
Sebuah tawaran pekerjaan
Tidak terasa akhirnya aku lulus, dengan nilai yang cukup bagus.
Dengan keadaan keluarga ku yang jauh dari kata orang berada, aku memutuskan untuk tidak menerus kan sekolahku. Ku putuskan dirumah sebentar sambil menunggu ada yang menawarkan pekerjaan.
Para guru sangat menyangkan hal itu, ya walaupun bukan murid berprestasi tapi nilai ku di anggapnya termasuk nilai yang bagus.
Meneruskan sekolah itu butuh biaya banyak, belum lagi aku tidak punya kendaraan. Mau berjalan kaki juga tidak ada temannya. Sebenarnya sangat ingin aku melanjutkan sekolah. Tetapi melihat kondisi ekonomi keluargaku, aku mengurungkan niatku. Biarlah tak apa asal aku tidak menjadi beban mereka, aku bahagia. Biarlah nanti aku bekerja walaupun tidak bisa membantu banyak, tapi setidak nya aku bisa membeli kebutuhan dan apa yang aku inginkan sendiri tanpa menyusahkan mereka.
Tak terasa setahun sudah aku dirumah.
" Nduk, sebenarnya ibuk ingin kamu melanjutkan sekolah. "
" Ndak usah buk. Kemarin juga bapak ngajak mau mendaftar tapi aku tidak mau. Aku capek mikirin pelajaran buk, pengen kerja saja. " Jawab ku berbohong, karena aku tidak mau menjadi beban pikiran ibuk.
" Itu kemarin kakaknya si Tia nyari orang buat ngasuh anaknya. Apa kamu mau, tapi jauh nduk di Pekan Baru."
" Ndak apa - apa buk, lagian aku juga sudah biasa ngurus adek kan. Jadi itu hal gampang buat ku, sekalian aku belajar kerja juga. Sudah lama aku menganggur dirumah buk. Itu kan juga kakaknya Tia sahabat aku. Ibuk juga kenal kan? mereka keluarga yang baik."
" Tapi jauh nduk di sana kamu nggak kenal siapa - siapa. Nanti kalau kamu nggak betah gimana? kerja sama orang itu nggak enak nduk."
" Iya buk Ayu tau. Kan aku juga nggak selamanya akan terus sama ibuk. Biar lah buk aku berlatih mandiri di tempat orang, untuk memenuhi kebutuhanku sendiri, agar tidak menyusahkan ibuk."
" Ibuk sih nggak keberatan nduk memang itu sudah jadi kewajiban ibuk sama bapak. Tapi ya ibuk tidak bisa memberikan apa yang kamu inginkan. Iya sudah kalau itu keputusan mu nduk."
Jujur rasanya sangat berat untuk berpisah dengan ibuk lagi. Apa lagi sekarang jauh banget di sana tidak kenal siapa - siapa. Tapi tekad ku sudah bulat. Aku tidak ingin selamanya bergantung pada orang tuaku, aku tidak ingin menyusahkan mereka. Aku juga punya keinginan ku sendiri untuk aku penuhi.
Dengan segala berat hati. Aku memutuskan untuk berangkat.
" Mau ibuk bantuin berkemas nya nduk? "
" Sudah selesai kok buk." Jawabku sambil tersenyum aku tidak ingin menunjukan kesedihan ku di hadapannya.
" Kamu sudah yakin mau berangkat? apa nggak pikir - pikir dulu, ikut orang, bekerja sama orang itu tidak mudah loh nduk?" tanya ibuk.
Aku tau pasti ini juga sangat berat untuk nya. Sebenarnya mungkin dia tidak rela juga aku pergi.
" Ibuk, aku tau ibuk cemas.Biarlah Ayu belajar meskipun tidak mudah buk. Ayu udah gede buk, saat nya berpetualang belajar dewasa dan mandiri. Keluar dari zona nyaman. Merasakan susahnya mencari uang. Ibuk doain aja semoga Ayu betah di sana, agar ayu juga sehat."
__ADS_1
" ya sudah jika itu mau mu nduk. Jaga diri di sana baik - baik ya. Kalau nggak betah bilang aja ndak usah di tahan - tahan. Nanti malah sakit."
" Iya buk. Ibuk juga selama Ayu nggak ada jaga kesehatan ya. Yang akur sama bapak. Oh iya buk besok sebelum berangkat ke dokter dulu ya, minta obat anti mual. "
" Iya nduk, besok biar di antar bapak."
" Buk besok yang mau anterin Ayu ke Pekan Baru siapa ya? "
" Paman nya Tia nduk. Ya udah kamu istirahat ya? jangan tidur malam - malam, biar besok badannya fit kalau mau berangkat."
" Iya buk. "
Walaupun hubungan ku dengan mas Afif sudah renggang tapi sesekali aku masih bertukar kabar dengan nya. Aku merasa bahwa dia masih bagian dari duniaku. Karena aku masih sangat mencintainya. Dia sekarang bekerja di salah satu pabrik di tangerang. Mungkin ini juga yang menyebab kan kita renggang karena kesibukan masing - masing.
π¨ Aku
Assalamu'alaikum mas,
gimana kabar nya? sehat kan? maaf kalau aku ganggu. Aku cuma mau bilang besok aku akan berangkat kerja ke Pekan Baru.
Setelah ku mengirim pesan ku. Aku menaruh ponsel ku di atas bantal lalu aku berbaring nya disampingnya.
Mungkin mas Afif masih kerja belum pulang. Pesan ku ganggu nggak yah? dia masih mau balas pesanku tidak ya? tapi ya sudah lah. Mungkin juga dia sudah nggak peduli. Aku nggak boleh terlalu berharap. Karena memang salahku selama ini mengabaikan dia. Dia di kota sekarang, cewe cantik banyak. Mungkin nggak yah dia udah punya pacar?
Ting,, suara ponsel ku, tanda pesan masuk. Yang ternyata dari mas Afif. Ntah kenapa itu membuat ku sangat bahagia.
π© Mz Afif
Waalaikumsalam dek, kabar ku baik. Adek sendiri gimana kabar nya? oh ya dek kok itu kerjanya jauh banget sih. kerja apa dek? memang cari kerjaan yang deket aja nggak ada ya?
Ternyata dia masih selembut ini, masih perhatian juga. Batin ku.
Tapi aku tidak berharap banyak. Apakah dia masih mencintai aku apa tidak, aku tidak tahu.
Aku memutuskan untuk menelpon nya.
" Hallo dek, assalamu'alaikum, "
" waalaikum salam mas,"
__ADS_1
" Kenapa diem aja, nggak salam duluan? "
" Takut yang angkat bukan mas, hehehe. Aku ganggu nggak mas? "
" Nggak dek, tadi aku dapat shift pagi. Jadi sore udah pulang. Tumben nelpon,? "
" Iya, pengen aja, hehehe. Kenapa? nggak boleh tah? "
" Boleh aja. Kan biasanya adek yang sibuk. Di telpon nggak di angkat ,pesan ku pun nggak di balas. "
" Iya maaf mas. "
" Ya sudah nggak papa. Nggak usah dibahas. Kita bahas soal kamu yang mau kerja. Coba cerita kenapa bisa mau kerja di sana?"
" Emm, kerja di Pekan Baru tempat kakaknya sahabat aku mas. Kerjaan nya jagain anak nya dia masih bayi, baru umur 3 bulan. Kenapa jauh? ya karena bapak ibuk setuju, selain sudah kenal juga. Banyak yang nawarin kerjaan tapi bapak nggak setuju. Karena ini lah itu lah. Nah sekarang mumpung setuju ya kesempatan, jadi ya berangkat. "
" Tapi jauh loh itu dek, "
" Iya tau mas. Tapi nggak papa mas, dari pada nggak kerja, kan aku juga pengen tau dunia luar. "
" Ya sudahlah kalau itu mau nya adek. Besok kalau udah nyampe sana kabarin ya dek. Sekarang istirahat, udah malem. "
" Ya sudah mas, assalamualaikum,
oh ya lupa, jaga kesehatan ya mas. "
" Iya dek pasti. Adek juga ya. waalaikum salam. "
*-*-*-*-*-*-*-*-*-*-*-*-*-*-*-*-*-*-*-*-*-*-*-*-*-*-*-*-*
Assalamualaikum.
Halo semuanya yang sudah mampir ke novel kuβΊβΊβΊ,, salam kenal ya.
Terimakasih banyakππYang sudah bersedia mampir dan membaca sampai bab ini. π
Mohon dukungan nya ya. ππ
like, dan vote author.
__ADS_1
Tinggal kan jejak di kolom komentar.π
Sekali lagi terimakasih. π