
Kunjungan mbak Yani
" Nanti kalau mau kesitu mau dibawain apa Yu?"
" Apa aja deh mbak yang penting cemilan. Soalnya selama disini aku nggak pernah keluar. Jadi nggak pernah beli cemilan."
" Oke. Nanti kalau aku udah samapi langsung jemput di depan ya. Kan nggak enak nanti kalau bos kamu yang bukain."
" Iya, ya sudah aku tunggu. Hati - hati bawa motornya, nggak usah ngebut."
" Iya, Ya sudah tak jalan dulu."
Begitulah isi pesan kita berdua, sebelum mbak Yani datang.
Sambil menunggu kedatangan mbak yani, aku membuat PR untuk anak - anak besok. Pekerjaan aku tiap malam, yang membuat tanganku pegal. Tapi aku menyukainya.
Saat tengah asik menulis, ada suara motor yang berhenti di depan rumah.
Tuh yang ditunggu - tunggu akhirnya datang.
Aku bergegas membukakan pintu dan menjemput mbak Yani ke depan rumah.
Dengan menenteng plastik pesanan ku, ku persilahkan mbak yani masuk.
" Masuk dulu mbak."
" wow apaan tuh ada buku tulis banyak banget."
" Itu buku anak - anak bimbel mbak."
" Oh ya ini pesanan kamu. Disini buka bimbel Yu?"
__ADS_1
" Terimakasih mbak. Ya mbak, makanya mbak tak suruh kesini malam, kalau siang aku bantuin buk Ririn."
" Jadi guru nih ceritanya?"
" nggak juga mbak. Cuma bantuin yang anak - anak TK baca, nulis, sama berhitung. Gimana mau jadi guru, kuliah aja nggak mbak."
" Ya sama aja, kamu bantuin mereka belajar, ya dimata mereka kamu gurunya."
" Ya bisa jadi. Hahaha, mau minum apa mbak,?
" Air putih saja."
" Oke. Tunggu sebentar."
Lalu aku pergi ke dapur untuk mengambilkan air putih dan cemilan.
" Nggak usah repot - repot Yu, air putih saja sudah cukup kok. Oh ya terus tumpukan buku itu apa?"
" Cuma ditulis pakai tangan?"
" Iya lah. Pakai Kaki ya aku nggak bisa, hehehe. Oh iya mbak hari Minggu besok kalau mbak mau pulang ikut ya? "
" Mau ngapain pulang Yu? "
" Kemarin aku bertukar pesan sama mas Afif mbak. Dia sudah di rumah, sama seperti yang pernah ku bilang mbak, aku ingin bertemu dengannya."
" Kamu yakin ? bukan kah dengan kalian ketemu malah akan membuat mu semakin tidak bisa melupakannya. Kamu nggak takut rasa cinta mu itu akan tumbuh lagi, nanti kamu sendiri loh yang akan tersiksa."
" Dengan bertahun - tahun tidak ketemu pun rasa cinta ini masih seperti ini mbak."
" Iya makanya, ditambah lagi mau ketemu dengan nya. Apa malah bukan tambah menyiksa."
__ADS_1
" Nggak papa lah mbak. Tekad ku sudah bulat, aku hanya ingin ketemu sama dia meskipun hubungan kita tak lagi sama seperti dulu. Aku sudah menyiapkan diri untuk itu."
" Baiklah kalau itu sudah jadi keputusan mu. Minggu pagi aku jemput. "
" Mau bertemu di mana memangnya?"
" Belum tau. Mungkin ditempat dulu saja mbak. Sambil nostalgia hehehe. Mbak mau neminin?"
" Ogah banget. Nanti jadi obat nyamuk."
" Ya nggak lah mbak."
" Mending dirumah nonton tv sambil rebahan."
" Ya sudah besok aku pinjam motornya saja, kalau mbak nggak mau ikut."
" Bawa aja Yu."
" Makasih mbak."
🙏🙏🙏🙏🙏🙏🙏🙏🙏🙏🙏🙏🙏🙏🙏🙏
Minal aidzin wal faidzin mohon maaf lahir dan batin para pembaca novelku.
Semoga sehat - sehat selalu ya kalian.
Yang belum like jangan lupa like ya.
Yang sudah, terimakasih banyak.
Like, like, like, like ya sayang. like disetiap epesodenya ya.
__ADS_1
Salam sayang selalu buat kalian yang tersayang.😘😘😘😘