
" Mas aku berangkat dulu ya?"
" Iya, hati - hati dijalan."
" Assalamualaikum."
" Waalaikumsalam."
Duh kok perutku agak sakit ya, payudara ku juga mulai sakit, sepertinya aku mau datang bulan.
Aku sudah merasakan payudara dan perutku tidak nyaman, namun bagiku itu hal biasa jika aku akan datang bulan.
Sesampainya di butik aku langsung rebahan di sofa.
" Loh mbak kenapa? tumben datang - datang langsung tepar."
" Capek Lol,"
" Ah pasti kecapean ya? lembur sampai jam berapa mbak, sampai paginya lemes gini. Hahaha."
Memang sih aku sering berhubungan intim semenjak mas Nirwan sudah pengen punya baby, apa lagi akhir - akhir ini entah kenapa aku jadi nafsuan banget, malah aku yang sering minta, hehehe kalau ingat jadi malu. Tapi gimana lagi namanya juga pengen, yang penting nggak minta sama suami orang, hehehe.
" Tau aja kamu, sudah sering ya?"
" Ih, nggak ya mbak, aku cewek baik - baik loh, hehehe."
" Itu karena kamu belum tau rasanya, kalau udah tau pasti ketagihan, hahaha."
" Tuh kan, malah ngajarin yang nggak baik."
" Hahaha, maaf Lol, bercanda. Kalau bisa jangan dulu deh, kalau udah pengen mending langsung nikah aja. Jangan lakuin dulu. Mungkin memang iya enak, kamu ikut menikmatinya, selain dosa, itu juga merugikan buat kita. Ya kalau dia laki baik, kalau habis digituin kamu hamil, terus ditinggalin gimana? Mending nggak usah dulu, ditahan dulu."
" Iya mbak, aku juga tau kok."
" Aku bisa bilang begini bukan karena aku bijak Lol, aku bisa bilang begini karena aku sudah mengalaminya sendiri. Kamu tau Lol, rasanya menyesal nya sampai sekarang belum hilang dan mungkin nggak akan hilang, meskipun akhirnya kita menikah. Aku dulu juga sepertimu, kekeh mempertahankan kehormatan ku, namun tetap saja aku tidak bisa mempertahankannya. Kenikmatan yang ditawarkan sangat menggoda ku, melumpuhkan iman ku yang memang tidak kokoh karena kurangnya ibadah ku. Mungkin juga dari awal suamiku tidak berniat menjagaku. Aku harap kamu tidak mengalami hal yang sama Lol, jangan mudah tergiur dengan kenikmatan semata, pikirkanlah akibatnya juga. Kalau ada lelaki yang meminta kehormatan mu sebelum kalian menikah, lebih baik putuskan dia, tinggalkan dia. Carilah yang bisa menjagamu, mampu meredam nafsunya saat bersama mu."
" Iya mbak, Loli akan selalu ingat nasehat mbak ini, Loli nggak menyangka ternyata mbak pernah ngalamin hal itu."
" Kamu pasti menyangka aku perempuan baik - baik ya, hahaha."
" Ya gitu lah mbak."
" Hahaha, aku nggak sebaik itu Lol."
" Semua orang pasti melakukan kesalahan mbak, tanpa terkecuali, termasuk juga aku. Tapi bagi ku, dimata ku mbak yang terbaik."
" Aku bodoh Lol, dari dulu aku tau, bahkan orang tuaku, dari kecil sudah menanamkan padaku bahwa hal itu tidak baik jika dilakukan sebelum waktunya, mereka selalu mengingatkan ku untuk menjaganya. Meskipun aku tau itu salah, tapi tetap saja aku melakukanya, aku membohongi mereka hingga saat ini. Aku takut Lol, kalau aku jujur aku akan membuatnya kecewa."
" Mungkin kalau aku jadi mbak, aku juga akan melakukan hal yang sama mbak, agar tidak menyakiti orang tua kita."
__ADS_1
" Aku nggak tau ini benar apa salah, tapi bagiku mungkin ini keputusan yang benar untuk saat ini. Makanya Lol, aku nggak ingin kamu sepertiku."
" Iya mbak, Loli akan lebih berusaha lagi."
" Mbak percaya kamu anak yang baik."
" Makasih mbak."
" Iya sama - sama."
" Oh iya mbak mau dibelikan obat nggak?"
" Nggak usah Lol, paling nanti juga sembuh."
" Ya udah mbak istirahat dulu, belum ada customer juga, atau mbak mau pulang saja?"
" Nggak Lol, lagian nggak sakit banget, cuma agak sakit aja."
" Ya udah deh mbak istirahat saja, Loli bikinkan teh anget dulu ya?"
" Iya Lol, makasih ya,"
" Iya mbak, sama - sama."
***
Sampai aku pulang kerja pun, ternyata sakit perutku tidak kunjung membaik, sebenarnya nggak sakit banget, sakitnya masih bisa aku tahan, tapi ini nggak nyaman, sangat menggangguku.
" Kok bisa? kenapa? makanya kalau dibilangin jangan makan pedas tuh nurut sek. Kita ke dokter yuk?"
Karena sakit ini membuatku nggak nyaman, aku pun menurut, pergi ke dokter bersama mas Nirwan.
Entah kenapa di perjalanan aku mikir kalau ini gejala hamil, aku ingat pernah baca kalau salah satu tanda awal kehamilan itu perutnya sakit. Apa lagi bulan ini sudah tanggal 24 dan bulan kemarin aku datang bulan itu tanggal 18. Tapi aku juga masih ragu, karena datang bulan ku nggak teratur, kadang 2 bulan hanya datang bulan sekali.
Setelah diperiksa ke dokter katanya ini hanya asam lambung biasa. Aku dikasih tiga obat yang berbeda.
Sesampainya di warung, aku langsung istirahat ke kamar. Aku tidak meminum semua obatnya, aku hanya minum satu, yang untung menurunkan asam lambung.
" Sudah diminum obatnya sek?"
" Sudah mas."
" Ya udah kamu istirahat ya, nanti aku bangunin kalau mau makan, aku mau ke depan dulu bantuin Adi."
" Iya mas."
Aku ragu apakah aku hamil tau tidak, aku menduga kalau aku hamil itu hanya 10%. Akhirnya aku tidak memikirkan hal itu lagi, aku juga akhirnya mengira kalau ini memang hanya asam lambungku yang naik. Mungkin juga karena aku mau datang bulan. Datang bulan telat itu bagiku sudah biasa, kadang malah satu bulan itu aku tidak datang bulan sama sekali. Aku pun menepis kalau sakit perut ini karena tanda kehamilan.
Aku tidur cukup lama, aku terbangun dan ternyata mas Nirwan masih membantu Adi di depan.
__ADS_1
Duh kok sakit perutku masih terasa ya, padahal tadi sudah minum obat. Mas Nirwan juga kok belum kesini ya.
Aku malas berjalan ke depan, dan hanya menelpon mas Nirwan.
" Ada apa sek?"
" Mas kok nggak tidur sih?"
" Kan masih ramai di depan. Kamu sudah lapar?"
" Belum terlalu, tapi aku pengen bakso mas."
" Ya udah biar dibeliin Adi dulu ya?"
" Iya jangan lama - lama."
" Iya sek."
Aku hanya tiduran dan bermalas-malasan, sambil menunggu bakso pesanan ku datang.
" Sek, makan yuk, sudah nih baksonya."
Aku langsung terbangun dan menghampiri mas Nirwan.
" Makan diluar sana aja mas."
" Oke."
" Mas setelah makan, temenin dikamar ya?"
" Kan aku harus bantuin Adi sek."
" Emang ramai ya?"
" Ya nggak terlalu sih."
" Makanya temenin dulu bentar ya?"
" Iya, iya. Ya udah dimakan, jangan banyak - banyak sambelnya, kan masih sakit perut."
" Iya mas, ini cuma pakai dikit kok."
Entah kenapa aku pengen makan yang anget dan pedes. Apa lagi aku juga pencinta bakso.
" Memang enak banget ya sek?"
" Enak, nih cicipin punya ku?"
" Memang apa bedanya sih, orang belinya juga ditempat yang sama, sama - sama bakso juga, kayaknya punya ku rasanya biasa saja, tapi melihat mu yang makan selahap itu, kok kayaknya enak banget."
__ADS_1
" Ya memang enak kok, nih cobain."