Kesalahan & Keegoisan Dibalik Kebahagiaan

Kesalahan & Keegoisan Dibalik Kebahagiaan
Bab 58


__ADS_3

**Menerima kenyataan**


Sesampainya ditempat mbak Yani.


" Assalamualaikum,"


" Waalaikumsalam," jawab mbak Yani dari dalam kamar.


Aku langsung masuk begitu saja ke kamar mbak Yani.


Aku membaringkan badanku disebelah mbak Yani yang sedang tiduran.


" Kok cepet banget udah pulang? nggak jadi ketemu?"


" Jadi kok,"


" Kok cuma sebentar? "


" Iya."


Aku menahan tangis ku, itu membuat dadaku terasa sesak luar biasa.

__ADS_1


" Ada apa? cerita saja, jangan ditahan, aku tau kamu lagi sedih."


Air mataku akhirnya luluh dengan derasnya sambil ku peluk mbak Yani. Aku menangis menumpahkan segala sesak yang ada di pelukan mbak Yani.


" Menangis lah kalau itu bisa membuat mu lega. Jangan ditahan nanti kamu malah sakit. Jangan pura - pura kuat, itu malah akan membuatmu semakin hancur. Terkadang memang kita butuh orang lain untuk berbagi cerita yang kita tidak mampu memendamnya sendiri."


" Aku sudah sejak dulu menyiapkan hati ku untuk hari ini. Tapi ternyata masih sesakit ini."


" Itu karena memang kamu masih berharap dan belum bisa menerima kenyataan Yu. Makanya saat kamu sudah memastikan sendiri kamu baru menyadari, bahwa selama ini kamu telah membohongi perasaan mu sendiri."


" Aku nggak tau kalau ternyata mengetahui dan memastikan langsung itu jauh lebih sakit."


" Aku merindukan dia beberapa tahun ini, tapi setelah bertemu, dia sudah berdiri di hadapanku, aku tidak bisa memeluknya, padahal aku sangat merindukannya, itu sangat menyiksa mbak."


" Ya mau gimana lagi, dia bukan orang yang bisa sesuka hati kamu peluk lagi. Mungkin saat ini dia juga masih menjaga hati orang lain."


" Bisa jadi mbak, itu membuat ku tambah sakit, aku harus gimana coba?"


" Ya seperti yang pernah aku katakan Yu, kamu harus pelan - pelan melupakan perasaanmu itu, lalu membuka hati lagi. Nggak mungkin kan seumur hidupmu, kamu akan kaya gini terus."


" Nggak tau lah mbak. Saat ini aku benar - benar bingung."

__ADS_1


" Ya pelan - pelan saja, nggak usah dipaksakan. Yang penting kamu usaha. Berhenti berharap apa pun lagi tentang dia. Kalau dia masih sayang sama kamu pasti dia akan kembali, tapu kenyataan nya dia sudah punya cinta lain kan, itu berarti dia sudah tidak ada cinta untukmu lagi. Meskipun memang sakit ini lah kenyataan nya, kamu harus bisa menerimanya. Mau nggak mau juga kamu harus menjalaninya."


" Ya mbak."


" Dia saja sudah bisa mencari yang baru, kenapa kamu nggak?"


" Ya dia jadi begini kan gara - gara aku mbak. Coba aja kalau aku dulu nggak nyakitin dia,"


" Penyesalan tidak akan mengubah apa pun, penyesalan juga tidak bisa membuat waktu berputar ke masa lalu. Sekarang kamu harus bangkit, mulai dari awal lagi dan jangan mengulang kesalahan yang sama."


" Iya mbak, aku akan mencoba. Tapi untuk melupakannya aku nggak bisa."


" Cinta mu padanya yang harus dilupakan harus dikubur dalam, bukan orang nya. Kalau melupakan orangnya aku rasa itu juga nggak akan bisa, kecuali kamu lupa ingatan."


" Iya mbak, ya sudah besok balik kerja lagi aja ya mbak. Dengan sibuk bekerja mungkin itu bisa membantuku untuk berhenti memikirkannya."


" Kamu yakin bisa bekerja? kan kamu lagi kacau gini, nanti malah nggak bisa konsen bekerja."


" Ada anak - anak nanti, mereka adalah hiburan dan juga obat dari rasa sedihku."


" Oke lah. Besok kita balik."

__ADS_1


__ADS_2