Kesalahan & Keegoisan Dibalik Kebahagiaan

Kesalahan & Keegoisan Dibalik Kebahagiaan
Bab 40


__ADS_3

 


Malam Mingguan


 


Menggunakan motor matic milik kak Lili. Kita


menyusuri jalan kota yang indah dengan gemerlapnya lampu warna - warni. Kendaraan yang ramai membuat jalanan macet.


Bang Rian berhenti disalah satu mall di kota itu. Aku cuma ngikut aja kemana bang Rian membawaku pergi.


" Ngapain kita kesini bang? "


" Benerin motor."


" Serius lah bang. "


" Ya kamu nanya nya suka aneh. "


" Ya kirain aku mau dibawa kemana, ternyata kesini, aku sudah kesini beberapa kali sama bunda. "


" Kan sama aku belum, sudah deh ayo ngikut aja, nggak usah bawel. "


" Iya iya, "


Aku mengekor berjalan di belakang abang. Lalu abang menarik ku agar berjalan bareng disampingnya.


" Sini, ngapain ngekor di belakang? nanti kalo ilang gimana? "


" Nggak bakal bang, "


" Ihh bandel. Temenin abang isi ulang parfum dulu ya? "


" Terserah abang aku ngikut aja. "


Nggak menunggu lama, abang sudah selesai. Lalu memberikanku sebotol kecil parfum.


" Apa ini bang ?


" Sate dek, "


" Abang ih!! "


" Ya adek aneh, jelas - jelas itu botol parfum pake nanya lagi. Kamu coba deh, suka nggak sama wanginya? "


" Em, wanginya enak bang. "


" Aku nggak tau selera kamu, tapi pas mbak nya merekomendasikan, pas aku coba wanginya jadi inget kamu, "


" Ini buat aku? "


" Iya dek buat kamu, suka kan wanginya? "


" Suka banget bang, makasih ya? "


" Sama - sama nona. Hehehe, "


" Tadi tuan putri, sekarang nona, nanti apa lagi ? "


" Hahaha, adek sukanya yang mana? apa malah pilih dipanggil nyonya mungkin ?"

__ADS_1


" Ih, tua dong aku? "


" Nggak dek bercanda. Ya sudah yuk lanjut jalan. Kamu pengen beli apa? baju? sepatu? tas? "


" Nggak bang, aku lagi nggak pengen apa - apa, sudah dibeliin parfum abang kan, ini udah lebih dari cukup kok. Pulang aja yuk? "


" Sudah jauh - jauh kesini masa pulang. Adek juga jarang main kan? muter muter dulu ya, kali aja ada sesuatu yang kamu pengen. "


" Iya deh. "


Aku berjalan santai sambil ngobrol sama abang, sudah seperti sepasang kekasih beneran, hehehe. Mungkin karena malam minggu jadi dari tadi banyak ku jumpai sepasang kekasih di sana - sini.


Saat kakiku sudah agak pegel karena jalan terus dari tadi, aku berhenti dan duduk di kursi kecil.


" Bang berhenti dulu, aku capek. Duduk disini bentar nggak papa kali ya? "


" Iya udah, kamu tunggu disini dulu, abang tinggal bentar beli sesuatu. Tunggu ya, jangan kemana - mana kalo abang belum kesini! "


" Iya bang, tapi jangan lama - lama ya?"


" Iya dek nggak lama kok. "


Aku menunggu abang sambil melihat orang yang berlalu lalang. Malam minggu tempat ini jadi ramai sekali. Beda dengan beberapa waktu lalu saat aku sama bunda belanja kesini. Malam ini jauh lebih ramai.


" Nih! " suaranya mengagetkanku. Di depan muka ku ada boneka melodi yang sangat lucu. Saat ku dongakkan kepalaku. Ternyata itu abang, sambil tersenyum sangat manis kepadaku.


" Apa ini bang? "


" Ikan!!! "


" Abang !"


" Duh dek makanya jangan ngelamun terus. Jelas - jelas ini boneka. Ih dari bikin gregetan aja jadi gemes banget pengen nyubit."


" Ya nggak tau, biasanya cewe beli boneka buat apa? nih buat kamu, biar nggak sedih terus. Tuh muka sudah mulai keriput karena kamu nya sedih mulu. "


" Ini buat aku lagi bang? "


" Iya, "


" Oh aku kira mau beliin pacar abang, "


" Abang mana ada pacar dek, itu emang abang beli buat kamu. "


" Makasih banget bang, tau aja abang aku suka boneka. Ihh baik deh. Makasih ya? "


" Iya dek. Nih minum dulu. Terus kita cari makan. Adek mau makan apa? "


" Aku mah makan apa aja mau bang. Tapi pengennya di tepi jalan aja, dibawah pohon. Kayaknya seru. "


" Sesuai permintaan anda nona manis. Yuk jalan!! "


" Dengan senang hati abang. "


Kita tertawa bareng. Malam ini aku sangat terhibur oleh abang. Aku sejenak bisa melupakan rasa sakit ku.


Sesuai dengan permintaanku. Aku berhenti di pinggir jalan disitu ada pohon yang lumayan besar ada tempat duduk untuk makan. tempatnya sangat nyaman, aku suka.


" Makan nasi goreng nggak papa Kan dek? "


" Nggak papa bang."

__ADS_1


" Mau pesan yang gimana? pedes? atau yang sepesial? "


" Samain aja kaya punya abang. "


" Oke. "


Setelah selesai makan. Kita memutuskan untuk pulang, hari ini sangat menyenangkan.


Setelah hampir sampai. Aku mencopot helm ku. Karena sangat tidak nyaman. Berkali - kali abang memanggilku tapi aku tidak mendengarnya. Untuk memudahkan kita ngobrol. Aku melepas helm ku, aku dekatkan wajahku ke bahu abang.


" Dek sini kan Helmnya taruh depan aja,"


" Nih, bisa kan bang,?"


" Bisa dek. Tangan adek taruh di pinggang abang, nanti jatuh, deketan sama abang biar kita bisa ngobrol."


Lalu aku memeluk abang, dan menyandarkan dagu ku di bahu abang. Sudah mirip seperti sepasang kekasih, romantis sekali.


" Bang makasih buat hari ini. Aku seneng. Ini pertama kalinya aku jalan bareng boncengan motor sama abang, "


" Benarkah? abang mendapat kehormatan dong berarti? "


" Ya bisa dibilang begitu. Makasih sekali lagi, berkat abang aku bahagia malam ini. "


" Iya sama sama. Jujur aku sudah lama suka sama adek. Aku ikut seneng kalau adek seneng. "


" Aku juga nyaman sama abang. "


" Mau nggak adek jadi pacar abang ?"


" Baru kemarin aku putus bang, masih sakit. Aku takut nanti malah bikin kecewa abang, "


" Aku bakal bantuin adek lupain dia. Aku akan berusaha nyembuhin luka hati adek. Aku akan bikin adek bahagia. Seandainya nanti aku kecewa, itu memang sudah resiko abang dek. Karena abang sendiri yang mau masuk dalam hidup mu disaat kamu lagi begini, apapun nanti hasilnya aku nggak bakalan nyalahin adek, gimana mau ya jadi pacar abang?"


" Iya, tapi pelan - pelan bantu aku lupain rasa ku ini ke dia. Jangan dipaksakan ya bang. "


" Iya dek. Abang ngerti kok. "


Terimakasih Tuhan, kembali mempertemukan aku dengan orang yang baik.


Aku mencoba membuka hati aku lagi untuk orang lain. Berawal dari rasa nyaman semoga kedepannya aku bisa menjalin kasih seperti sedia kala. Aku memilih melabuhkan hati aku yang saat ini sedang terluka. Sedikit memang, aku berharap semoga bang Rian mampu membantuku mengobati luka yang menyakitkan ini.


Nggak mudah bagiku. Memulai hubungan baru, karena takut di bayang - bayangi masa lalu. Harus memulai dari awal lagi. Merajut tali kasih dengan orang yang berbeda. Harus menyesuaikan dan mengenalnya lagi.


Jujur aku takut, tidak bisa lepas dari rasa yang lalu. Menjalin kasih dengan waktu yang cukup lama, membuat rasa ini sudah tertanam terlalu dalam. Cinta sudah tumbuh berbunga dengan indahnya.


Bang apa kamu tidak kecewa nantinya jika aku tidak mampu mencintaimu. Jujur aku nyaman, tapi apakah rasa nyaman ini bisa menjamin akan menumbuhkan rasa cinta itu?


aku tidak mau di anggap jahat, karena menjadikanmu sebagai pelampiasan.


Tapi aku juga ingin terbebas dari belenggu cintaku untuknya yang sangat menyiksa batinku.


Mungkin dengan aku mencintaimu .aku bisa mengubur rasa cintaku untuknya.


aku juga ingin bahagia tanpa dirinya.


seperti dia yang bisa bahagia tanpa diriku. Aku pun juga harus bisa begitu.


Bantu aku, secara perlahan ya bang.


Aku tidak ingin mencari penggantinya. Karena tidak akan ada orang yang bisa mengantikan dia.

__ADS_1


Aku akan mencari cinta uang baru. Yang mampu mengalahkan dan mengubur rasa cintaku untuknya.


__ADS_2