
**Anak - anak bimbel**
Aku bangun pagi - pagi sekali, semalam tidak bisa tidur nyenyak karena masih beradaptasi dengan lingkungan baru.
Karena masih terlalu pagi, aku memutuskan untuk membersihkan dan membereskan rumah dahulu.
Lalu mengurus bude lanjut membersihkan diri.
Semakin siang banyak anak - anak kecil berdatangan untuk bimbingan belajar.
Kulihat hanya buk Ririn yang mengajar, karena banyaknya yang datang bu Ririn sampai kualahan.
Banyak banget anak - anak yang ikut bimbel, sampai buk Ririn kualahan. Samperin ah, sambil lihat - lihat, sekalian belajar juga. Seru tuh kayaknya kalau bisa bantuin buk Ririn.
Aku masuk keruangan bimbel, nyamperin anak - anak, sambil tersenyum secantik mungkin saat ada anak yang melihatku.
Aku pelan - pelan memperhatikan cara buk Ririn mengajar. Tidak sulit menurutku.
Saat ku yakin aku bisa. Aku pun turun tangan ikut membantu.
Awalnya mereka memandang aneh diri ku serta malu - malu, ada yang takut juga, mungkin karena belum kenal dan belum terbiasa, wajar karena aku orang asing di lingkungan mereka, tapi aku selalu berusaha berinteraksi dengan mereka seramah mungkin.
__ADS_1
Tidak butuh waktu lama untuk aku akrab dengan mereka. Mungkin juga karena aku menyukai anak - anak.
Hari ini aku sangat menikmatinya. Selain mengajar adalah hal yang aku sukai, bertemu dengan anak - anak juga adalah hiburan tersendiri.
Cukup melelahkan memang, mengajar dari pagi hingga sore, tidak ada waktu istirahat. Juga sambil ngurusin bude.
Lelah luar biasa memang, tapi karena menyukainya, aku pun menikmati dengan setulus hati.
" Baru awalan, kerja kamu sangat bagus Yu. Sudah pernah ngajar sebelumnya ya? "
" Belum buk. Cuma kemarin pernah belajar bareng sama anak saudara. "
" Tapi kamu luwes banget sama anak - anak. Baru sehari saja kamu sudah akrab dengan mereka. "
" Malam nanti kalau kamu sudah selesai ngurus bude, aku ajarin cara bikinin soal dan PR buat mereka. "
" Baik buk. Memang ibuk nggak kualahan ya, tiap hari anak bimbel sebanyak itu dan hanya mengajar sendiri? "
" Ya sudah terbiasa Yu. Sudah bertahun - tahun aku buka kelas bimbel ini. Kadang ya lelah banget. Semoga kamu betah ya kerja disini agar bisa bantuin aku. "
" Iya buk. Ya sudah aku mau mandiin bude dulu buk. "
" Baiklah. "
Setelah selesai mengurus bude dan membersihkan diri serta mengisi perut, aku lanjut belajar dengan buk Ririn.
__ADS_1
Rasanya capek banget memang, malam saatnya istirahat kadang masih harus terbangun karena dipanggil bude. Tapi tetap aku menikmatinya. Buk Ririn sama bude juga orangnya baik.
Aku sangat bersyukur karena lagi - lagi aku dipertemukan dengan orang yang baik.
Anak bimbel adalah semangatku yang baru. Alasan juga untuk aku harus betah bekerja ditempat ini.
Berbaur dengan mereka adalah hiburan dari rasa lelah yang mendera.
Kepolosan mereka terkadang mampu mengundang gelak tawaku. Itu menjadi hiburan tersendiri untukku. Saat hari berganti, bertemu dengan mereka adalah hal yang paling aku tunggu - tunggu.
Kegigihan mereka dalam belajar membuatku salut. Bagaimana tidak, Setelah berkutat berjam - jam dengan berbagai pelajaran disekolah, pulang sekolah seharusnya waktu untuk mereka bermain melepas penatnya pelajaran disekolah, tapi mereka memilih untuk masih ikut bimbingan belajar lagi. Sebenarnya itu adalah pilihan orang tua mereka, tapi mereka menerima dengan senang hati, tanpa marah dan tanpa protes.
Mereka pun belajar dengan gembiranya dengan senyum manis yang tergambar jelas diwajahnya. Tidak ada rasa keterpaksaan. Sungguh luar biasa titipan tuhan yang satu ini. Aku begitu mengaguminya.
Aku banyak belajar dari mereka. Bekerja ditempat ini, selain menguras tenaga ekstra juga membutuhkan kesabaran yang luar biasa.
Aku rasa dengan aku yang masih emosian ini, kadang suka tidak bisa mengontrolnya. Bekerja disini juga bisa sekalian belajar untuk lebih bisa menahan diri dan belajar untuk lebih bersabar lagi.
Melihat anak - anak bimbel aku jadi teringat adik ku dirumah.
Mungkin sekarang kamu sudah sebesar mereka dek, mbak kangen. Sebentar lagi kamu sekolah juga kan ya, mbak pengen bisa ngajarin kamu belajar kaya gini.
Aku merindukan jagoan kecilku, setelah lulus sekolah aku sering bekerja, jadi nggak ada banyak waktu untuk menemaninya bermain lagi.
Fokus belajar dulu sama anak - anak, nanti kalau udah istirahat baru nelpon ibuk. Kerja dulu, harus semangat.
__ADS_1