
Nasehat ibu
Setelah sampai di rumah, aku langsung berpamitan dengan abang dan masuk rumah.
Pintunya nggak di kunci, tapi sepertinya bunda dan pak bos sudah di kamarnya.
Malam ini aku tidur dengan perasaan yang bahagia.
Pagi harinya, bunda tidak bertanya apa - apa itu membuatku keheranan.
Tumben nih si bunda diem - diem aja, kan biasanya dia yang heboh antusias dan kepo.
Batinku.
Tapi ternyata siangnya aku di interogasi, karena ini hari minggu bunda libur ngantor dan pak bos juga lagi libur tapi dia sibuk ngegame di kamarnya.
" Mbak,? "
" Apa nda? pasti mau kepo, soalnya tumben dari pagi diem - diem aja? "
" Iya dong. Itu tau, hahahaha, "
" Apanya yang mau di kepoin. Semuanya sama kaya yang nda bilang kemarin. "
" Bang Rian suka kan sama mbak? terus ditembak dong ? "
" Ya nggak lah nda, mati dong kalau di tembak, serem ih. Hahahaha, "
" Yee si mbak. Maksudnya dia sudah menyatakan perasaannya kah? "
" Sudah nda, "
" Diterima ?
" Hu,um ,"
" Asyekkkkkk, hahahaha, ada yang jadian nih. "
" Ini aku yang jadian kenapa jadi nda yang bahagia banget ? "
" aku ikut bahagia mbak, mewakili dirimu hehehe, "
" Tapi aku takut nda, takut nanti bikin dia kecewa. "
" Jalanin dulu aja mbak. yang penting mbak sudah berusaha. Kalau pun pada akhirnya nggak jadi. Ya itu sudah resiko dalam sebuah hubungan."
" Iya sih nda. Makasih nda. "
" Untuk?
" Sudah jadi tempat curhat aku, hehehe."
" Hahaha ah si mbak, biasa aja kali, anggap aja aku kakakmu mbak. Kalo mau cerita atau apa jangan sungkan. "
" Pasti nda. "
__ADS_1
Saat sedang asyik ngobrol sama bunda. Ponselku berdering. Panggilan masuk dari ibuk.
" Nda ini ibuk nelpon. Aku mau angkat dulu."
" Iya mbak nggak papa, ngobrol aja di kamar. Adek juga lagi tidur. Biar aku jagain dulu. Telpon lah sepuas mbak. Pasti ibuk nya mbak kangen sama mbak. "
" Makasih nda. "
Lalu aku pergi ke kamar mengangkat telpon dan ngobrol dengan ibuk.
" Assalamu'alaikum buk? "
" Wa'alaikumsalam nak, apa kabar nak? sehat kan? ibuk ganggu kamu lagi kerja nggak? "
" Alhamdulillah sehat buk. Nggak buk. Bunda lagi libur, jadi adek ditungguin bundanya. "
" Sudah makan belum nduk? tadi masak apa? "
" Tumis kangkung buk, sama tadi bunda bikin cumi asam manis. "
" Wah enak itu nduk. "
" Hehehe enak buk. Makanya Ayu jadi gendut sekarang. Hahahaha,"
" Ya alhamdulillah kan. Yang penting sehat. Berarti betah kamu disitu. Oh ya lebaran pulang kan? "
" Pulang buk. Bunda juga kan pulang kampung. "
" Apa habis lebaran mau balik kesitu lagi? "
" Nggak tau buk. Kayaknya nggak. Kerja disini kejauhan, kalau kangen ibuk jauh banget kalau mau pulang. "
" Itulah buk yang bikin berat hati. Ntah lah buk besok dipikirin lagi. Aku kangen banget sama ibuk, kangen diomelin ibuk, hehehe"
" Ibuk juga kangen nduk. Tinggal beberapa bulan lagi kan lebaran. Bentar lagi kamu bisa pulang."
" Tapi aku kangen banget sama ibuk. "
" Ada apa nduk? ada masalah apa? "
" Nggak ada apa - apa buk. "
" Ayo cerita sama ibuk. "
" Mas Afif buk." Menyebut namanya mengingatkan aku kembali akan dirinya. Dan itu membuatku menangis lagi.
" Ada apa dengan pangeran mu itu? "
" Dia sekarang sudah bukan pangeran Ayu lagi buk. Mas Afif mutusin aku buk, dia sudah nggak menginginkan aku lagi. Dia jahat kan buk. Setelah apa yang sudah kita lewati, dengan gampangnya dia buang Ayu."
" Mungkin ada alasan kenapa dia mutusin kamu nduk. Dan dia nggak bisa ngasih tau alasannya. "
" Tapi tetap aja dia egois buk. "
" Coba deh Ayu ingat - ingat lagi. Apa kamu yakin kamu nggak bikin kesalahan. Apa kamu yakin sikapmu sudah baik sama dia? bukan kah dulu saat kamu disini, kamu yang cuek tidak peduli lagi sama dia dan malah dekat sama beberapa lelaki? ibuk sudah mengingatkan kamu tapi kamu tidak mendengar. Setau ibuk nak Afif tidak seegois itu. Dia tidak mungkin mutusin kamu tanpa alasan. Ibuk tau dia yang menemani kamu selama ini. Yang selalu ada saat kamu membutuhkan. Yang menjaga kamu, mengingatkan kamu. Dia sangat menyayangi mu. Tidak mungkin dia akan berlaku seburuk itu jika bukan kamu yang memulainya. Ibuk tau kamu nduk. Tidak ada orang yang tau seperti apa dirimu selain ibuk. Karena ibuk yang melahirkan dan membesarkan mu jadi ibuk tau sifat kamu."
" Iya sih, ibuk benar. Aku yang sudah berkali - kali nyakitin dia. Aku disini dekat sama bang Rian. Tapi kita cuma temenan buk. Dan aku sudah menjelaskan ke dia. "
" Nak ibuk tau, walaupun dia hanya teman tapi dia laki - laki. Ada persahabatan antara lawan jenis. Tapi tidak sedikit yang jadi jatuh cinta karena sering bersama. Cinta bisa tumbuh karena terbiasa. Pantas saja dia begitu. Dia takut kamu jatuh cinta dengan laki - laki itu atau laki - laki itu yang sudah jatuh cinta denganmu. Karena dia jauh tidak bisa ketemu kamu. Sedangkan teman kamu itu, kamu setiap hari bertemu dengannya. Apa lagi dulu kamu sudah pernah menyakitinya, walaupun sudah kamu jelaskan, sudah susah baginya untuk percaya padamu lagi. Nak kamu sudah melukai dia lagi, ibuk tau gimana perasaan nak Afif. Disini kamu harusnya kamu yang disalahkan. Coba gini, misalnya di sana nak Afif punya temen cewek juga, sering nelpon kerja tiap hari ketemu, apa kamu tidak cemburu? "
__ADS_1
" Ya cemburu lah buk, cemburu banget malahan."
" Nah begitu juga dengan nak Afif. Harusnya kamu bisa jaga diri dan jaga hati agar jauh dari laki - laki lain kalau kamu tidak ingin nyakitin dia lagi nduk."
" Iya buk. Ayu ngerti sekarang. Makasih sudah di ingatkan. Ayu nggak tau harus gimana buk. jujur Ayu masih sangat mencintai dia. "
" Ini terjadi karena kesalahanmu. Maka terimalah akibatnya. Minta maaf lah ke dia. Kalau jodoh pasti akan ada jalan nya untuk dipersatukan, yang sabar nak. Makanya kalau mau bermain api, ingatlah kamu bisa terbakar olehnya. Ini bisa untuk pelajaran kamu kedepannya agar lebih bisa menjaga perasaan orang yang menyayangi kamu. "
" Iya buk. Ayu nyesel banget. Makasih ya buk, aku sayang ibuk. "
" Ibuk juga sayang banget sama kamu. Ya sudah nggak enak ibuk nelpon lama - lama. Kamu jaga kesehatan ya nak. Jaga diri, ingat selalu untuk menjaga dan melindungi kehormatan mu, karena itu adalah harta berharga mu. Jangan kecewakan kepercayaan ibuk. Ingat juga kewajibannya jangan ditinggalkan. Besok atau kapan kalau kamu nggak sibuk telponlah ibuk ya. "
" Iya buk. Ayu akan ingat terus pesan ibuk. Ibuk juga jaga kesehatan. Jangan capek - capek. Salam buat adek, aku kangen banget sama dia. Ya sudah buk assalamu'alaikum. "
" Iya nduk wa'alaikumsalam."
Buk,,,
Disaat semua orang menjauhiku,
engkaulah yang datang dengan pelukan hangat penuh kasih dan sayangmu.
Dengan tutur kata nan lembut dan halus membenarkan setiap tindak kesalahanku.
Tidak menghakimiku atas kesalahan yang aku lakukan.
Selalu menuntunku perlahan, menunjukan ku ke jalan kebenaran.
Tidak malu, atau bahkan membenciku atas perbuatan buruk ku,
tapi selalu membelaku dengan tutur kata bijak mu.
Terimakasih buk,,
Atas semua kesalahanku yang sudah kamu benarkan.
Sikap buruk ku yang tidak membuatmu malu.
Jalanku yang selalu kamu luruskan.
Walaupun aku tak bersamamu,
kamu menjagaku dan memelukku dengan doamu.
Diakhir sujud mu kamu pintakan kesehatan, keselamatan dan kebahagiaanku.
Sungguh, cinta kasih dan sayangmu tulus tanpa imbalan dan tanpa meminta balasan.
Tidak cukup hanya melahirkan, dan membesarkan, bahkan kamu memastikan aku selalu mendapat kebahagiaan.
Terima Kasihku tak kan mampu mengganti setiap jasa dan kasihmu.
Tapi tidak ada yang bisa aku berikan untuk membalas mu. Karena tidak ada apapun di dunia ini yang mampu membayar setiap cinta dan kasihmu.
*Walaupun aku tidak bisa membalas mu, tapi aku tidak pernah berhenti mendoakan mu.
Doa ku,,,
Semoga Tuhan senantiasa memberimu ketenangan hati. Memudahkan setiap urusan dalam hal yang membuatmu kesulitan, memberikan apa yang kamu inginkan, mengabulkan doa yang kamu panjatkan, memberimu selalu kesehatan dan kebahagiaan. Semoga kelak Tuhan memberikanmu surga terindah yang tak henti - hentinya selalu ku mohonkan untukmu.
__ADS_1
Amin**