
**Potret mu**
Ku pandangi wajah yang masih sama seperti dulu. Rupawan dengan senyuman indah tergambar jelas di lebaran foto yang aku pegang.
Lagi - lagi walaupun hanya melalui lembaran foto, senyummu yang tergambar di dalamnya mampu membuatku terpesona, membuatku jatuh cinta lagi untuk yang kesekian kali saat melihatnya, membuatku semakin rindu yang semakin menyesakkan dada.
Aku benar - benar sudah tergila - gila padamu. Pesona mu sungguh luar biasa, mampu menyihir ku hingga seperti ini.
Bertahun - tahun tidak bertemu, membuat parasnya semakin tampan. Melalui potret mu bukan menjadi obat rindu, namun membuatku semakin ingin bertemu.
Lagi - lagi rindu ini sangat menyiksaku. Entah sampai kapan aku harus memendam rasa rindu yang terus menggebu. Tak kunjung ada kepastian kapan tiba waktu kita akan bertemu.
Goresan luka karena merindukanmu tak dapat di hitung lagi jumlahnya.
Andai bisa bertemu mungkin tidak akan sesakit ini.
Aku selalu berandai - andai, kapan kita bisa bertemu, duduk berdua menghabiskan waktu.
Bercanda tertawa seperti dulu.
Andai kita tidak terpisahkan jarak, mungkin kita bisa selalu bertemu.
Ingin sekali aku singgah dalam dekapan mu kembali.
Bisa merasakan sentuhan tangan mu yang menenangkan.
Menunggu waktu, itu membosankan serta melelahkan.
Tapi cinta ku untuk mu, terus memberiku harapan.
Selalu bisa membuatku yakin, bahwa kita pasti bisa kembali suatu hari nanti.
Aku akan selalu menantikan hari itu tiba, hari dimana kita akan bertemu kembali.
Aku berharap aku masih bisa memelukmu seperti dulu.
Aku ingin melihat cinta dimata mu saat memandangku.
***
Beberapa hari yang lalu, aku bertukar foto dengannya.
Lalu pas om Rian pergi ke kota, aku nitip untuk mencetak foto itu.
Yah akhirnya aku bisa bertukar foto dengan mas Afif sekarang. Sekian tahun tidak bertemu, walaupun hanya lewat selembar foto mampu menjadi pengingat setampan apa wajahnya yang selalu aku rindukan.
Setelah bekerja beberapa bulan aku bisa membeli ponsel baru dengan gaji ku.
Gaji pertama sudah aku kirim untuk ibuk.
__ADS_1
Gaji berikutnya aku kumpulkan untuk membeli ponsel. Walaupun ponsel dengan harga murah. Bukan ponsel keluaran terbaru juga. Tapi dengan ponsel itu aku sudah bisa bertukar foto. Itu sudah membuatku sangat bersyukur dan bahagia.
Aku sudah bahagia dengan apa yang aku punya, aku bangga dengan apa yang mampu aku beli dengan hasil keringatku sendiri.
Bisa membeli sesuatu tanpa minta orang tua adalah hal yang membuatku sangat berarti karena
disitu ada kepuasan tersendiri.
Rasa bangga karena tidak lagi merepotkan orang tua.
***
Setiap sebulan sekali, biasanya awal bulan tepatnya, bu bos pasti ke mall, untuk belanja persediaan kebutuhan sehari - hari, kebutuhannya si dedek, kebutuhan dapur dan yang lainya.
Saat lewat di depan sebuah toko aksesoris aku melihat kalung yang menarik perhatianku, membuat ku tertarik untuk memilikinya, dan akhirnya aku pun membelinya.
Kalung dengan liontin berbentuk love tidak terlalu besar, juga tidak terlalu kecil, berwarna silver. Sangat manis menurut ku.
Liontin nya bisa di buka, di kedua sisinya bisa untuk menaruh foto.
Sesampainya dirumah aku menggunting foto nya mas Afif seukuran liontin itu. Aku taruh di sisi kanan, lalu sisi kirinya foto aku.
Perfect, sangat indah. Manis sekali, semoga bukan hanya fotonya yang bisa bersanding semoga kita kelak juga bisa bersanding selamanya mas.
Aku mengirim pesan padanya, memberi tahunya kalau aku sudah selesai berbelanja.
📨Aku
Mas, lagi apa? aku udah pulang. Nelpon dong.
📩Mz Afif
📨Aku
Hu,um mas, capek tadi gendong dedek muter - muter di mall. Mas udah makan?
📩Mz Afif
Sudah dek tadi di warteg, kalau adek sudah makan?
📨Aku
Sudah tadi mas, makan mie Aceh tadi sama bu bos.
📩Mz Afif
Pantes gemuk hehehe, sering jajan ya?
📨Aku
😡 Emang aku gemuk mas?
📩Mz Afif
__ADS_1
😅 Dikit, tapi aku suka😍😍😍😍, tetep cantik kok.
📨Aku
😘😘Terimakasih. Mas nelpon dong 😭
📩Mz Afif
🙏Maaf ya dek, nggak bisa mas lagi dirumah temen.
📨Aku
Pulang jam berapa? aku tungguin ya?
📩Mz Afif.
😑Nggak usah dek! aku nggak tau nanti pulang jam berapa. Nih udah malem adek bobok duluan ya? aku masih mau ngobrol sama temen - temen.
📨Aku
Ya aku bobok sendirian lagi dong, ya sudah lah. Terserah mas saja. Kalau gitu aku tidur duluan.
Aku sedikit kecewa, karena sekarang mas Afif lebih sering kumpul sama temennya dibanding telpon aku seperti biasanya.
Aku cemburu sama mereka. Aku juga ingin bisa main dan jalan sama dia.
Gara - gara mereka atau memang mas Afif yang berubah sekarang.
Waktu ku sama mas Afif jadi berkurang, aku merasa hal ini menciptakan jarak dia antara kita.
Aku egois memang, karena menginginkan dia ada waktu untukku selalu. Tetapi mau seegois apa pun aku, kalau dia maunya begitu, aku bisa apa?
Aku sadar aku bukan siapa - siapa dia, tidak berhak pula melarang apa yang dia lakukan meskipun aku tidak suka. Aku juga tidak berhak memaksa dia selalu ada untuk ku, meski aku sangat menginginkannya.
Aku tidak ingin memaksakan kehendaknya, biarlah dia melakukan apa yang dia inginkan.
Aku percaya bahwa yang dia suka tidak selalu untuk dia prioritaskan. Kadang kala mungkin dia ingin kesenangan dan suasana yang berbeda.
Pilihannya ya mau tidak mau aku harus mengerti dan belajar memahaminya. Waktunya bukan sepenuhnya hanya untukku. Aku tidak punya hak untuk melarang dan meminta waktunya untukku. Temanya juga bagian dari hidup dia. Selain bekerja dia juga butuh hiburan untuk bermain melepas penat akan pekerjaannya yang menguras tenaga.
Dengan selalu berfikir begini, aku berusaha mengerti, aku bisa menghibur diri. Agar tidak kecewa dan sakit hati.
📩Mz Afif
Adek jangan marah ya, maaf. Mas janji besok bakal telpon. Besok pas istirahat makan siang aku telpon deh. jangan marah ya dek?
Aku tidak membalas pesan nya, takut nanti aku lepas kendali dan malah berantem karena rasa kecewaku padanya.
Jadi aku memilih untuk segera tidur membawa rasa kekecewaan yang ada, masih dengan menggenggam kalung di tangan, berharap rasa rinduku padanya sedikit berkurang.
Mungkin dengan begini besok pagi rasa kecewa ku padanya akan hilang dengan sendirinya.
Lagi - lagi malam ini aku lalui tanpa mu, malam serasa sangat panjang saat aku tidak mendengar suaramu.
__ADS_1
Mudah-mudahan ini hanya perasaan ku saja, bahwa ada jarak diantara kita, ada batas yang membuat kita semakin jauh.
Semoga malam ini, aku bisa bertemu denganmu mas. Bisa memelukmu walau hanya dalam mimpi. Agar rindu ini bisa sedikit terobati.