
" Selamat pagi sek," mas Nirwan membangunkan ku.
" Hem," jawabku yang masih berada dipelukan mas Nirwan.
" Ih pagi - pagi udah menggoda aja kamu sek."
" Menggoda apa nya sih mas, baru juga bangun?"
" Ya lihat sendiri badan mu."
Setelah aku lihat, ternyata aku belum memakai pakaian ku.
" Astaga lupa, mana baju ku mas?" aku langsung bangun dan menutupi diriku dengan selimut.
" Noh dilantai, lagian ngapain ditutupin, yang seharusnya dilihat udah dilihat, udah di pegang, udah di rasain juga."
" Ya kan ini lagi mode waras, jadi urat malunya masih full." Jawabku.
" Berarti kemarin lagi nggak waras?"
" Bisa jadi, ya udah ambilkan baju ku, terus mas keluar, aku mau pake baju."
" Nanti lah sek, masih ngantuk nih."
" SEKARANG!!!"
" Iya sek iya, galak banget sih."
Selesai aku berganti pakaian, aku minta di anterin pulang.
" Mas anterin pulang sekarang."
" Sudah mau pulang sek? nggak nanti aja?"
" Nggak mas, aku mau pulang sekarang."
__ADS_1
" Tapi kamu baru bangun, nggak mau mandi dulu?"
" Nggak mas, mandi dirumah saja."
" Oke."
***
Sesampainya dirumah aku langsung mandi dan mengurung diri di kamar.
Yah perasaan ku masih campur aduk soal kejadian semalam.
Tring, ting, ting.
Ponsel ku berbunyi, aku kira itu dari mas Nirwan, ternyata itu telepon dari ibuk.
Duh gimana ya? angkat nggak ya? mau angkat tapi takut. Angkat aja deh, dari pada ibuk curiga.
" Halo buk assalamualaikum."
" Waalaikumsalam nduk, gimana kabarnya, kok lama banget nggak nelpon ibuk?"
" Pasti udah punya pacar baru lagi ya? makanya ibuk di lupain?"
" Iya nggak sepenuhnya begitu buk, kalau punya pacar iya, udah punya. Tapi kalau soal nggak nelpon ibuk karena sibuk, tau sendiri kan buk kerjaan aku gimana."
" Siapa nduk laki - laki itu?"
" Namanya Nirwan buk, anak kampung sebelah."
" Semalem ibuk mimpi buruk soal kamu. Kamu nggak papa kan?"
Insting seorang ibu memang luar bisa. Terpaksa aku harus bohong, maafin aku ya buk, aku nggak bisa jujur sama ibuk.
" Aku nggak papa kok buk. Itu mungkin karena ibuk terlalu khawatir sama aku."
__ADS_1
" Kalau ibuk boleh jujur, jujur perasaan ibuk nggak suka sama cowok kamu yang sekarang. Kamu bisa nggak cari yang lain saja nduk."
Nggak bisa buk, aku udah nggak bisa pergi ninggalin dia, dia harus nikahin aku, karena dia udah ngambil kesucian aku. Aku juga sayang banget sama dia.
" Susah buk kalau mau cari yang lain lagi, ini aja udah susah payah loh aku buka hati terus nyantolnya di dia, dia baik kok buk, pengertian sayang juga sama aku, nanti kalau ibuk udah ketemu pasti ibuk suka sama dia."
" Ya wes lah nduk, terserah kamu saja."
Maafin aku buk, bukan karena aku nggak nurut sama ibuk, tapi aku benar - benar nggak bisa melepaskan dia, dia harus tanggung jawab atas apa yang sudah dia renggut dari aku. Enak sekali dia kalau dapet eneknya terus mau ditinggalin gitu aja. Maafin aku yang udah mengecewakan mu buk.
" Ya udah ibuk lagi masak, besok lagi telponya, ingat pesan ibuk ya nduk, jaga diri."
" Iya buk, assalamualaikum."
" Waalaikumsalam."
Rasa bersalah menjadi sangat menyiksa kala aku telponan dengan ibuk, yah aku telah membohonginya. Aku yakin pasti ibuk kecewa karena aku tidak nurut apa katanya. Tapi ya mau gimana lagi, kesalahan itu membuatku tak berdaya. Kali ini aku harus memaksakan kehendak ku ke ibuk, ibuk harus setuju dengan pilihan ku, mungkin hanya ini caranya agar aku tidak merasa bersalah karena melakukan kesalahan.
*Aku harap ibuk bisa mengerti, dan juga memaafkan kesalahan ku.
➖➖➖➖➖➖➖➖➖➖➖➖➖➖➖➖*
Hay hay hay, kita jumpa lagi.🤗😘
Masih pada ingat aku kan? masih dong, ya kan?
Masih ada yang stay nggak ya?😑
semoga masih ya, soalnya udah lama banget nih aku liburnya,😄
Eh aku udah buat novel baru lho, intip yuk? masih ditunggu juga likenya lho di novelku yang baru😅
Judulnya Pemuja pembawa petaka.
Jangan lupa mampir 😚, aku tunggu disana ya.
__ADS_1
Love you all😘🤗
Salam sayang selalu.