Kesalahan & Keegoisan Dibalik Kebahagiaan

Kesalahan & Keegoisan Dibalik Kebahagiaan
Bab 55


__ADS_3

Kunjungan mbak Yani


" Nanti kalau mau kesitu mau dibawain apa Yu?"


" Apa aja deh mbak yang penting cemilan. Soalnya selama disini aku nggak pernah keluar. Jadi nggak pernah beli cemilan."


" Oke. Nanti kalau aku udah samapi langsung jemput di depan ya. Kan nggak enak nanti kalau bos kamu yang bukain."


" Iya, ya sudah aku tunggu. Hati - hati bawa motornya, nggak usah ngebut."


" Iya, Ya sudah tak jalan dulu."


Begitulah isi pesan kita berdua, sebelum mbak Yani datang.


Sambil menunggu kedatangan mbak yani, aku membuat PR untuk anak - anak besok. Pekerjaan aku tiap malam, yang membuat tanganku pegal. Tapi aku menyukainya.


Saat tengah asik menulis, ada suara motor yang berhenti di depan rumah.


Tuh yang ditunggu - tunggu akhirnya datang.


Aku bergegas membukakan pintu dan menjemput mbak Yani ke depan rumah.


Dengan menenteng plastik pesanan ku, ku persilahkan mbak yani masuk.


" Masuk dulu mbak."


" wow apaan tuh ada buku tulis banyak banget."


" Itu buku anak - anak bimbel mbak."


" Oh ya ini pesanan kamu. Disini buka bimbel Yu?"

__ADS_1


" Terimakasih mbak. Ya mbak, makanya mbak tak suruh kesini malam, kalau siang aku bantuin buk Ririn."


" Jadi guru nih ceritanya?"


" nggak juga mbak. Cuma bantuin yang anak - anak TK baca, nulis, sama berhitung. Gimana mau jadi guru, kuliah aja nggak mbak."


" Ya sama aja, kamu bantuin mereka belajar, ya dimata mereka kamu gurunya."


" Ya bisa jadi. Hahaha, mau minum apa mbak,?


" Air putih saja."


" Oke. Tunggu sebentar."


Lalu aku pergi ke dapur untuk mengambilkan air putih dan cemilan.


" Nggak usah repot - repot Yu, air putih saja sudah cukup kok. Oh ya terus tumpukan buku itu apa?"


" Cuma ditulis pakai tangan?"


" Iya lah. Pakai Kaki ya aku nggak bisa, hehehe. Oh iya mbak hari Minggu besok kalau mbak mau pulang ikut ya? "


" Mau ngapain pulang Yu? "


" Kemarin aku bertukar pesan sama mas Afif mbak. Dia sudah di rumah, sama seperti yang pernah ku bilang mbak, aku ingin bertemu dengannya."


" Kamu yakin ? bukan kah dengan kalian ketemu malah akan membuat mu semakin tidak bisa melupakannya. Kamu nggak takut rasa cinta mu itu akan tumbuh lagi, nanti kamu sendiri loh yang akan tersiksa."


" Dengan bertahun - tahun tidak ketemu pun rasa cinta ini masih seperti ini mbak."


" Iya makanya, ditambah lagi mau ketemu dengan nya. Apa malah bukan tambah menyiksa."

__ADS_1


" Nggak papa lah mbak. Tekad ku sudah bulat, aku hanya ingin ketemu sama dia meskipun hubungan kita tak lagi sama seperti dulu. Aku sudah menyiapkan diri untuk itu."


" Baiklah kalau itu sudah jadi keputusan mu. Minggu pagi aku jemput. "


" Mau bertemu di mana memangnya?"


" Belum tau. Mungkin ditempat dulu saja mbak. Sambil nostalgia hehehe. Mbak mau neminin?"


" Ogah banget. Nanti jadi obat nyamuk."


" Ya nggak lah mbak."


" Mending dirumah nonton tv sambil rebahan."


" Ya sudah besok aku pinjam motornya saja, kalau mbak nggak mau ikut."


" Bawa aja Yu."


" Makasih mbak."


🙏🙏🙏🙏🙏🙏🙏🙏🙏🙏🙏🙏🙏🙏🙏🙏


Minal aidzin wal faidzin mohon maaf lahir dan batin para pembaca novelku.


Semoga sehat - sehat selalu ya kalian.


Yang belum like jangan lupa like ya.


Yang sudah, terimakasih banyak.


Like, like, like, like ya sayang. like disetiap epesodenya ya.

__ADS_1


Salam sayang selalu buat kalian yang tersayang.😘😘😘😘


__ADS_2