Kesalahan & Keegoisan Dibalik Kebahagiaan

Kesalahan & Keegoisan Dibalik Kebahagiaan
Bab 20


__ADS_3

Kekhawatiran mas Afif


Sebelum tidur aku mengecek ponsel ku, karena tadi lupa tidak ku bawa. Pasti mas Afif khawatir, dan benar saja banyak pesan dan panggilan tak terjawab dari dia.


Agar dia tidak terus khawatir, aku pun menelpon nya.


" Assalamualaikum mas, kok cepet banget angkat nya, pasti nungguin ya? "


" Waalaikum salam. iya udah tau nanya."


" Ih jutek banget sih, marah ya? "


" Hem, "


" Maafin aku ya mas. Mas boleh kok marah sesukanya mas, maaf tapi tadi hp ku ketinggalan dirumah mas, bukan maksudku mau membuat mas khawatir. "


" Mana bisa aku marah sama kamu dek. Aku cuma khawatir, seharian nggak ada kabar. Pengen banget aku tadi langsung nyusul adek. Tapi aku nggak tau posisi adek dimana. "


" Maaf mas, maafin aku ya? tadi beneran lupa, hp nya ketinggalan, tadi berangkatnya buru - buru. "


" Lain kali jangan teledor dek, untung adek nggak kenapa - napa, kalau terjadi sesuatu sama adek gimana? mau ngabarin mas gimana kalau hp nya aja nggak dibawa. Kamu bikin aku seharian ini khawatir dek, nggak tenang. Mana adek baru pertama ini kan ke gunung?.Terus tadi sampai dirumah jam berapa? "


" Iya mas iya maaf, janji deh besok lagi nggak akan teledor lagi. Udahan ngomelnya, aku capek mas dengernya, pas adzan Magrib tadi baru masuk rumah mas, "


" Iya dek, kan ini juga untuk kebaikan adek juga. Pasti capek banget ya, udah makan belum dek?"


" Udah makan kok mas. Capek banget mas kaki serasa mau copot, pegel - pegel. Nggak ada yang pijitin, hiks "


" Duh kasian banget sih adek ku. Bandel sih di bilangin gak usah ikut ngeyel. Jadi gini kan kecapekan."


" Ya sekali - kali mas. Biar ada pengalaman juga, biar tau dunia luar. Ya walaupun lelah tapi itu tadi terbayar dengan pemandangan indah nya. Aku nggak tau tempat pasti nya dimana, tapi tadi pas di bukit pemandangan nya cantik banget mas. Pengen deh ke sana lagi sama kamu mas, tapi nggak tau tempat nya, hehehe."


" Yang penting adek nggak kenapa - kenapa itu sudah membuat ku seneng dek. Ya udah adek bobok gih, istirahat. Ini perintah nggak bisa dibantah!! Harus tidur, nggak boleh main ponsel."


" Iya pak pacar, iya. Aku juga capek banget, boro -boro main ponsel, ini badan udah nggak karuan capeknya. Ya sudah aku bobok duluan ya, selamat malam mas, assalamu'alaikum."


" Waalaikum salam. Iya, bobok yang nyenyak dek. Semoga mimpi indah, jangan lupa berdoa terus nggak usah di matiin biarin mati sendiri telponnya. Mau memastikan adek tidur beneran. "


" Iya mas ku yang bawel, bawel banget sih."

__ADS_1


" Bawel nya cuma sama kamu. Udah buruan tidur."


" Iya ini sambil merem."


Karena badan sudah terasa lelah tak karuan, tidak butuh waktu tama untuk ku tertidur.


***


Pagi hari nya setelah bangun, seluruh badan ku sakit semua, mau berjalan aja susah karena kaki ku sakit banget. Aku juga menelpon ibuk menceritakan semua nya.


" Baru bangun nduk?"


" Iya buk, capek habis daki gunung."


" Daki gunung sama siapa nduk? itu bahaya, kok nggak bilang sama ibuk?"


" Sama remaja kampung kita buk, kemarin sibuk nyiapin yang mau dibawa, ya biasa lah buk terlalu antusias, karena baru pertama kali kan. Sampai lupa ngabarin ibuk."


" Terus gimana?"


" Ya nggak gimana - gimana buk, acaranya lancar kok, dan seru juga, tapi capeknya itu buk, sampai kaki ku aja sakit buat jalan."


" Iya nanti gampang lah buk."


" Kalau badannya sakit untuk istirahat dulu dirumah, jangan keluyuran."


" Iya buk, lagian mau keluyuran kemana juga."


" Jaga kesehatan ya nduk, makan yang bener biar nggak sakit."


" Iya buk, ibuk juga, sehat - sehat di sana, jangan kecapek an juga, kasian dedek bayinya. Ya udah aku mau mandi dulu buk, Assalamualaikum."


" Iya nduk, waalaikum salam."


***


Tidak terasa libur panjang pun berakhir, kami masuk sekolah seperti biasa. Kelas baru suasana baru juga.


Aku begitu bersemangat berangkat pagi ini. Aku sudah tidak sabar bertemu teman - teman ku. Aku sangat merindukan mereka.

__ADS_1


Seperti biasa aku berangkat bareng mbak Yani. Sesampainya di sekolah aku sudah di nanti sahabat ku di dalam kelas. Mereka berangkat pagi mencari tempat duduk, agar kita berempat bisa duduk berdekatan.


" Hay, aku rindu kalian, " aku agak sedikit berlari mendekati sahabat ku itu, dan segera memeluk mereka. Jadilah acara saling berpelukan melepas rindu.


" Aku juga. Ternyata nggak ketemu kalian, aku juga rindu. kangen ngumpul bareng kalian, " kata Aisyah.


" Iya biasa ketemu tiap hari, terus dirumah lama, rasanya kaya ada yang kurang." Imbuh mbak Okta.


" Oke, udah ya peluk - peluk kan nya, malu ih diliatin yang lain. Sekarang kita bahas rencana selanjutnya. Ini kan sudah naik kelas pasti pelajaran nya makin sulit dong. Gimana kalau kita bikin jadwal belajar kelompok? terus sekarang kita tentuin kapan belajar kelompok nya." Kata mbak Yani.


" Baru juga masuk sekolah mbak, udah bahas belajar aja, pelajaran nya aja belum dimulai, " protes ku.


" Biar pinter Ayu. Kan pelajarannya semakin sulit, nah kan kalo belajar kelompok mana materi yang dan soal yang sulit bisa dibahas bareng. Siapa yang nggak ngerti akan diajarin sama yang sudah ngerti. Aku sih setuju banget. siapa yang punya usul lain lagi? " tanya Aisyah.


" Untuk menghemat uang jajan, gimana kalau kita bawa bekal aja dari rumah? " usul ku.


" kamu ini, makanan mulu yang dipikir." Sindir mbak Yani.


" Tapi aku juga setuju tuh dengan ide ayu, " kata mbak Okta.


" Ih seneng nya ada yang belain.Itu juga penting kali mbak, selain hemat uang jajan kan lebih kenyang juga dan juga lebih sehat." kata ku.


" Oke, gimana kalau begini. Senin sama Kamis kita puasa. Terus Selasa aku yang bawa bekal, Rabu mbak Okta, Jumat Yani, sabtunya Ayu. gimana?" usul Aisyah.


" Ide mu luar biasa Syah, aku setuju pake banget, " kata ku sambil ku acungkan jempol.


" Setuju, " kata mbak Okta.


" Aku ngikut aja. terus belajarnya 1 Minggu sekali kita belajar bareng, dirumah siapanya nanti gantian. Hari Jum'at setelah Sholat Jum'at. gimana?" tanya mbak Yani.


" Setuju!!! " kita jawab serentak.


" Eh ngomong - ngomong makasih loh ini udah dicariin tempat duduk, hehehe," kata ku.


" Yah kayaknya kalau mengandalkan kamu nggak mungkin deh Yu, berangkat mu aja siang terus." kata Aisyah.


" Makanya kita yang inisiatif berangkat pagi buat berebut kursi agar kita duduknya deketan." Imbuh mbak Okta.


" Ya maklum lah, rumah kita jauh." Bela mbak Yani.

__ADS_1


" Iya mbak bener tu, hehehe." Kata ku.


__ADS_2