
Akhir dari kisah kita
Saat jam makan siang benar saja ponselku bergetar tanda ada panggilan masuk, dan aku yakin itu pasti dari mas Afif. Tapi aku tidak mengangkatnya, karena kebetulan aku lagi makan bareng dengan bu bos.
Setelah bu bos balik ke kantor, pasti lah jam makan siangnya juga sudah usai. Aku putuskan untuk menghubunginya malam nanti.
Seperti biasa kalau siang aku menemani si dedek bermain di teras. Kebetulan ada om Rian yang nggak tau dari mana.
" Tumben Yu siang - siang ada di teras? "
" Ihh sering kali om. Om aja yang jarang liat. "
" Masak sih? ya mungkin pas aku sudah balik kerja kali ya? "
" Bisa jadi. Itu om dari mana? bukanya jam istirahatnya sudah habis ya? "
" Dari beli es tebu. Kebetulan lagi nggak ada kerjaan jadi santai. Nih tadi aku belikan sekalian untuk mu. "
" Ih makasih om, sering - sering lah ya, hahaha. "
" Itu mah maunya kamu Yu. "
Dan kita tertawa bareng.
Adanya om Rian menambah satu teman baru lagi untukku. Sekarang aku sudah akrab dengan om Rian. kalau mas Afif lagi lembur dan om rian pas lagi dirumah, dia yang menemani aku ngobrol di teras depan.
Malam harinya setelah selesai tugas ku belajar dengan bang Rafid, aku memutuskan menghubungi mas Afif.
" Assalamu'alaikum mas? "
" Waalaikum salam adek, "
" Lagi apa mas? aku ganggu nggak? "
" Nggak ganggu kok dek, ini lagi istirahat dek, adek lagi apa? "
" Lagi merindukanmu mas. Hehehe "
" Cieee, ada yang kangen nih?"
" Mas nggak rindu tah? "
" Sangat merindukanmu juga dek. "
__ADS_1
" Pengen ketemu. "
" Sabar ya dek? "
" Kadang suka lelah bersabar tapi ya mau gimana lagi, keadaan yang memaksaku harus begini."
" Iya, aku ngerti. Yakin lah pasti suatu saat kita akan ketemu. "
" Apa aku ikut mas kerja di situ aja ya? "
" Nggak bisa, aku nggak ngizinin, disini berat dek kerjanya, aku nggak tega."
" Tapi kan kita bisa ketemu. "
" Iya memang, tapi tetep aku nggak ngizinin kamu bekerja disini. "
" Iya deh iya. "
Dan begitulah obrolan ku sepanjang malam dengannya.
Tak terasa sudah berbulan bulan aku bekerja di tempat orang. Kadang kala saat merasa lelah luar biasa ada rasa nggak betah pengen pulang. Tapi karena ingat akan tujuan dan impianku membuatku harus biasa bertahan.
Dan semakin lama terbiasa disini, ada rasa nyaman juga.
Hubungan asmaraku masih lurus - lurus saja. terkadang mas Afif juga sibuk dengan teman - teman nya. Tak ku sadari aku juga semakin akrab dengan om Rian, dia selalu memberiku perhatian lebih. Dan jujur itu membuat ku nyaman.
Aku lupa memberi tahu mas Afif bahwa hari ini aku belanja. Aku tidak pernah menyangka kesalahan ini membuat malam ini akan menjadi malam terburuk. Entah memang karena masalah ini atau hanya sebagai alasan saja.
Saat sedang perjalanan pulang, sambil memangku si dedek yang tengah tertidur pulas, aku bertukar pesan dengan mas Afif.
📩Mz Afif
Selamat malam dek, lagi apa? kok mas telpon nggak diangkat?
📨Aku
Lagi di mobil mas, jalan mau pulang.
📩Mz Afif
Emang dari mana?
📨Aku
, Biasa mas, dari belanja. Maaf tadi lupa ngabarin.
📩Mz afif
__ADS_1
Dek komitmen kamu dalam menjalin hubungan denganku itu apa?
N**ah lo, ini maksudnya apa coba, kenapa tiba - tiba bahas komitmen. Tumben nanya serius kaya gini? kok perasaan ku nggak enak ya.
Aku heran dibuatnya, dan terus bertanya - tanya di dalam hati. Karena melamun, dan sibuk menerka-nerka membuatku lama membalasnya. Belum sempat aku membalas pesannya. Mas Afif sudah mengirim pesan lagi.
📩Mz Afif
Sepertinya kamu tidak serius dengan hubungan kita. Lebih baik kita akhiri sampai disini dek, dari pada kita semakin tersakiti.
Ku baca pesannya sambil membulatkan mataku tak percaya. Berulang - ulang aku membacanya berharap aku salah baca. Tapi mau di ulang beribu kali pun hasilnya masih tetap sama, aku tidak salah baca.
Bagai tertusuk belati, hatiku sangat sakit. Untung saja air mataku tidak lolos. Dan untungnya juga aku masih ingat bahwa aku lagi bersama dengan si bos. Aku tahan dulu berbagi pertanyaan yang ingin aku utarakan. Sepertinya aku harus membalasnya kalau sudah sampai dirumah. Ingin sekali cepat sampai dirumah, menyelesaikan masalah ini. Aku merasa laju mobilnya berjalan sangat pelan. Hingga terasa sangat lama.
Aku tatap tepi jalan di luar jendela, kebetulan saat itu juga sedang turun hujan tapi tidak terlalu deras.
Kubuka kaca jendela, ku senderkan kepalaku ditepi jendela, agar wajahku tersapu air hujan walau cuma sedikit. Berharap dingin nya air bisa membangunkan aku dari mimpi buruk yang menyakitkan ini.Tapi sebanyak apa pun air hujan yang menyapu wajahku, tak mampu membangunkan ku, karena ini semua bukan lah mimpi, tapi kenyataan yang mau tidak mau harus aku telan.
Apa maksud dari pesan mu ini mas. Aku berharap kamu hanya salah tulis, atau mungkin temanmu yang emang lagi iseng. Aku tau selama ini mungkin aku sudah sering kali mengecewakanmu. Walaupun begitu tapi aku sangat menyayangimu, sangat mencintai mu. Apa sebenarnya salahku kali ini? hingga kamu tega mematahkan hati yang sedang mencintai mu.
Jika aku salah, maka bicara lah, di bagian mana aku membuat kesalahan?
Jika aku buruk, maka kasih tau, di bagian mana yang harus aku perbaiki?
Jika cinta dan sayangku kurang,
maka bicaralah dengan perlahan, maka akan aku tambah sebanyak yang kamu inginkan.
Jika ada kesalahpahaman, maka bicaralah pasti aku akan menjelaskan.
Jika kamu tidak percaya padaku, bicaralah, maka akan senang hati akan ku buktikan.
Apa kata maaf ku tak mampu untuk menebus rasa sakit mu dulu?
Apa kesalahanku yang dulu masih menyakiti hatimu?
Jujur sebenar nya aku tidak tau, kata - kata apa yang telah aku ucapkan hingga membuatmu sakit, sampai kamu memutuskan untuk mengakhiri hubungan kita?
Aku juga tidak tau, hal apa yang telah aku lakukan hingga membuatmu kecewa padaku, sehingga kamu tega melukaiku dengan kata putus mu?
Apa kamu sudah tidak bahagia bersamaku, hingga kamu ingin membuang ku?
Apa aku sekarang sudah tidak pantas lagi berada di sampingmu, hingga kamu mengusirku dan ingin mencari pengganti ku?
Kemana sayangmu untukku pergi?
Kemana cinta yang kau berikan bisa sirna?
__ADS_1
Sungguh kau membuatku bingung dengan semua ini mas. Aku harap kamu bisa memberikan penjelasan yang bisa aku terima, kenapa kamu tiba - tiba ingin mengakhiri hubungan kita. Berikan aku alasan yang dapat aku terima, agar aku bisa melepas mu dengan ikhlas dan lapang dada.