
**Suasana baru**
Pagi hari.
Pagi - pagi sekali mbak Yani sudah bangun. Saat aku terbangun, mbak Yani sudah berpakaian rapi, sepertinya mau berangkat kerja.
" Bangun Yu sudah siang."
" Iya mbak, masih ngantuk. Mbak kok sudah rapi, wangi banget lagi, emang mau kemana?"
" Ya kerja lah Yu."
" Mbak nggak libur aja kerjanya? "
" Ya nggak lah Yu. Kenapa? "
" Nggak papa mbak, cuma kalau nggak ada temen aku bingung nggak tau mau ngapain, jenuh kalau di rumah nggak ngapa - ngapain. Aku juga mesti cari kerja kan."
" Ya sementara ini istirahat dulu aja dirumah, beres - beres rumah kek apa ngapain, rumah kamu nggak ke urus kaya gini, setidaknya bersihin dan beresin dulu aja. Masak baru sampai sudah mau pergi lagi, simbah juga masih kangen sama kamu."
" Iya juga ya mbak. Ya deh aku beresin rumah dulu aja. Tapi sambil cariin kerjaan ya mbak."
" Ya nanti sambil tak cari info loker. Atau besok, kamu ikut aku ngekos aja, nanti sekalian kita nyari kerja yang deket sama kosan, gimana? "
" Boleh deh mbak, sekalian kan biar tau suasana kota, hehehe."
" Sekalian nanti tak kenalin temanku, temenku cowok banyak loh."
" Heh belum mau mikirin yang begituan mbak, kerjaan aja belum dapet. "
" Cobalah buka hati pelan - pelan sambil jalan."
" Nggak lah mbak takut kesandung, hehehe."
" Makan nya sambil liat jalan geh."
" Hehehe Iya mbak. Di usahain kok, tenang aja."
" Ya udah aku berangkat kerja dulu, itu temen ku udah dateng. Kamu istirahat dulu. Lusa tak jemput. "
" Oke mbak, hati - hati dijalan."
Setelah mbak Yani berangkat. Aku balik rebahan lagi di kasur. Rasa lelah sisa perjalanan kemarin masih terasa.
Tuhan, aku tidak tau rencana seperti apa yang telah engkau persiapkan untukku. Apapun itu pasti itu yang terbaik dari pada yang aku rencanakan. Engkau yang Maha membolak-balikan hati, maka bantulah hamba mu ini untuk membuka hati kembali. Jika memang dia bukan takdirku maka bantulah aku untuk menjauh dengan cara yang tidak terlalu menyakitkan. Jika memang dia takdirku, maka dekatkan dan tunjukan jalan mana yang harus aku lalui untuk bersamanya. Aku salah karena terlalu mencintainya, sehingga sangatlah sulit untukku melepaskannya.
Deringan ponsel mengagetkanku. Rupanya Panggilan dari ibuk.
" Assalamu'alaikum buk. "
" Wa'alaikumsalam nduk. Sudah nyampe belum? "
__ADS_1
" Sudah buk. Maaf belum sempat ngabarin. "
" Kamu nggak papa nduk?"
Aku mengerti maksud dari pertanyaan ibuk. Dia mengkhawatirkan aku akan sakit kembali saat teringat kenangan itu terbayang lagi. Disini memang adalah saksi bisu kisah perjalanan cinta kita.
" Iya buk aku nggak papa, tenang aja nggak usah khawatir."
*Aku nggak baik - baik aja buk, nyatanya hati yang telah aku siapkan tak mampu menghalangi kenangan itu datang lagi.
Sehingga mengorek luka yang sudah ku usahakan untuk ku tutupi.
Maaf aku nggak bisa bilang ke ibuk yang sebenarnya, aku nggak mau bikin ibuk khawatir*.
" Ya bagus lah nduk kalau begitu. Simbah bagaimana nduk, sehat kan? "
" Iya buk, simbah sehat."
" Lagi - lagi kamu jauh dari ibuk. Jaga diri baik - baik ya nduk. Jaga simbah juga, jangan nyusahin simbah. Ingat selalu pesan ibuk. Jaga kehormatan mu. Ibuk percaya padamu. "
" Iya ibuk. Aku akan selalu mengingat pesan ibuk. Lusa aku mau ikut mbak Yani ngekos di Jogja buk, sama mau sekalian nyari kerja. Doain ya buk. "
" Selalu nak. Ibuk selalu mendoakan kebahagian dan keselamatanmu."
" Makasih buk. Buk aku kangen, besok Hari raya aku nggak bisa pulang buk."
" Iya nggak papa nduk. Yang penting selalu jaga diri."
" Ya udah nanti lagi, ibuk mau masak dulu. Assalamu'alaikum."
" Wa'alaikumsalam."
Setelah panggilan panggilan berakhir, aku memberanikan diri mengirim pesan ke mas Afif.
📨Aku
Assalamu'alaikum mas, apa kabar?
aku sudah balik mas, kapan mas pulang?
aku ingin ketemu mas. Meskipun cuma sebentar.
Aku sangat berharap untuk bisa bertemu kembali dengannya. Aku sangat yakin kali ini bahwa aku bisa bertemu dengannya.
Setelah pesannya aku kirim, aku bergegas bangun untuk segera memulai membereskan rumah. Karena lusa sudah mau pergi, jadi sebelum pergi rumah sudah harus bersih dan rapi.
Pesan ku nggak di balas sepertinya dia lagi kerja. Biarin deh, beres - beres aja dulu, nanti kalau dia sudah nggak sibuk pasti dibalas. Itu pun kalau dia mau balas sih. Tau ah, malas mikirin, di balas ya syukur nggak di balas ya sudah. Nggak mau ambil pusing.
***
Malam harinya barulah ada balasan pesan dari mas Afif.
📩Mas Afif
__ADS_1
Wa'alaikumsalam dek. Alhamdulillah kabar baik. Mungkin sebelum puasa aku pulang dek kalau kontraknya nggak diperpanjang. Adek kapan balik kesitu?
Walaupun hubungan kami sudah tidak sedekat dulu, mas Afif masih sopan dan lembut padaku. Memang sudah sifat dia begitu.
📨Aku
Baru nyampe kemarin malam mas. Ya udah besok kalau pulang kabarin ya mas.
📩Mas Afif
Iya dek.
Aku tidak membalasnya lagi, aku bingung mau balas apa lagi, mengingat hubungan kita sudah tidak sedekat dulu. Aku ingin mengirim pesan panjang lebar seperti dulu. Tapi aku ingat lagi hubungan kita, aku cukup tau diri dan dimana harus menempatkan diri.
Aku memilih berkemas untuk mengalihkan pikiranku agar tidak terus memikirkan dia. Aku memilih dan memilah baju apa yang harus aku bawa.
***
Seperti yang mbak Yani bilang, mbak Yani pun datang menjemput ku dengan motor matic merahnya.
" Sudah siap Yu?"
" Sudah mbak. "
" Ya udah berangkat yuk, mumpung masih pagi. "
" Bentar pamit simbah dulu. "
Setelah pamit kita pun berangkat. menelusuri jalan yang belum pernah aku lewati. Aku pun dibawa mampir ke beberapa tempat untuk membeli makanan dan kebutuhan yang lain. Hingga siang baru tiba di kosan mbak Yani.
" Gimana? betah nggak kira - kira di kosan ku ini? sempit lho? "
" Betah aja mbak. Makasih loh mbak udah ajak aku kesini, suasana baru ini aku menyukainya. Hehehe. "
" Ya bagus kalau gitu. Nanti malam kita jalan - jalan sama sekalian cari makan ya. Soalnya besok aku udah kerja, mungkin pulang kerja kita bisa keliling sambil nyari lowongan kerja. nggak papa kan aku tinggal di kosan sendirian? "
" Nggak papa mbak. Aku udah gede kali."
" Jangan keluyuran kemana - kemana tapi."
" Mau kemana juga mbak, disini nggak tau jalan. Motor juga dibawa mbak kerja kan."
" Iya juga ya. Hehehe. Ya udah tidur aja seharian di kosan."
➖➖➖➖➖➖➖➖➖➖➖➖➖➖➖➖
Terimakasih untuk yang masih setia baca karya sederhana ku ini. 😘😍
mampir ke FB ku yah : Ayu Senja
Ig ku. : kupukupu_53n74
Jangan lupa like nya ya😍😍😘
__ADS_1