
Cerita ibuk
Setelah ibuk datang kesini. Kehidupan ibuk tidak membaik. Perjuangan ibuk datang menyusul bapak. Disambut caci makian dari sang mertua dengan sikap dingin, dan acuh tak acuh dari bapak. Kehamilan ibuk juga tidak membuat semuanya membaik.
Ibuk malah harus bekerja dari pagi hingga sore hari. Itu ibuk lakukan dari ibuk hamil trimester pertama hingga trimester ke tiga. Mual - mual, ngidam ingin ini dan itu, itu bukan alasan untuk ibuk bermanja-manja. Apa yang ibuk pengen dia beli sendiri. Tapi sesekali ibuk juga minta tolong dibelikan bapak, jika jaraknya jauh ibuk tidak mampu menjangkau dengan berjalan kaki, itu pun kadang bapak mau kadang tidak.
Dengan perut yang semakin membesar, gerak pun terbatas, bernafas pun kadang terasa sesak. Bekerja dibawah terik matahari, itu suatu hal yang tidak mudah. Tapi ibuk lebih suka begitu. Mending bekerja dari pada dirumah berasa di neraka.
Dengan bekerja ibuk bisa bercengkrama dengan banyak orang. Bertemu dan bercanda dengan teman kerja merupakan hiburan buat ibuk. Kata ibuk itu bisa menghilangkan stres ibuk dan rasa sakit hatinya. Walaupun kalau sudah sampai dirumah, ibuk di ingatkan kembali dengan berbagai rasa sakit itu lagi.
Di kehamilan ibuk yang sudah menginjak trimester ketiga.
Malam itu sangat sepi, karena hujan yang menguyur sangat deras. Jadi tidak ada satu pun orang yang berlalu lalu lalang dijalan walaupun hanya sekedar lewat.
Saat itu bapak bertengkar hebat dengan ibuk. Ibuk berencana pergi kerumahnya bude untuk menghindari perdebatan itu. seharian bekerja membuat ibuk cukup lelah walau hanya sekedar beradu argument.
Seharian ibuk bekerja dengan perut yang sudah membesar itu sudah cukup melelahkan bagi nya. Apa lagi ditambah dengan perdebatan dengan bapak. Tidak bisa aku bayangkan bagaimana rasanya ibuk saat itu.
Saat ibuk sudah berada dihalaman, bapak datang menyusul dan menarik tangan ibuk, karena hujan dan halaman jadi licin tarikan tangan bapak cukup kuat, hingga membuat ibuk terpelanting dan jatuh terlentang.
Ibuk kesakitan, Ibuk berusaha bangun tapi ibuk tidak bisa. Ntah itu memang bapak sengaja atau tidak.
Beruntung ada tetangga yang menolong ibuk. Membantu ibuk bangun, memapah dan membantu ibuk membersihkan diri yang sudah bermandikan lumpur.
Dingin nya malam serta air hujan yang menguyur tubuhnya membuat ibuk menggigil.
Karena efek terjatuh tadi, untuk sekedar berjalan pun ibuk kesulitan.
Untung saja ibuk dan bayinya tidak kenapa - napa. Tidak pendarahan atau bahkan sampai keguguran.
__ADS_1
Memang kuasa tuhan maha sempurna.
Kejadian itu juga belum mampu menyadarkan bapak. Hingga ibuk mau melahirkan pun masih tega bapak menyiksanya.
Kebetulan sekali kejadian ini juga malam hari. dengan hujan yang sama derasnya.
Ibuk sudah sering kontraksi berasa mau melahirkan. Ibuk pun meminta bapak memanggilkan simbah dukun beranak. yang biasa menolong orang - orang melahirkan di situ. Karena rumah Bidan sangat jauh jadilah si mbah dukun sebagai penolong pertama sebelum bu Bidannya datang.
Ibuk hanya dirumah sendiri saat itu.
Kontraksi semakin sering, tapi bapak belum kunjung kembali. Sampai ibuk pecah ketuban bapak juga belum datang. Disaat ibuk sudah merasakan bayi nya akan lahir, ibuk hanya langsung terduduk dilantai membenarkan posisi, tanpa alas apapun. Karena tidak sempat ibuk pindah ke ranjang jadilah ibuk melahirkan ditempat itu. Saat ibu mengejan yang terakhir dan bayinya keluar dengan suara tangisan. simbok yang sudah berada di belakang rumah, segera berlari menghampiri ibuk. Dan segera mengangkat bayi yang sudah lahir tanpa alas apa pun. simbok belum bisa membersihkannya karena tali pusarnya belum di potong menunggu mbah dukun nya datang.
Hingga bayi nya lahir pun bapak belum kunjung datang.
Setelah menunggu beberapa menit mbah dukun nya baru datang. Saat dari samping rumah sudah terdengar suara tangisan bayi. segeralah berlari menghampiri ibuk yang sudah terkulai lemas. Mbah dukun nya lalu Mengeluarkan plasenta dan memotong tali pusar, setelah itu baru ibuk di pindahkan ke tempat tidur.
Rupanya bapak tidak bilang ibuk akan melahirkan, bapak cuma bilang mbah disuruh memijat saja. Jadi ya si embah santai, nunggu habis Isya, sholat dulu, makan dulu, baru pergi.
Para sanak saudara yang sudah ramai berkumpul disitu, mendengar cerita dari embah menjadi geram, mereka langsung memarahi dan memaki bapak bergantian.
Masalahnya ini bukan hal yang sepele. Melahirkan itu nyawa taruhannya.
Entahlah aku bingung dengan bapak. Kok sampai hati ya, secara tidak langsung sudah menyiksa ibuk. Sebenarnya apa yang ada dipikirannya itu?
Aku benar-benar sedih mendengar cerita ibuk. Andaikan aku kesini nya lebih cepat mungkin kejadian itu tidak akan terulang.
Beruntung Tuhan selalu melindungi ibuk, hingga tidak terjadi apa-apa sama ibuk.
Perjuangan mu sungguh luar biasa buk. Kau perjuangkan cinta dan pernikahan hingga sampai ke titik ini.
__ADS_1
Kau wanita terhebat yang aku miliki.
Kau masih bisa bertahan ditengah - tengah keegoisan tanpa kasih sayang.
Aku benar-benar bangga terlahir sebagai putrimu.
Aku bangga bergelar anak dari wanita sehebat dirimu.
Semoga kelak aku bisa sehebat dan sekuat dirimu pula.
Maaf disaat terberat mu, aku tidak berada di sampingmu.
Yakinlah ini bukan kemauan ku. Tapi keadaan yang yang tidak mendukungku dan jarak yang memisahkan kita hingga aku tidak bisa menggapai mu.
Dari perjuanganmu ini semoga Tuhan memberikan hal termanis yang kamu inginkan.
Semoga Tuhan mengabulkan keinginan yang selalu kamu semogakan.
Mudah-mudahan adanya jagoan ini lah, bapak sedikit demi sedikit bisa mulai berubah.
Tuhan sudah memberikan jagoan kecil seperti yang bapak inginkan. Semoga bapak menepati janjinya untuk tetap mempertahankan rumah tangganya.
Keinginan ku hanya sederhana.
Aku berharap, semoga selalu ada cinta dan kasih sayang mulai dari sekarang. Tidak ada kejadian seperti ini yang nantinya akan terulang.
Agar keluarga kita tetap utuh. Menjadi keluarga yang sakinah mawadah dan warohmah.
Amin.
__ADS_1