
...Perselingkuhan bapak...
" Lagi apa nduk? " Tanya ibuk.
" Lagi istirahat buk. Ini lagi main ponsel, tumben ibuk nyamperin aku ke kamar. Ada apa buk? ibuk gak papa kan?" Tanya ku cemas.
" Ntah lah nduk. Ibuk bingung sama sikap bapak mu akhir - akhir ini. Mudah marah dengan alasan yang gak jelas. Kemarin ibuk pegang hp bapak. Padahal ibuk cuma buka pesan dari bos nya bapak, bapak malah marahin ibuk, ibuk bingung nduk, dengan sikap bapak yang sekarang, "
Aku bingung harus nenangin ibuk gimana. Aku sudah yakin kalau bapak selingkuh, tapi aku gak tega ngomongnya sama ibuk. Dengan ibuk cerita begini, aku yakin pasti ibuk sudah tidak kuasa memendam rasa sakit itu.
" Ibuk yang sabar ya buk, kita doakan saja semoga bapak cepat berubah dan balik seperti semula," kata ku, mencoba menghibur ibuk.
Buk aku gak tau bagaimana cara nenangin ibuk. Aku gak tau gimana caranya menghibur ibuk. Aku tau, ibuk pasti terluka saat ini. Aku juga tau ibuk sangat mencintai bapak. Tapi aku berharap semoga apa yang aku takutkan itu tidak benar. Jujur buk aku juga sakit lihat kalian seperti ini, apa lagi lihat ibuk sedih.
" Iya nduk. Ibuk akan mencoba semampu ibuk, ibuk juga selalu berdoa, semoga keluarga kita selalu baik - baik saja. "
Aku memeluk ibuk sangat erat. Tangan ibuk membelai rambut ku. Ibuk menghujani ciuman di pucuk kepala ku. Ingin ku menangis di pelukannya, tapi aku tahan sekuat yang aku bisa. Aku pengen jadi kekuatan ibuk, makanya aku harus kuat. Setidak nya kuat di depan ibuk.
Aku gak boleh cengeng. Aku harus kuat. Buk aku akan jadi kekuatan mu, bertahanlah. Ada aku disini, mari kita lalui bersama. Aku tidak akan meninggalkan ibuk. Semoga pelukan ku ini bisa sedikit memberi ketenangan buat ibuk.
" Ya udah nduk sana makan dulu, ibuk udah masakin makanan kesukaan mu," kata ibuk sambil mengurai pelukannya.
" Ibuk udah makan belum? makan bareng yuk buk, sepiring berdua, terus suapin aku ya? " ajak ku.
Aku tau pasti ibuk belum makan kan?. Dalam ke adaan ibuk yang kaya begini ibuk masih sempet - sempet nya mikirin masak makanan kesukaan aku. Padahal aku tau, untuk sekedar mikirin perut ibuk sendiri pun ibuk malas. Terimakasih buk. Aku mencintai mu, sangat.
" Ihh manjanya gadis ibuk. "
" Nggak papa. Kan udah lama gak disuapin ibuk, hehehe," jawab ku sambil nyengir kuda.
Setelah selesai makan bareng ibuk. Aku lanjut nonton TV bareng ibuk. Sambil ku main ponsel, sms-an seperti biasa sama mas Afif.
Pagi hari ini bapak memutuskan balik kerja ke Jogja. Padahal hari Minggu biasanya itu bapak libur di rumah ngumpul sama kita. Tapi hari ini bapak malah mau balik kerja, dengan alasan gak enak sama bos karena udah libur terlalu lama.
Mungkin karena terlalu buru - buru, ponsel bapak ketinggalan di meja.
Setelah sampai di Jogja bapak baru sadar kalau hp nya gak ada. Dia meminjam hp temennya buat menelpon hpnya. Mungkin dikira hpnya jatuh.
" Halo assalamualaikum. " Salam ku.
" Wa'alaikum salam. Nok ini bapak, tak kirain hpnya bapak jatuh. Ya syukur deh kalau ternyata ketinggalan di rumah." Kata bapak.
" Iya pak. Tadi ketinggalan di meja. Bapak udah sampai? " tanya ku.
" Udah nok barusan. Iya udah bapak kerja dulu ya, nanti malam bapak pulang. "
" Ya udah bapak hati - hati kerjanya, kalau mau pulang gak usah malem - malem. Bawa motor nya gak usah ngebut. Assalamualaikum ".
" Wa'alaikum salam. "
Bagaimanapun dia, dia tetap lah bapak ku. Walau sebenernya aku sangat kecewa pada nya. Aku tetep menyayanginya.
Ini memang tidak sopan. Tapi rasa penasaran ku yang terus membujuk ku untuk memeriksa ponsel bapak. Akhirnya aku buka kotak masuk di ponsel bapak. Tidak ada pesan yang mencurigakan. Mungkin bapak sudah menghapusnya, tapi Tuhan memang memutuskan untuk membuka kebohongan bapak. Ting,, ada pesan masuk dari nomor baru.
📩 +62877******...
Mas maafin aku ya? maaf tolong jangan marah. Aku tidak bermaksud begitu, aku sungguh mencintai mu.
Dan betapa terkejut nya aku, aku bingung. Aku hanya terdiam duduk di kursi ruang tamu. Tiba - tiba aku dikagetkan dengan suara panggilan masuk dari ponsel bapak. Aku segera teriak memanggil ibuk agar ibuk yang menerima panggilannya. Aku masih syok, mencerna pesan yang tadi ku baca. Aku tidak memperhatikan nomor siapa yang menelpon .
lalu ibuk datang duduk di samping ku,
" Halo assalamu'alaikum, " salam ibuk.
" Wa'alaikum salam " jawab nya.
Karena ibuk duduk di sampingku, aku bisa mendengar bahwa yang menelpon adalah perempuan.
" Mas Kelik nya ada mbak? " Tanya dia.
" Oh baru aja dia berangkat, ini hp nya ketinggalan di rumah. maaf ini siapa ya? ada perlu apa? biar nanti aku sampaikan," kata ibuk.
__ADS_1
" Lha ini siapa nya mas Kelik ya? " wanita itu balik bertanya.
" Aku adek nya mas Kelik, " jawab ibuk.
Aku begitu terkejut dengan jawaban ibuk, aku tambah di buat bingung. Aku belum ngerti kenapa ibuk jawab begitu.
Â
Mungkin yang menelpon nomor baru tadi.
Â
" Kenalin mbak aku Linda, pacar nya mas Kelik. Tolong sampaikan ya mbak, kemarin aku bertengkar sama mas Kelik. Tolong sampaikan maaf ku kalau dia pulang. Bilang suruh ketemu aku di tempat biasa. Bilangin juga ya mbak kalau aku sayang sama dia. "
Duarrrrr ,,,,
Bagai disambar petir di siang bolong. Seakan leherku tercekik gak bisa bernafas. Ternyata dugaan ku benar nomor tadi yang menelpon.
Aku gak bisa menjelaskan apa yang aku rasakan saat ini. Dalam pikiran ku hanya ada ibuk. Dan ku lihat ibuk begitu tegar bahkan raut wajahnya pun biasa saja, gak ada kaget - kaget nya. Mungkin karena ibuk gak mau nunjukin kesedihan nya. Ibuk gak mau menangis di depan ku.
" Iya nanti aku sampaikan kalau mas Kelik nya pulang." Ibuk menjawab dengan begitu santainya.
Buk aku tau, pasti hati ibuk hancur banget. Sama seperti mu buk. Aku juga sangat kecewa sama bapak.
Setelah panggilan berakhir ibuk membawa ponsel nya masuk ke kamar.
" Nduk ibuk mau tidur siang dulu ya? nanti kalau mau main gak usah bangunin ibuk. Kalau mau main makan dulu ya," katanya sambil tersenyum sangat manis.
Mungkin ibuk mengira aku tidak mendengar. Makanya ibuk bersikap biasa saja.
Tidak perlu ibuk menutupi nya dari ku,
aku sudah mendengar semuanya buk, bahkan aku yang membuka pesan darinya. Melihat mu tersenyum begitu, semakin menyayat hati ku.
Aku tau pasti ibuk akan melampiaskan rasa sakit nya.
Air mata adalah ungkapan hati, yang tidak mampu di ucapkan dengan kata - kata.
Â
Pak kenapa bapak tega? kurang nya ibuk dimana? kenapa kamu masukan orang ketiga, di tengah - tengah keluarga kita?. Bahagia seperti apa lagi yang bapak inginkan? apa cinta kami tak mampu membuat mu bahagia, hingga bapak harus mencari cinta dari wanita lain? bapak tidak hanya menyakiti ibuk tapi, bapak juga menyakiti ku. Aku kecewa sama bapak. Bapak yang sangat aku banggakan, bapak yang sangat aku hormati. Kenapa bapak menghancurkan itu semua, kenapa???
Â
Aku seharian hanya di kamar, sesekali aku keluar melihat kamar ibuk. Masih tetap sama, dari tadi pintu kamar ibuk masih belum terbuka. Aku khawatir sama ibuk, tapi aku tau pasti ibuk butuh waktu sendiri, menenangkan diri.
Â
Hingga malam tiba, ibuk tak kunjung keluar untuk sekedar makan. Aku tak berani mengganggu ibuk. Sudah tak ku pedulikan yang lain. Aku hanya mikirin ibuk dan masalah ibuk. Bahkan ntah ponsel ku dimana, masalah ini membuatku melupakan segalanya bahkan mas Afif.
Â
Pagi harinya. Aku bergegas bangun, aku sedikit tersenyum, aku lega melihat ibuk yang sedang menyajikan sarapan. Setidaknya raga nya tidak apa - apa, walaupun pastinya hatinya hancur berantakan.
" Tumben gadisnya ibuk udah bangun tanpa dibangunin? sapanya sambil tersenyum.
Ya, senyum palsu yang sering ia tunjukan untuk menipu ku.
Pasti sakit ya buk? harus pura - pura tersenyum seperti itu di depan ku. Kenapa ibuk tidak jujur? apa ibuk mencoba menjaga perasaan ku?. Jangan lama - lama menyiksa diri buk. Semoga secepat nya ibuk mau cerita.
" Iya buk, sarapan bareng yuk buk, pasti ibuk kemaren gak makan? ibuk gak papa kan? soalnya ibuk gak keluar dari kamar. Aku khawatir buk, ibuk gak lagi sakit kan? " tanyaku.
" Kemarin kepala ibuk agak pusing. Jadi istirahat nya agak lama. Tapi sekarang udah sembuh kok nduk. Ya udah yok sarapan bareng. " Jawab ibuk.
Padahal dari kemari nggak makan, tapi nggak terasa lapar. Bahkan makan beberapa suap saja udah berasa kenyang.
" Kok dikit banget nduk makan nya? " tanya ibuk.
" Buru - buru buk mau mandi. Mau berangkat pagi soalnya, " alasan ku. Padahal memang karena gak nafsu makan.
Segera ku tinggal kan dapur. Bergegas mandi dan bersiap - siap berangkat sekolah.
__ADS_1
Aku bersikap biasa saja di depan teman - teman ku. Aku tidak ingin mereka tau masalah ku. Aku malu kalau sampai temen - temen ku tau dengan tingkah bapak ku yang menurutku sangat menjijikan.
Tapi tidak dengan mas Afif. Karena ponsel ku tidak bisa dihubungi, mas Afif sampai bertanya sama mbak Yani. Mungkin mbak Yani penasaran akhirnya mbak Yani pun bertanya pada ku.
" Yu kemarin si Afif telpon aku. Nanyain kamu kenapa kok pesannya gak kamu bales, telpon nomor kamu juga nggak aktif, kamu kemana emang? " Tanya mak Yani.
" Oh itu mbak, hp aku kemaren mati mbak. Baterainya habis, aku lupa ngecas. Ya nanti lah kalau udah di rumah tak hubungin dia balik." Jawab ku.
" Tumben? gak biasa nya kamu begini? " tanya mbak Yani yang sudah mulai curiga.
" Lagi bosen aja sama ponsel mbak. " Jawab ku.
" Kemaren Afif cerita katanya kalian udah jadian. Bukanya lagi anget - anget nya ya?" tanya mbak Yani lagi.
" Emm ya begitulah, " jawab ku sambil nyengir kuda.
Dan setiap ku bersama sahabat ku. Aku berusaha bersikap biasa saja. Tetapi tidak dengan mas Afif. Aku hanya balas pesan dia seperlunya, bahkan kalau dia nelpon pun gak aku angkat, dengan berbagai alasan. Jujur aku malu, aku takut dia bakal menjauhi aku kalau tau masalah ku. Aku jadi minder tidak percaya diri.
Walaupun ku perlakukan begitu, mas Afif nggak marah, bahkan nggak menyerah. Mas Afif masih sering kirim pesan dan mencoba menelpon.
📩 Mz Afif
Dek angkat telpon nya mas. Mas mau ngomong.
📩Mz Afif
Dek kamu kenapa to? ada masalah apa ? cerita sama mas?
📩Mz Afif
Apa adek sudah mencintai pria lain?
Deg,,, pesan terakhir dari mas Afif menyadarkan ku. Aku tak ingin dia salah faham.
📨Aku
Ngomong apa si mas? gak usah aneh - aneh deh. Besok Minggu kita ketemuan di tempat yang kemarin ya mas?. Tapi mas gak usah bawa temen. besok aku jelasin semuanya.
📩Mz Afif
Akhirnya dek kamu balas pesan ku. Aku kangen dek, kangen banget. Ya udah aku tunggu besok di tempat biasa ya.
Aku putuskan untuk bercerita dengan mas Afif. Meluruskan kesalahpahaman ini. Ntah nanti akhirnya dia akan gimana, aku hanya perlu menyiapkan hati dengan segala kemungkinan yang akan terjadi nanti.
Minggu pagi - pagi sekali aku sudah bersiap. Aku pamit dengan ibuk, mau olahraga jalan sehat. Sesampai nya di sana udah ada pujaan hati yang menunggu ku. Seperti awal bertemu, dia menyambut ku dengan senyuman manis nya.
" Apa kabar dek? kok kayak nya kurusan sih?. " Tanya nya.
" Kabar baik mas. Apanya yang kurus? kayak nya sama aja. Ini pipi nya juga masih chuby." Jawab ku sambil tersenyum.
" Aku tau dek kamu lagi nggak baik - baik saja. Kedua mata mu itu lebih jujur dari pada mulut mu," kata mas Afif yang membuat ku kaget.
" Aku kira, aku bisa berbohong pada mu lebih lama. Tapi ternyata mas lebih peka dari yang aku kira, "
" Kenapa kamu berbohong dek? apa aku belum bisa menyakinkan mu untuk percaya pada ku, dan membagi masalah mu dengan ku?"
" Bukan begitu mas. Aku hanya belum bisa. Belum sanggup kehilangan mu mas. Aku malu untuk bercerita, aku juga takut membuat mu kecewa."
" Masalah apa yang sedang kamu hadapi dek, hingga kamu bisa berfikiran begitu tentang ku? "
" Ini aib keluarga ku mas, yang sebenarnya sangat memalukan untuk di ceritakan. Tapi aku putuskan untuk menceritakan padamu, karena aku gak mau mas jadi salah faham. Dan berfikiran yang tidak - tidak tentang ku".
Dan ku ceritakan semuanya tanpa ada yang aku tutup - tutupi, aku ingin bersikap tegar di hadapannya.
" Menangis lah dek, jangan pura - pura tegar dihadapan ku. Aku tau kamu pasti lelah bersandiwara di depan ibuk dan teman mu. Tolong jangan siksa dirimu jika bersama ku,"
Â
Dia langsung memeluk ku sangat erat. Aku benar - benar terpuruk di hadapannya. Aku menangis dalam pelukannya, tangan nya membelai rambut ku, dia menghujani ciuman di pucuk kepala ku.
Â
__ADS_1
" Menangis lah sampai puas di pelukan ku. Aku tau setelah pulang dari sini, pasti kamu akan memulai sandiwara mu lagi. Kenapa kamu baru cerita sekarang dek? pasti kamu sangat menderita?".