
Chandra masih setia menatap layar ponselnya, disana sedang menampilkan foto gadis yang tersenyum manis kearahnya. Kemudian ia ikut tersenyum setiap kali matanya menatap layar tersebut. Setelah itu, ia beralih menatap foto yang lain. Masih sama, ia menampilkan senyum yang sama. Ia merasa gemas sendiri, ia memeluk ponselnya dan memejamkan mata. Lama kelamaan, ia menjadi tertidur.
***
Paginya, setelah sampai di sekolah. Pricil langsung celingukan mencari posisi tempat duduk. Ia mengedarkan pandangannya untuk mencari kedua sahabatnya. Ia sedang berdiri di didekat kantin, karena ini hari Jumat disekolahnya sudah menjadi kegiatan rutin untuk membaca surah Yasin.
Ketika mengedarkan pandangan, tak sengaja ia melihat dari ujung kuridor ruang kelas seseorang yang selalu menyebalkan. Dengan secepat kilat ia mengalihkan pandangan dan melanjutkan mencari keberadaan sahabatnya.
Sambil terus berjalan, akhirnya ia menemukan posisi dimana sahabatnya duduk dengan memegang buku surah Yasin ditangan masing-masing. Langsung saja ia bergabung dengan teman-temannya.
"Eh, kamu lama amat datengnya Pric," ucap Putri.
"Iya, aku bangun kesiangan tadi. Untung belum terlambat" Pricil duduk disisi Putri.
"Oh, nanti kita kerumah bu Lisa lagi ya, jangan lupa." Ucap Putri sambil menatap ke Pricil dan Wina.
"Siap bos!" ucap keduanya sambil mengangkat tangan seperti hormat ketiang bendera.
Posisi duduk melingkar membentuk oval, semua siswa dan guru-guru juga mengikuti pembacaan surah Yasin tersebut. Para Siswa laki-laki berkumpul dengan yang laki-laki, begitu juga sebaliknya. Karena kondisi lapangan yang terbatas, jadi terlihat sangat penuh.
Pembacaan Yasin tersebut dipimpin oleh kepala sekolah itu sendiri, dan pembacaan Yasin dimulai. Semua fokus pada bacaan masing-masing dan mengikuti dengan baik.
Setelah pertengahan pembacaan surah tersebut, ada beberapa siswa yang mulai mengobrol dengan berbisik-bisik. Termasuk Dua cowok yang bersandar ditiang dinding. Matanya menatap kedepan arah siswa putri yang duduk di ujung depan sana. Siapa lagi kalau bukan Angga dan Tio.
"Yo, kak Wina cantik banget kalau pakai jilbab keg gitu" ucap Angga sambil curi-curi pandang ke kakak kelasnya itu.
"Biasa aja sih," ucap Tio yang masa bodoh.
"Ah, kamu ini. Nggak bisa banget bikin temennya seneng!" Angga menggerutu."
Tio hanya tersenyum remeh, tetapi ia juga menatap curi-curi pandang kearah yang sama dengan Angga. Ia menatap kakak kelasnya yang duduk disisi Putri.
Sementara diujung sana, Putri menyadari kelakuan yang dilakukan adik kelasnya itu. Ia hanya tersenyum lalu menyenggol lengan sahabatnya kanan dan kiri secara bergantian.
"Apaan sih, Put. Ganggu orang lagi Yasinan aja" ucap Pricil yang sedang fokus mengikuti lantunan surah Yasin yang sedang berlangsung. Sementara Wina yang dikode'in dia langsung paham. Ia menyunggingkan senyumnya yang terbaik sambil malu-malu ketika langsung bertatapan dengan lawannya diujung sana.
"Coba kamu lihat keujung sana, Pric" tunjuk Putri menggunakan dagunya mengarah kedepan ujung sana.
__ADS_1
Dengan patuh Pricil mengikuti arah petunjuk tersebut. Dan langsung saja ia memelototkan matanya tanda tidak suka saat melihat tatapan yang saling bertemu itu, mereka sama-sama saling memicingkan mata dan kemudian membuang muka.
"Huhh!!" Pricil mendengus kesal, dan hal yang sama juga terjadi dengan Tio, ia mendengus ketika tatapan matanya tadi ketahuan oleh sang empunya.
"Huuhh!!" dengus Tio kearah Angga.
"Lah, kok kamu malah buang muka jelekmu itu ke aku sih!" keluh Angga yang tidak senang.
"Hmm" Tio hanya mencebikkan bibirnya.
Hingga pembacaan Yasin itu usai, mereka berdua ikut membubarkan diri untuk masuk kekelas masing-masing.
"Kantin dulu Ngga," ajak Tio sambil berjalan mengarah kekantin.
"Bentar aja ya," jawab Angga sambil mengikuti langkah Tio dibelakangnya. Sementara Tio terus melangkahkan kakinya tanpa menanggapi permintaan Angga.
…
Didalam kelas, para murid sedang kasak kusuk sibuk dengan urusan masing-masing, karena guru belum masuk keruangan kelas mereka.
"Kalau naek angkot emangnya kenapa, Win?" tanya Putri, Wina pun nyengir menunjukkan giginya.
"Aku mau sama Angga boleh nggak, kalian naik angkot berdua..." ucap Wina dengan tatapan puppy eyes, langsung kedua sahabatnya itu menatap kearah Wina dengan sinis.
"Lah, kok malah di pendelikin sih. Akukan minta usul guys..." dengan nyengir kuda menatap kedua sahabatnya yang memberinya tatapan sinis.
"Jadi, kamu mau enak-enakan berdua..!!" sindir Putri,
"Nggak setia kamu Win!" celetuk Pricil.
"Heheh... becanda kali, tapi kalau dibolehin aku malah seneng" ucap Wina.
"Dasar! udah mulai nakal ya kamu Win." Putri melempar kertas kearah wajah Wina.
"Samaan aja kita naik angkot, Win. Biar adil" ucap Pricil.
Wina memanyunkan bibirnya, dan pasrah. "Iya deh. Aku kan anak yang penurut" tutur Wina.
__ADS_1
"Nah, gitukan cakep!" timpal Pricil.
"Pengumuman! pengumuman!" ucap ketua kelas dihadapan kelas, semua menghentikan percakapan dan beralih menatap kearah depan kelas.
"Hari ini, pak Kukuh tidak masuk. Jadi kita kerjakan latihan LKS masing-masing bab Satu sampai bab Dua. Setelah selesai, dikumpulkan hari ini juga."
"Huuu, aseekkk!!" seru anak-anak didalam kelas tersebut, gurunya tidak bisa masuk karena sedang berhalangan.
"Yeee, kita kekantin aja yuk" ajak Putri.
"Mentang-mentang dia rajin ngisi Lks Bahasa Inggris, langsung ngajakin ke kantin" ucap Wina.
"Iya dong! nih kalau mau nyontek, biar cepet!" seru Putri sambil melempar bukunya kehadapan kedua sahabatnya.
"Nah, gitu dong. Ini namanya baru setia kawan!"
"Aku yang bab Satu udah, tinggal yang bab Dua" ucap Pricil.
"Ya udah Pric, nyontek ajalah biar cepet.Nggak perlu mikir lagi" ucap Wina sambil membuka halaman tugas yang diberikan.
Setelahnya keduanya sibuk menyalin jawaban di buku masing-masing. Sementara Putri, dengan setia menunggui kedua sahabatnya tersebut sambil main Game di ponsel pintar miliknya.
Anak-anak yang lain sedang sibuk dengan buku masing-masing, sementara ketiga perempuan ini sudah mengumpulkan tugas miliknya ke meja guru didepan kelas.
"Yuk, capcuss!!" Putri menarik tangan kedua sahabatnya keluar dari kelas, mereka jalan menuruni tangga menuju kekantin.
Saat sudah masuk kekantin, Putri langsung menyuruh kedua sahabatnya itu untuk duduk. Sedangkan ia memesan makanan, untuk dirinya dan sahabatnya.
Diujung meja paling belakang, Angga dan Tio sedang menyantap makanannya. Tak sengaja saat Tio akan menatap arah pintu masuk, ia malah melihat kakak kelasnya sekaligus teman kerjanya sedang duduk dimeja dekat pintu.
"Tuh, pujaan hatimu telah timbul" tunjuk Tio dengan tatapan matanya mengarah ke yang dimaksud.
Angga langsung menoleh kearah pintu, dan terlihatlah wajah gadis pujaannya sedang duduk sambil mengobrol sambil tertawa. Angga melebarkan senyumnya, dan ia bangkit dari tempat duduknya sambil membawa piring makanannya.
"Eh! mau kemana kamu!" cegah Tio sambil memegang ujung baju Angga dibagian lengan.
"Mau menemui sang pujaan hati, lepasin tanganmu itu" tunjuk Angga dengan tatapan mata.
__ADS_1