Kesalahan & Keegoisan Dibalik Kebahagiaan

Kesalahan & Keegoisan Dibalik Kebahagiaan
Bab 12


__ADS_3

Nana nina


" Dia sibuk ngapa memang dek?" tanya mas Afif penasaran.


" Dia sibuk Nana Nina sama selingkuhannya!! ih aku sebel banget mas. Pengen ku jambak itu si j*l*ng. Aku lagi ngebayangin nya aja udah sakit banget."


" Nggak usah di bayangin, adek belum cukup umur, hehehe. Eh itu enak tau dek. Kata siapa sakit ?" kata mas Afif sambil tertawa.


" Ih nyebelin deh. Tau ah gelap!! aku matiin aja ya, assalamualaikum!!!" kata ku dengan setengah berteriak, karena sudah kesal sama mas Afif.


" Ehh tunggu, canda dek, bercanda. Biar kamu nya ketawa, gak sedih terus. Tau nggak dek? sebenernya hati mas juga hancur denger kamu nangis kaya tadi. Mas gak tega.Tapi nggak papa mas juga seneng karena adek nangis nya cuma ke aku, nggak ke cowok lain. Biarlah hanya aku yang tau sisi kamu yang ini dek. Aku ingin selalu jadi orang pertama yang menenangkan mu. "


" Eh tapi tunggu!!! tadi katanya enak? berarti udah pernah dong? ih aku gak nyangka, ternyata mas Afif cowok kaya gitu, "


" Kok malah jadi gini sih? adek ingat kan? aku pernah bilang, adek itu pacar pertama ku. Berarti adek udah faham dong maksud nya. Kan aku bilang tadi bercanda dek.


Mas laki - laki normal dek, munafik jika aku bilang, aku tidak berfikiran aneh - aneh. Apa lagi kalau aku di dekat adek. Jujur dek, aku selau menginginkan lebih, lebih dari berpelukan, lebih dari mencium kening, lebih dari berpegangan tangan. Tapi rasa sayang ku ke kamu, lebih besar dari nafsu ku. Aku sudah berjanji bukan? akan menjaga adek, itu termasuk menjaga adek dari diri ku sendiri. Aku tidak mau merusak mu dek. Aku ingin selalu membantu menjaga kehormatan mu. Menjadikan kamu wanita baik - baik. Untuk sekarang kamu belum menjadi hak ku. Jadi aku tidak berhak untuk merusak mu. Inilah bentuk rasa sayangku ke kamu, dan beginilah cara ku mencintai mu. "


Aku begitu terharu mendengar nya. Aku sangat bahagia, ternyata aku tidak salah mengenal nya.


" Terimakasih mas. Beruntung nya aku di cintai laki - laki seperti mu. Aku berharap kamu lah laki - laki yang akan menghalalkan ku. Tapi masih jauh ya, sekarang aja belum lulus, belum punya ktp, hehehe." Jawab ku sambil cengengesan.


" Kebiasaan merusak suasana. Nggak jadi romantis. Tadi lagi ngebahas bapak kan? kenapa jadi ngebahas kita. Wah gara - gara si Nana Nina ini jadi mengalihkan topik utama."


" Tapi gara - gara si Nana Nina aku jadi berbunga - bunga tau mas. Aku jadi makin sayang banget sama kamu."


" Oh berarti aku harus berterimakasih sama si Nana Nina. Hehehe."


" Udah ah stop bahas Nana Nina nya kasian tuh dia bersin mulu, karena di omongin kita. Hahaha." Kata ku sambil tertawa.


" Akhirnya, mas seneng dek kamu ketawa begini. Mas berharap, kamu selalu bahagia. Balik deh ke cerita bapak tadi, kok adek tau bapak lagi sibuk begituan. Tau darimana? "


" Ibuk dapet pesan dari saudara di Lampung mas. Aku tebak dari pesan nya, sepertinya bapak pulang ke Lampung dengan wanita itu."

__ADS_1


" Emang bapak asli Lampung dek?"


" Simbok dulu orang sini, terus transmigrasi ke sana. Simbok menikah di sana dan menetap di sana, "


" Oh, emang itu si simbok nggak marah ya dek, liat anak nya pulang bukan bawa istri, tapi malah bawa cewek lain?"


" Dari cerita ibuk sih, emang simbok dari dulu nggak suka sama ibuk. "


" Oh begitu. Terus gimana dek? "


" Ya aku gak tau mas."


Aku selalu lupa waktu kalau lagi ngobrol sama mas Afif. Karena malam sudah semakin larut, aku akhiri panggilan ku, dan segera aku beristirahat.


Setelah mendengar kabar soal bapak. Hampir setiap malam aku tidur di kamar ibuk. Nemenin ibuk agar ibuk tidak kesepian. Terkadang saat aku telponan dengan mas Afif, ibuk juga ikut ngobrol. Kita bercanda bareng. Aku sangat bahagia melihat ibuk tersenyum, apa lagi alasan di balik senyuman ibuk adalah aku.


Aku sengaja ngebanyol dengan mas Afif untuk membuat ibuk ketawa. Setidak nya itu bisa membuat ibuk sedikit terhibur. Hanya itu yang bisa aku lakukan untuk sekarang. Usaha ku mengembalikan lagi senyum ibuk.


***


" Kok cepet banget ya, beberapa hari lagi udah ujian lagi?" kata Aisyah.


" Makanya belajar yang bener, biar naik kelas, " kata mbak Yani.


" Otak kalian kan encer banget tuh, emang masih perlu belajar ya?" tanyaku.


Mereka bertiga adalah penduduk dari rangking 1 ,2 dan 3. Gadis manis berkulit putih, berambut panjang nan hitam. Dia Aisyah yang menyandang gelar juara pertama, lalu mbak yani dan yang ke 3 mbak Okta. dalam pelajaran mereka bersaing merebutkan juara pertama, tapi di luar itu kita saudara. Mereka bersaing sehat, saling memberi tahu jika kita bertanya soal pelajaran yang tidak kita mengerti .


Aku beruntung ada di tengah - tengah mereka.


" Kenapa kita pintar? itu karena kita rajin belajar. Kamu pikir walaupun kita pintar, kita jawab soal nya gak perlu mikir? kalau kita jawab nya sambil merem, tuh jawaban salah semua dan gak mungkin di bilang pinter Ayu," kata mbak Okta sambil mencubit gemas pipi ku.


" Aw, ih sakit mbak. Aku pikir sambil mejemin mata, tuh soal udah langsung ketemu semua jawabannya." Kata ku sambil mengelus - elus pipi ku.

__ADS_1


" Iya bisa, langsung ketemu jawabannya. Tapi bisa salah semua. " Kata mbak Yani.


" Ohh iya kabar orang tua mu gimana Yu ?" tanya Aisyah.


" Yah begitulah. " Jawab ku.


" Belum ada kemajuan ya? " tanya mbak Okta.


" Aku lagi malas bahas ini mbak. Mau fokus ke ujian dulu. Aku janji deh setelah ujian nanti aku akan ceritakan semuanya. " Jawab ku.


" Kita hormati keputusan mu, kapan pun kamu mau cerita, kita siap jadi pendengar setia. Fokuslah ke ujian besok. Semoga nilai mu tidak mengecewakan seperti kemarin. " Kata mbak Yani.


" Aku akan berusaha," kata ku sambil tersenyum.


" Semangat!! " kata mbak Okta dan Aisyah bersamaan.


" Terimakasih. "


Kita pun berpelukan.(udah kaya telatabis ya, hihihi 😁😁).


Hari demi hari ku lalui dengan seperti biasa. Selesai aku belajar, aku mengistirahatkan, badan, hati dan pikiran. Berharap besok semua masalah ku cepat usai.


Tapi memang terkadang hidup tak sesuai dengan harapan. Kita hanya bisa berencana, dan Tuhan lah yang menentukan. Tuhan tidak memberikan apa yang kita inginkan, karena tuhan lebih tau apa yang kita butuhkan. Apa yang kita inginkan belum tentu sebaik yang tuhan pilihkan.


Ya dan ini lah cobaan baru yang tuhan pilihkan untuk ku. Memberiku masalah yang seakan memaksa ku untuk menyerah.


***


Lusa akan di adakan ujian, ujian kelulusan. Dan malam ini hati ku kembali dipatahkan, dengan kenyataan yang bagiku sangat menyakitkan.


" Nduk ?" panggil ibuk. Sambil mendekat ke arah ku.


" Iya buk, " jawab ku. Aku bangun dari tidur ku, aku duduk di tepi ranjang di samping ibuk.

__ADS_1


" Sudah selesai belajar nya? " tanya ibuk basa - basi.


" Barusan selesai buk. Ada apa buk?" tanya ku penasaran. Karena ibuk gak akan masuk ke kamar ku kalau gak ada hal penting yang ingin di bicarakan.


__ADS_2