
" Nduk ayo kita berangkat."
" Iya sebentar mas, aku ambil tas dulu."
" Jangan lama - lama."
" Iya mas, nih udah kok, berangkat yuk?"
Sesampainya di lesehan mas Nirwan.
" Selamat datang pengantin baru, wajah pengantin baru memang beda ya, berseri - seri gimana gitu." Goda Adi.
" Iya pengantin baru rasa lama," sahutku.
" Ah bu bos ini, suka blak - blakan deh, aku jadi suka, sudah bukan malam pertama lagi ya bos, jadi udah malam ke berapa? hahaha."
" Ngomong lagi aku pecat !! mau?" Jawab mas Nirwan.
" Kan gitu, bos mah nggak asik, main nya ngancem - ngancem nih. Kan aku lagi proses nabung bos, biar cepat nyusul kalian. Jadi jangan dipecat dulu dong."
" Ya udah aku kebelakang dulu ya mas, mau menaruh tasnya ke belakang."
" Iya sek, aku mau ngecek dulu, benar nggak kerjaan nih bocah selama aku tinggal."
" Ya benar dong bos, suka banget sih bos meragukan aku."
" Ya sudah mari kita lihat, awas aja kalau kerjaan nya nggak benar."
Aku langsung ke kamar belakang dan menaruh tas, berkendara membuat pinggang ku cukup pegal.
Huh capek banget, padahal cuma di bonceng tinggal duduk manis tapi tetap aja pegel pinggangnya, rebahan dulu bentar nanti baru ke depan bantuin mas sama Adi.
Kalau aku bantuin disini, aku nggak bisa dapat pemasukan buat bantuin mas Nirwan bayar utang, apa aku cari kerja saja di sekitar sini, kan lumayan bisa dapat pemasukan sendiri, bisa bantuin mas Nirwan. Sepertinya memang aku harus mencari kerja deh, nanti coba aku tanya sama mas Nirwan, semoga dia setuju dengan dengan ini.
Karena kelelahan tanpa terasa aku pun ketiduran. Hingga mas Nirwan datang membangunkan ku.
" Sek bangun, makan dulu yuk. Dari rumah tadi kita belum makan loh."
" Emh, nanti mas."
" Ini udah siang sek, nanti perutmu sakit lagi."
" Bentar mas, masih ngantuk."
" Sek, bangun nggak! nggak usah ngeyel."
" Iya mas, tapi nanti ya makannya, nggak enak kalau bangun tidur langsung makan."
" Ya udah terserah kamu."
" Aku mandi dulu ya, gerah banget nggak ada kipas nya."
" Iya. Jangan lama - lama,"
" Iya."
Saat tengah asik mandi, tiba - tiba pintu kamar mandi ada yang membuka, ternyata aku lupa mengunci pintunya.
" Ahhhh!!!!!!" Reflek aku langsung duduk. Untuk menutupi tubuh depan ku.
" Apaan sih sek? jangan teriak - teriak."
__ADS_1
" Ya mas ngagetin, ngapain masuk?"
" Mau nganter handuk, tadi kamu lupa nggak bawa handuknya."
" Kan bisa ketuk pintu dulu, atau bilang dulu dari luar, nggak tiba - tiba masuk gini, bikin kaget saja. Sana keluar aku mau mandi dulu mas."
" Ya udah mandi saja, aku tungguin disini."
" Mana bisa gitu? ya mas keluar dulu. Kalau nggak keluar aku siram nih!"
" Aku pengen liat kamu mandi."
" Nggak, nggak bisa, aku malu tau mas. Ih cepat sana keluar!"
" Lah kenapa harus malu, tubuhmu bagian mana yang belum pernah aku lihat dan aku sentuh sek?"
" Tapi kan beda mas, sana keluar dulu aku mau mandi."
" Nggak mau."
" Mas kamu mau aku masuk angin ya? ini dingin loh mas."
" Oke oke, tapi nanti malem gantinya ya? harus!"
" Iya, ya udah sana keluar!"
" Iya, handuk nya aku gantung ini disini."
" Hem, terimakasih mas."
Cepat - cepat aku menyelesaikan acara mandi ku, karena perutku juga sudah keroncongan.
" Loh mas kok masih disini?"
" Ya nungguin kamu lah."
" Ya keluar dulu aku mau ganti baju."
" Ganti aja disitu, kenapa ribet banget sih."
" Jangan ngintip ya?"
" Iya."
" Tumben nurut?"
" Males debat, hemat tenaga buat balas dendam nanti malam."
" Mas?"
" Apa sek?"
" Em, kalau aku kerja boleh nggak?"
" Mau kerja apa? dimana? apa uang yang aku kasih kurang ya? memang kamu mau beli apa?"
" Bukanya gitu mas, aku juga nggak mau beli apa - apa, aku jenuh disini mau ngapain, disini sudah ada Adi juga kan yang bantuin mas, aku pengen kerja?"
" Nggak boleh, nanti kamu malah kecapekan. Tugas nya cari uang kan aku nduk, kamu juga nggak perlu bantuin aku kerja, kamu diem aja disini."
" Iya, aku tau mas. Tapi aku mau ngapain disini? lagian kan kalau aku kerja lumayan, uang yang dari mas kan bisa ditabung sama bisa buat yang lain. Boleh ya mas ya? nanti cari kerja disekitar sini aja yang deket, cari kerjanya yang kalau sore bisa pulang, nggak nginep."
__ADS_1
" Memang kalau disini jenuh ya?"
" Iya lah."
" Beneran mau kerja? yakin? aku nggak tega loh nduk kamu kerja capek."
" Aku nggak semanja itu ya mas, aku juga udah biasa kerja kan."
" Ya udah kalau itu maunya kamu, terserah kamu saja, tapi ingat nggak boleh capek - capek, harus bisa bagi waktu juga buat aku, kalau capek nggak usah dipaksain, aku sebenarnya nggak tega nduk, nanti dikira aku sebagai suami tidak memberimu nafkah sampai istrinya cari uang sendiri."
" Ya biarlah orang mau ngomong apa, yang penting kan aku yang menjalani, toh kerja juga kemauan aku sendiri, nggak kepaksa juga, kan lumayan dapat penghasilan dari pada cuma nganggur disini, mau bantu suami juga nggak enak kalau mau minta gaji, hahaha."
" Kamu nggak bantuin juga aku pasti kasih uang nduk."
" Iya mas, tapi aku pengen nya kerja, biar dapat pengalaman juga, mas nggak bosen apa tiap hari 24 jam full loh, liatin aku? aku takut kamu bosan hehehe."
" Ya nggak lah nduk, kan kamu istri aku."
" Bisa bilang gitu karena kita baru beberapa hari bareng, kalau udah lama pasti bosen."
" Itu kalau kamu, kalau aku nggak."
" Aku mana bisa bosen sama kamu mas, tiap hari malah aku semakin sayang sama kamu, kayaknya aku sudah terlanjur sayang deh, gimana dong, aku kalau terlanjur sayang susah loh mau ninggalin."
" Emang kamu mau ninggalin aku?"
" Ya nggak tau nanti, kalau mas nya nyakitin aku, selingkuh atau apa, mana tahan aku kalau diselingkuhin."
" Itu nggak mungkin terjadi sek, udah lah nggak usah ngomong yang aneh - aneh."
" Iya maaf, jadi gimana? boleh ya yang? pliss."
" Iya, tapi ingat pesan ku tadi."
" Iya sayang, terimakasih. Besok temenin cari kerja ya di sekitar sini?"
" Iya, ya udah makan dulu yuk, mau makan dimana?"
" Di meja depan itu aja."
" Ya udah aku ambil nasi dulu, mau minum apa?"
" Es jeruk aja mas."
" Oke."
Aku kembali rebahan di kasur,. menunggu mas Nirwan datang.
" Sek kenapa malah balik tidur lagi sih. Ayo makan dulu."
" Nggak tidur kok mas, cuma rebahan. Gendong, kuat nggak?"
" Kuat, ya udah ayo."
" Asik, hehehe, nanti aku suapin deh makanya."
" Mau di bopong apa gendong belakang?"
" Gendong belakang aja."
" Ya udah ayok."
__ADS_1