
" Akhirnya mas aku lega."
" Lega kenapa?"
" Sebelum aku memutuskan untuk tes kehamilan, aku sempat ke klinik di dekat tempat ku kerja, kata dokter di sana kalau seperti ada benjolan di perutku, dan kemungkinan itu kista, aku dikasih obat kalau dalam waktu tiga hari aku nggak datang bulan, aku harus periksa ke rumah sakit. Untung aku nggak minum obat itu dulu, aku pilih tes dulu, kalau hasilnya negatif berarti aku kemungkinan kena kista atau penyakit yang lain, dan kalau positif berarti aku hamil, aku nggak sakit."
" Kenapa nggak bilang?"
" Aku tidak mau bilang sebelum aku mengetahui hasilnya mas, kemarin itu aku takut banget mas, pikiran ku sudah kemana - kemana, kalau aku nggak bisa ngasih kamu anak pasti kamu bakalan ninggalin aku kan? dan menikah lagi?"
" Mungkin."
" Nah kan, aku benar. Basa basi kek dikit, biar aku tuh seneng, eh tapi dengan begini ada baiknya juga, setidaknya aku jadi tau kalau mas nggak sayang sama aku."
" Kamu itu ngomong apa sih sek, udah malem yuk tidur, nggak usah bahas aneh - aneh."
" Selalu saja begitu, menghindar."
" Mau tidur nggak?"
" Iya tidur, takut besok kesiangan juga kerjanya."
" Nggak usah kerja aja ya nduk? kamu kan lagi hamil?"
" Nggak boleh gitu mas, katanya kalau lagi hamil tuh nggak boleh malas, nanti malah anaknya ikut malas, lagian kalau diem terus nggak ada kegiatan malah nggak bagus."
" Iya tapi ingat ya? nggak boleh capek - capek, makan nya yang benar. oh iya tadi udah diminum belum susunya?"
" Sudah mas,"
" Mas pengennya kamu nggak usah kerja aja."
" Aku nggak mau nanti anak kita pemalas mas. Emang mas mau?"
" Ya nggak juga sih."
" Tenang aja, aku bisa jaga diri, aku juga akan hati - hati. Kan ada Loli juga di sana mas."
" Tapi aku yang antar jemput, aku takut kalau kamu bawa motor sendiri, apa lagi kamu kalau bawa motor suka teledor, nggak hati - hati."
" Iya mas, iya."
***
Aku bangun pagi seperti biasa masak juga buat sarapan, aku nggak mual kalau pagi dan alhamdulillahnya aku juga nggak mual bau bawang. Jadi masih bisa masak buat sarapan.
Ntah karena belum, atau memang nggak ngalamin hal itu, soalnya kehamilan setiap orang itu berbeda. Jadi wajar aja kan kalau nggak sama dengan orang hamil pada umumnya.
Dengan nggak teler aku senang, jadi bisa beraktifitas seperti biasa.
" Mas berangkat yuk,"
" Iya, udah minum susu?"
" Udah mas."
" Nggak mual kan?"
" Nggak, kan susunya rasa coklat, jadi ya aku suka."
" Bagus deh kalau gitu."
" Ya udah ayok berangkat."
__ADS_1
" Iya, aku keluarin dulu motornya, sabar."
Aku udah nggak sabar pengen cepat ketemu Loli dan memberitahunya kabar bahagia ini.
Gimana reaksinya tuh anak ya kalau tau aku hamil, pasti heboh sendiri.
***
" Mas aku masuk dulu ya?"
" Iya, jangan keluyuran kemana - kemana, hati - hati kerjanya."
" Iya mas, kamu juga hati - hati dijalan ya, bawa motornya nggak usah ngebut."
" Iya sek."
Setelah mas Nirwan pergi, aku segera bergegas masuk ke dalam.
" Assalamualaikum."
" Waalaikumsalam."
" Pagi Lol."
" Pagi juga mbak. Ehem yang baru aja datang datang, sumringah banget sih mbak? pasti lagi bahagia ya, bagi - bagi dong?"
" Emang kelihatan banget ya Lol?"
" Iya lah, tuh bibir senyumnya dari tadi lebar banget."
" Yah gimana nggak seneng coba, kalau aku ternyata nggak sakit." Kata ku sambil memberikan foto USG ku kepada Loli.
" Hah, mbak hamil, ini beneran?"
" Iya Lol."
" Aku juga seneng banget."
Loli mengelus perutku yang masih rata sambil berkata,
" Hey anak mami, aku mau nya jadi mami ke dua mu, aku nggak mau jadi tante mu, baik - baik di sana, tumbuhlah dengan baik ya sayang, mami udah nggak sabar banget pengen gendong kamu."
" Hahaha, masih lama lah Lol, lama banget, ini aja baru tujuh minggu."
" Ya nggak papa mbak, aku sabar kok menanti. Kali ini mbak kerjanya nggak boleh capek - capek ya."
" Ya emang biasanya kerjanya capek? orang kerjanya banyakan duduk santai."
" Ya sih, kan biasanya kalau orang hamil ngidam tuh, mbak pengen sesuatu nggak? atau apa gitu nanti aku bantu nyari deh."
" Terimakasih Lol, tapi untuk sekarang memang aku belum pengen apa - apa sih."
Aku senang, karena Loli segitu antusiasnya mengetahui kabar kehamilan ku. Yah bagiku dia memang keluarga baru ku.
" Mbak bentar ya aku keluar dulu."
" Mau kemana?"
" Mau keluar sebentar."
Mau kemana sih tuh anak, tumben - tumbenan pergi, biasanya juga kalau mau makan pilih pesan dari pada keluar sendiri.
Beberapa saat kemudian Loli datang menenteng kantong kresek.
__ADS_1
" Apaan tuh?"
" Makanan dong, aku beli rujak buat mbak, Loli juga beli buah, beli roti, beli biskuit kalau mbak mau ngemil, bumil itu harus makan yang banyak, biar ke duanya sehat, harus makan yang banyak vitaminnya juga mbak."
" Makasih ya Lol. Kamu baik deh, perhatian banget sama aku."
" Mbak itu udah aku anggap seperti mbak aku sendiri, aku juga akan menjaga mbak kalau kita lagi bersama gini."
Aku terharu dengan kebaikan Loli, padahal kita baru kenal, tapi dia sudah sebaik ini dengan ku.
" Anaknya mami, liat nih mami beliin makanan banyak buat kamu, kalau ngidam jangan aneh - aneh ya? jangan yang susah di cari. Jangan rewel juga kasihan kan ibu kamu, harus jadi anak baik, bantuin agar ibu mu nyaman kerjanya. Baik - baik disana" Lagi - lagi Loli berbicara sambil mengelus perutku yang masih rata.
Aku hanya tersenyum menyaksikannya.
" Ini kamu belinya kebanyakan Lol."
" Nggak papa mbak, biar bisa buat nanti sekalian."
" Oh iya hubungan kamu sama Adi gimana?"
" Baik - baik saja kok mbak."
" Sudah ada kemajuan?"
" Ada dong, nih kita lagi nyusun rencana mau lamaran."
" Wah wah bagus dong kalau gitu, aku ikut bahagia, semoga segera terlaksana dan semuanya lancar ya Lol."
" Amin mbak, makasih loh udah dikenalin sama dia."
" Ya mungkin emang kalian jodoh kali, dan aku cuma jadi perantara, katanya kalau mukanya mirip jodoh."
" Emang aku mirip sama Adi ya mbak?"
" Iya ada, bibir sama hidung kamu tuh mirip sama dia."
" Masak sih?"
" Iya, semoga jodoh Lol."
" Amin, Loli juga pengennya gitu mbak. Oh iya pak Isnan gimana mbak? udah tau kalau mbak hamil?"
" Ya belum lah Lol, kita kan nggak pernah kontekan."
" Iya juga ya, pasti dia tambah patah hati deh kalau tau."
" Lah kenapa gitu?"
" Ya tambah susah kan kalau mau dapetin mbak."
" Hahaha, kamu ini, jangan - jangan selama ini kamu doain aku cerai sama suami ku?"
" Ya habisnya, dia tuh baik banget sama mbak, kayaknya sayang banget sama mbak, pasti mbak bahagia deh sama dia. Kadang aku suka sedih kalau liat mata mbak sembab, pasti malamnya habis nangis, dan sakitnya lagi mbak nggak mau bagi cerita sama aku."
" Ya namanya rumah tangga, pasti ada lah Lol pertengkarannya, maaf karena bukanya nggak mau cerita, besok - besok aku bakal cerita deh sama kamu."
" Beneran ya mbak? awas aja kalau bohong. Kalau aku tau mbak di buat sedih, aku akan menyuruh pak Isnan buat bawa mbak kabur."
" Hehehe, kamu ini ada - ada saja. Ngomong - ngomong sola Isnan, dia udah move on loh?"
" Ah yang benar? masa sih mbak? sama siapa?"
" Sama elsinya dia, kalau dia lagi di tempat yang kemarin itu."
__ADS_1
" Astaga, mungkin dia saking frustasinya kali ya mbak, sama orang setajir dia mau aja sama elsi."
" Namanya juga cinta Lol."