
Mulai berkerja
Setelah menempuh perjalanan yang sangat jauh. Akhirnya sampailah aku ditempat tujuan.Karena sampainya dini hari, aku memutuskan untuk istirahat. Dan besok pagi biarlah si bos yang menjelaskan apa yang harus aku kerjakan.
Aku belum sempat memberi kabar mas Afif. Memberi kabar ibuk saja hanya melalui pesan singkat. Biarlah ku istirahatkan sejenak badan ku. 2 malam tidur di kursi bus membuat badan ku pegal tak karuan.
Pagi harinya, setelah beberapa jam tidur, tubuh ku rasanya sudah lumayan membaik. Sudah bisa diajak bekerja. Hehehe
Hari pertama mulai bekerja masih di dampingi sama si ibu bosnya. Menunjukan serta menjelaskan apa saja yang harus aku lakukan. Bosnya alhamdulillah baik banget nggak galak juga. Jadi bekerjanya juga nyaman dan santai. Tidak banyak kok yang harus aku kerjakan. Fokus utamanya ya harus jagain si dedek mengurus dan menyiapkan semua keperluannya. Yah anak kecil yang menggemaskan yang akan aku jaga seharian ini bernama Samuel. Aku hanya jagain si Dedek Samuel dari pagi sampai sore saja selama si ibu bos ngantor. Malam harinya waktu full si dedek sama bunda dan ayahnya, jadi malamnya aku bisa istirahat.
Seharian sibuk mempelajari semua pekerjaan yang ibu bos arahkan. Aku hampir lupa kalau aku belum memberi kabar ke mas Afif.
Disela - sela waktu si dedek tidur, aku menyempatkan untuk memberi kabar mas Afif.
📨 Aku
Assalamualaikum mas. Maaf kalau pesan ku menganggu mu mas. Aku cuma mau ngasih tau, kalau aku sudah nyampai tempat tujuan. Maaf baru ngabarin sekarang karena kemarin sudah mulai kerja jadi lumayan sibuk. Jangan telat makan ya mas.
Setelah ku kirim pesan ku. Aku menunggu balasan dari mas Afif sambil tiduran disebelah dedek yang kebetulan memang sudah tidur akibat kelelahan karena tadi asyik bermain denganku.
Mungkin mas Afif lagi kerja kali ya, makanya mas Afif tidak membalasnya.
Mas aku tidak menyadari nya ternyata aku sudah mencintai mu sedalam ini.
Andaikan kita tidak bisa bersama, bagaimana cara ku agar bisa melupakan semua rasa dan kenangan ini tentang kamu.
Tanpa sadar aku selalu mencari pelampiasan sandaran baru kala sangat merindukan mu, tapi tidak bisa bertemu denganmu.
Aku marah dengan jarak dan waktu yang menyiksa ku dengan rasa rindu.
Terasa sangat menyiksa karena tidak bisa bertemu walau sesaat meski hanya untuk sekedar melihat teduhnya wajahmu.
Pesan singkat dan suaramu tidak mampu mengobati rasa rindu yang terus merajai ku.
Hanya mampu menjadi penawar sementara, yang pada akhirnya malah tambah menyiksa ku.
Teramat sangat sakit, saat rindu luar biasa tapi tidak bisa jumpa.
Aku iri dengan mereka yang setiap saat bisa bertemu bertatap muka.
Bisa memadu kasih dengan penuh cinta, tanpa harus tersiksa.
Aku iri dengan mereka yang tidak terhalang jarak, bisa bertemu tanpa terhalang waktu, tidak tersiksa rindu yang sakitnya luar biasa.
Tetapi terkadang aku juga berterimakasih, karena jarak ini, aku mengerti rasa nikmatnya sebuah kerinduan.
__ADS_1
Mengerti rasanya meragukan sebuah hubungan.
Berusaha mempercayai satu sama lain saat kecurigaan setiap saat menghantui.
Bersabar selalu menanti hari kapan bisa bertemu.
Mungkin begini cara tuhan mengajarkan arti sebuah kesabaran.
Saat cinta terhalang jarak adalah cobaan terberat, maka kesetiaan akan selalu diragukan. Kecurigaan selalu tak terhindarkan.
Pelampiasan merupakan jalan untuk meredakan sakitnya kerinduan.
Pelampiasan adalah kebahagiaan semu awal mula dari kehancuran kokohnya sebuah hubungan.
Berawal dari pelampiasan akan berujung menjadi penghianatan.
Jarak memang mampu mengubah semuanya.
Walaupun aku sudah menyakitinya,
semoga kelak aku bisa merasakan manisnya pertemuan setelah di siksa perpisahan.
Aku masih berharap hal itu kelak akan datang*.
📩Mz Afif
Waalaikumsalam dek, syukurlah kalo udah nyampe. Maaf mas lagi balas, tadi masih kerja dek. Kira - kira betah nggak kerja disitu?
📨Aku
Maaf ya mas, aku ganggu jadinya. Aku nggak tau kalau mas masih kerja.
Kayak nya aku betah mas, bos nya baik kok nggak galak, nggak cerewet juga.
Setelah aku mengirim pesan ku. Mas Afif malah menelpon.
" Assalamu'alaikum dek, "
" Waalaikumsalam mas. "
" Lagi apa dek? "
" Lagi ngelihatin dedek yang lagi bobok mas, mas lagi apa kok rame banget? "
" Emang nama dedek nya siapa? "
__ADS_1
" Namanya Samuel mas. "
" Tuh katanya dedek nya lagi bobok lha kenapa diliatin, nanti kebangun loh dek? "
" Kan cuma dilihatin mas, nggak di gangguin kok, habisnya gemes banget liat dia lagi bobok gini. Pengen tak cium - cium tapi takut nanti kebangun. Hehehe. Eh iya tadi pertanyaan aku belum dijawab, mas nya udah balik nanya. "
" Oh iya lupa, ini lagi di kantin dek, lagi istirahat makan siang. Adek udah makan? "
" Belum mas, eh udah dulu ya mas, itu kayaknya bu bos udah pulang deh. Dilanjut nanti malam aja ya? assalamu'alaikum,, "
" Iya waalaikumsalam, "
Aku bergegas akan membuka kan pintu. Saat sudah sampai di depan pintu, ternyata sudah keduluan si bos yang membuka pintu.
" Assalamualaikum, "
" Waalaikumsalam nda,"
aku memanggil nya bunda. Ikut mengajarkan si dedek membiasakan memanggilnya bunda.
" Adek mana mbak, nggak rewel kan? "
" nggak kok nda, tuh lagi bobok dia."
" Sudah dari tadi?"
" Iya nda, udah dari tadi. Paling sebentar lagi juga bangun. "
" Iya udah, kita makan siang bareng yuk mbak. Ini aku bawa nasi Padang dari kantor, jatah makan siang. Mumpung si dedek nya masih tidur. Ambil piring sama sendok mbak, kita makan bareng, sepiring berdua biar enak. "
Aku agak sedikit terkejut, tapi aku segera mengiyakan dan bergegas mengambil piring ke dapur.
" Jangan kaget gitu mbak, biasa aja. Aku kalau sama suami aku juga biasa nya gini. Nggak tau kenapa rasanya jadi tambah enak kalau makanya sepiring berdua. Jadi selagi suami ku nggak ada, kamu yang nemenin aku makan ya? anggap aja aku kakak mu, nggak usah sungkan."
" Iya nda, "
Inilah yang aku suka dari ibu bos. Dia sangat sederhana tidak membedakan atasan dan bawahan. Bahkan kita makan sepiring berdua, sambil duduk lesehan dilantai. Sambil ngobrol ringan, kadang bercanda juga, dia menganggap ku seperti adek nya sendiri. Jadi aku pun mudah akrab dan dekat dengan nya.
Dari saat itu, makan sepiring berdua menjadi kebiasaan kita, kalau pak bosnya tidak dirumah.
Sifat ibu bos yang tidak membeda - bedakan membuatku lebih nyaman. Usianya masih terbilang muda, dek samuel merupakan putra pertamanya. Membuatku mudah akrab dengan nya. Aku begitu salut dengannya, sudah cantik baik lagi.
Aku beruntung, sudah kerja jauh dari orang tua, bisa mendapat bos yang baik.
Yah semoga ini menjadi alasan aku harus betah kerja disini.
__ADS_1