada yang salah sebut" ucap Pricil lalu ia memulai melafalkan bacaan doa tersebut.


"Allahhummahdinii fiiman hadait, wa'a finii fiman 'aafait, wa tawallanii fiiman tawal-laiit, wa baarik lii fiimaa a'thait, wa qinii syarra maa qadhait.


Fainnaka taqdhii walaa yuqdha 'alaik, wa innahu laayadzilu man walait, wa laa ya'izzu man 'aadait, tabaa rakta rabbanaa wata'aalait.


Falakalhamdu 'alaa maaqadhait, Astaghfiruka wa'atuubu ilaik, Wasallallahu 'ala Sayyidina Muhammadin nabiyyil ummiyyi. Wa'alaa aalihi washahbihi wasallam."


Pricil mengakhiri hapalannya.


"Wah, kamu udah bener Sil, nggak ada yang salah. Pujian dari Putri lolos dari bibirnya.


"Alhamdulillah, mudah-mudahan nanti pas maju aku nggak lupa" ucap Pricil dengan senang.

__ADS_1


"Sekarang giliran aku ya, kalian simak bacaannku" ucap Putri, dan ia memulai bacaannya.


"Allahhummahdinii fiiman hadait, wa'a finii fiman 'aafait, wa tawallanii fiiman tawal-laiit, wa baarik lii fiimaa a'thait, wa qinii syarra maa qadhait.


Fainnaka taqdhii walaa yuqdha 'alaik, wa innahu laayadzilu man walait, wa laa ya'izzu man 'aadait, tabaa rakta rabbanaa wata'aalait.


Falakalhamdu 'alaa maaqadhait, Astaghfiruka wa'atuubu ilaik, Wasallallahu 'ala Sayyidina Muhammadin nabiyyil ummiyyi. Wa'alaa aalihi washahbihi wasallam."


"Pas, Put, kamu nggak ada yang salah. Sekarang giliran aku" ucap Wina.


Winapun melakukan hal yang sama, dan sekarang mereka bertiga sudah hapal dengan bacaan doa qunut.


Tinggal menunggu giliran di panggil namanya.


"Pricilia Atmaja, ayo. Sekarang giliran kamu" ucap ketua kelas yang berdiri di ambang pintu memanggil temannya untuk praktek.


Pricil segera masuk ke dalam dan mengenakan mukena, setelah itu ia berdiri menghadap kiblat. Pak guru Ramli memperhatikan Pricil, dan ia mengangguk. Lalu memberi conteng pada salah satu lembaran yang berisi kotak-kotak kecil.


Pak Ramli menilai, bahwa rambut Pricil tidak terlihat keluar dari sela-sela pelipisnya yang terlapisi mukena.


"Sekarang kamu praktekkan cara sholat maghrib" perintah pak Ramli dengan nada yang tegas namun tidak kasar.


Pricil menganggukan kepala, dalam hatinya ia bersyukur tidak mendapat giliran sholat shubuh. 'Alhamdulillah, dapet sholat maghrib' gumam Pricil tanpa ada orang yang bisa mendengar gumamannya.


Kemudian ia memulai sholatnya dengan membaca niat sholat maghrib, hingga selesai.


Setelah itu ia mengucap salam.


"Assalamulaikum warahmatullah"

__ADS_1


__ADS_2