
" Loh mbak katanya kita mau ketempat nya mbak? ini kenapa malah ke lesehan sih mbak?" Tanya Loli keheranan.
" Makan dulu, aku traktir sepuas mu. Masuk yuk?"
" Iya mbak."
Aku membawa Loli langsung kebelakang, yah di halaman depan kamar ku memang ada satu pohon yang cukup rindang, meskipun tidak terlalu besar tapi daunnya lebat, di bawahnya ada meja dan kursinya.
" Wah tempat mbak bagus ya?"
" Yah beginilah Lol, cukup nyaman untuk ditinggali, disitu kamar ku, mau masuk?"
" Nggak mbak, Loli tunggu di kursi itu saja."
" Oke, aku ganti baju sebentar ya."
" Iya mbak."
Setelah berganti pakaian, aku kembali menemui Loli dan berbincang.
Tiba - tiba Adi datang menghampiri.
" Loh mbak itu kan Adi?"
" Iya."
" Eh beneran Loli toh? tumben kesini?" tanya Adi.
" Iya, diajak mbak Ayu mampir."
" Kamu ngapain kebelakang?" tanyaku.
" Itu bo, eh mbak tadi dari kamar mandi, terus kok kaya dengar suara Loli, ternyata benar."
" Lol kita ke depan yuk, makan dulu." Ajak ku.
" Ini beneran mbak? di traktir? kan kita belom gajian?"
" Udah tenang saja, makan aja sepuas mu, pilih lah yang kamu suka."
" Iya Lol, makan sepuas mu saja, mana perlu bayar dia orang ini lesehan dia." Kata Adi.
Aku hanya tersenyum.
" Pilih saja kamu mau makan apa, nanti biar Adi yang buatin."
" Adi kerja sama mbak?"
" Iya, hehehe."
" Terus yang ganteng lagi masak di sana itu siapa?" tanya Loli sambil menunjuk ke arah mas Nirwan.
" Oh itu suamiku Lol."
" Ha? mbak sudah menikah?"
" Memang kamu belum tau Lol?" tanya Adi.
" Ya belum lah mas, ini baru tau, makanya kaget banget, aku beneran nggak nyangka loh kalau mbak Ayu sudah menikah, kaget banget aku. Mbak Ayu nggak pernah bilang kalau sudah punya suami."
" Ya kamu kan nggak pernah nanya Lol, memang segitu kagetnya ya Lol?" Jawab ku.
" Iya lah mbak, mbak nikah muda ya?"
" Nggak juga, ya umurku kan udah cukup buat nikah Lol, aku menikah juga belum lama ini."
" Oh, tapi beneran loh, mukanya mbak itu masih kaya abg, nggak kelihatan kalau sudah menikah."
__ADS_1
" Lah memang muka ku giman sih Lol, kayaknya biasa saja. Ya sudah kamu mau pesan apa biar di buatin Adi."
" Nasi goreng saja lah mbak."
" Minumnya apa?" tanya Adi.
" Es jeruk saja mas,"
" Tunggu sebentar ya cantik, aku buatin nasgor yang spesial untuk mu."
" Ih jangan lebay deh mas."
" Hahaha, dia memang begitu Lol maklumin saja. Kelamaan jomblo dia."
" Jangan buka kartu dong bos, kan malau."
" Halah kamu mana punya malu, ya udah sana buatin keburu Loli pulang loh."
" Iya bos, Lol jangan pulang dulu ya, tungguin sebentar."
" Iya mas. Suami mbak ganteng tapi serem ya?"
" Ha? seremnya dari mana coba? kamu ini ada - ada saja."
Kamu nggak tau aja, aslinya gimana Lol, seremnya sih nggak seberapa, tapi mesumnya luar biasa.
" Itu lihat, mukanya serius banget, beda sama Adi yang mukanya ada ramah - ramahnya."
" Ya begitulah, suami ku itu jarang senyum. Pendiam juga kalau lagi sama orang yang baru dikenalnya, tapi dia baik kok."
" Wow mbak hebat ya, sudah punya usaha sendiri."
" Ini milik suamiku Lol, ini memang hanya warung kecil, tapi aku salut sama dia yang benar - benar memulainya dari nol."
" Adi sudah lama bekerja disini mbak?"
" Terus kenapa mbak masih kerja?"
" Kami dililit hutang Lol, yang harus kami bayar tiap bulannya, kalau cuma mengandalkan hasil dari lesehan ini aku takut nggak cukup, untuk bayar Adi, untuk bayar sewa tempatnya juga, dan untuk belanja lagi. Kalau Adi sih sebenarnya nggak minta digaji banyak, dia nggak minta harus dibayar segini. Tapi ya aku tau, bekerja itu nggak mudah, aku harus menghargai kerja kerasnya selama ini, setidaknya gajinya sama seperti yang lain. lagian selama disini dia kinerjanya cukup baik, dia orangnya kompeten, cekatan dia nggak malu meskipun dia seorang cowok harus bekerja ditempat seperti ini yang umumnya di lakukan wanita. Itu yang membuatku salut sama dia, aku dan suamiku juga mempercayainya."
" Pantes mbak tau banyak soal dia."
" Nih cantik pesanan mu sudah siap." Kata Adi yang baru datang membawa nampan berisi makanan untuk Loli.
" Terimakasih banyak mas"
" Iya sama - sama."
" Di kamu temenin Loli disini dulu ya, aku mau menyapa suamiku dulu."
" Memang sudah kangen banget ya bos?"
" Hahaha ya begitulah. Aku tinggal sebentar ya Lol."
" Iya mbak."
Aku menghampiri mas Nirwan yang ntah lagi sibuk ngapain padahal warung lagi sepi.
Aku memeluknya dari belakang.
" Mas."
" Sudah pulang sek?"
" Sudah dari tadi."
" Sudah mandi?"
__ADS_1
" Belum, cuma ganti baju saja, mau mandi takut Loli nunggunya kelamaan."
" Kamu membawa Loli kesini?"
" Iya,"
" Tapi kok kamu malah disini?"
" Loli ditemenin Adi, biarin mereka ngobrol berdua dulu, lagian aku juga kangen sama kamu. Mas kamu nggak kangen sama aku?"
" Nggak."
" Ih jujur banget sih, kenapa nggak kangen? aku aja kangen loh."
" Tadi pagi udah ketemu, sore ketemu lagi."
" Tapi kalau siang kan nggak ketemu, aku kangen meskipun sebentar nggak ketemu, memang berarti cuma aku yang sayang sama kamu, kamu nggak sayang sama aku."
" Kata siapa? jangan sembarangan bicara, kebiasaan mu selalu begitu."
" Yah habis mas menyebalkan."
" Hem,"
" Mas aku kenalin kamu sama Loli yuk, tapi jangan suka sama dia ya, dia cantik soalnya."
" Ya jangan di kenalin makanya."
" Ya nggak enak lah mas, nanti dikira suamiku sombong nggak mau nyapa temenku."
" Terus?"
" Ya udah ayok ke sana sebentar, tapi jangan suka ya sama dia."
" Ya aku nggak janji, kalau dia cantik, dia mau sama aku gimana."
" Jangan gitu lah mas, udah bosen? udah nggak sayang lagi?"
" Bercanda sek. Jangan ngambek dong."
" Ya udah yuk ke sana."
" Iya sek."
Aku memperkenalkan Mas Nirwan kepada Loli.
" Lol kenalin ini suami ku."
" Hay mas, aku Loli temen nya mbak Ayu."
" Aku suaminya Ayu, terimakasih sudah berkenan mampir." Kata mas Nirwan sambil tersenyum.
" Iya sama - sama mas,"
" Silahkan dinikmati, maaf tidak bisa menemani ngobrol terlalu lama, karena masih ada pekerjaan di dapur."
" Iya mas, nggak papa."
" Kalau begitu saya permisi dulu."
" Lol kamu lanjutkan ngobrolnya sama Adi, aku mau membantu suamiku di dapur."
" Iya mbak, nggak papa kok."
" Bos terimakasih, kamu memang yang terbaik." Kata Adi sambil mengedipkan sebelah matanya.
Aku tau apa yang dia maksud, aku hanya membalasnya dengan tersenyum.
__ADS_1