
Sesampainya di warung.
Warung nampak ramai, namun hanya ada Adi.
Ku lihat Adi sedikit kualahan.
Aku menaruh barang bawaan ku ke kamar, lalu aku mencuci tangan dan membantu Adi.
" Mas Nirwan kemana Di?"
" Dia pergi bos, tadi temennya kesini, dan nggak tau deh mereka pergi kemana, sepertinya temennya minta dianterin beli apa gitu."
" Temannya yang mana?"
" Aku juga baru kenal tadi bos, dari pembicaraan mereka sepertinya mereka sudah nggak bertemu lama."
" Owh."
Ternyata segitu nggak berartinya aku buat kamu yang mas, aku yang istrimu saja minta kamu antar tapi kamu nggak mau, sedangkan demi teman mu, sampai warung ramai begini bisa kamu tinggal demi teman mu.
Aku nggak nyangka, bahwa aku tidak lebih penting dari teman mu.
Aku kecewa, juga sakit hati dengan mas Nirwan. Dia lebih mementingkan temen dari pada istri.
Hingga warung tutup pun mas Nirwan belum ada tanda - tanda pulang.
" Bos ini sudah malam, kamu istirahat saja, biar aku aja yang beres - beres dan menutup warungnya."
" Udah ayo dikerjain bareng - bareng biar cepat selesai dan bisa istirahat, kamu juga pasti capek."
Aku membantu Adi sampai selesai. Selesai menutup warung aku bergegas mandi agar bisa cepat istirahat, namun mas Nirwan tak kunjung pulang.
Aku menunggu mas Nirwan pulang hingga ketiduran. Aku nggak tau dia pulang jam berapa, saat aku terbangun dia sudah tidur di samping ku, dengan bau rokok yang menyengat.
Kamu keterlaluan mas, sampai sekarang pun kamu masih membohongi aku.
Aku benar - benar kecewa dengan mas Nirwan.
Hari ini adalah hari pernikahan kakaknya Isnan, bu Lidya memilih menghadiri pesta malam nya saja.
Karena aku lagi jengkel juga dengan mas Nirwan, aku memutuskan akan berangkat dari butik saja. Dari pagi aku sudah membawa semua perlengkapan ku sekalian, aku malas jika nanti harus bolak balik.
Loli pun juga melakukan hal yang sama, karena sebelumnya memang kita sudah janjian.
" Yup sudah selesai, duh mbak Ayu kamu cantik banget sih!" puji Loli.
" Kamu juga cantik loh, ini juga berkat kamu, terimakasih karena telah merias ku Lol."
" Sama - sama mbak, Loli senang bisa merias mbak."
" Tuh kayaknya mobil nya sudah datang Lol, kamu sudah siap kan?"
" Sudah mbak."
Bu Lidya menjemput kami, kami segera berangkat ke tempat tujuan.
Sesampainya di sana, kita disambut dengan dekorasi yang amat sangat mempesona, layaknya pernikahan orang kaya, tamu yang datang pun rata - rata adalah pengusaha.
Di ujung sana aku melihat pria memakai jas, terlihat sangat tampan, sedang berbincang dengan beberapa pria, mungkin mereka adalah rekan kerja.
Dia pun menoleh ke arahku, dan tersenyum.
Pria yang tampan.
Aku tersipu malu di buatnya.
__ADS_1
" Ah senangnya yang lagi tatap - tapan aku iri nih hehehe. Jangan di tatap terus nanti jatuh cinta." Goda Loli.
" Apaan sih Lol. Ya udah yuk duduk tuh bu Lidya pasti lagi mencari kita."
" Yuk mbak."
Sejujurnya aku tidak nyaman dengan keramaian pesta orang kaya ini. Aku sibuk bermain ponsel untuk mengalihkan perhatian ku.
" Mbak Ayu, mbak liat tuh pak Isnan mau menyanyi." Kata Loli memberitahuku.
" Apaan sih Lol? biarin saja lah."
" Mbak jangan main ponsel mulu dong. Liat dulu itu."
Saat Isnan mulai bernyanyi, suaranya menarik perhatian ku. Ku letak kan ponsel ku, dan ku memperhatikan dia bernyanyi.
🎼🎼🎼🎼🎼🎼🎼🎼🎼🎼
Ini salahku
Terlalu memikirkan egoku
Tak mampu buatmu bersanding nyaman denganku
Hingga kau pergi tinggalkan aku
Terlambat sudah
Kini kau tlah menemukan dia
Seseorang yang mampu membuatmu bahagia
Ku ikhlas kau bersanding dengannya
Aku titipkan dia
Lanjutkan perjuanganku 'tuk nya
Bahagiakan dia, kau sayangi dia
Seperti ku menyayanginya
Tak pantas ku bersanding dengannya
'Kan ku terima dengan lapang dada
Aku bukan jodohnya
Aku titipkan dia
Lanjutkan perjuanganku 'tuk nya
Bahagiakan dia, kau sayangi dia
Seperti ku menyayanginya
Dan 'kan ku ikhlaskan dia
Tak pantas ku bersanding dengannya
'Kan ku terima dengan lapang dada
Aku bukan jodohnya, oh-oh
Oh, aku titipkan dia
__ADS_1
Lanjutkan perjuanganku 'tuk nya
Bahagiakan dia, kau sayangi dia
Seperti ku menyayanginya
Tak pantas ku bersanding dengannya
Dan 'kan ku terima dengan lapang dada
Aku bukan jodohnya
Ketika ia selesai bernyanyi, tepuk tangan dari pada tamu undangan sangat meriah.
Lagu ini pasti lah suara hati mu.
Aku harap cepat atau lambat kamu bisa melepaskan rasa mu, agar kamu bisa kembali membuka hati mu untuk yang lain.
Semakin malam, suasananya semakin ramai, aku menjadi tidak nyaman, aku minta izin bu Lidya untuk pulang duluan, alasan ku karena aku tidak enak badan.
Aku pulang dengan taksi online.
Sebenarnya aku malas banget pulang, aku masih kesel sama mas Nirwan.
Huft jadi pengen cilok.
Berhenti di taman dulu aja kali ya, sama sekalian beli cilok, siapa tahu kan suasana hati terus membaik. Pulang jadi nggak jengkel lagi kalau ketemu mas Nirwan.
Aku memutuskan untuk berhenti sejenak di taman yang tidak jauh dari warung.
Jadi pusat perhatian karena gaun yang aku kenakan. Tapi aku tidak mempersalahkan hal itu, setelah membeli cilok aku lalu mencari tempat duduk untuk menikmatinya.
" Halo cantik, boleh aku ikut duduk?"
" Oh kamu? kenapa disini? memang acaranya sudah selesai ya?"
" Belum, terus ngapain kamu disini? kenapa nggak nunggu acaranya selesai?"
" Acara seperti itu, aku nggak nyaman di sana, enakan disini."
" Kata Loli kamu nggak enak badan, makanya aku menyusul kamu, takut kamu kenapa - kenapa, eh tapi malah disini?"
" Oh tadi alasan ku saja agar bisa pulang. Kan nggak enak kalau langsung bilang pengen pulang karena nggak betah."
" Tadi aku nyariin kamu tahu?"
" Ada perlu apa memangnya?"
" Mau ngajakin kamu nyanyi."
" Hahahaha kamu mau ngajak aku nyanyi? bisa kabur seluruh tamu undangan kalau dengar suara merdu ku."
" Akhirnya, aku senang kamu bisa tertawa lagi, dari tadi aku perhatikan kamu diam terus. Pasti lagi ada masalah ya? aku tidak akan memaksa mu untuk bercerita, tapi ingatlah ada aku, akan dengan senang hati kalau kamu ada masalah bisa membaginya dengan ku, agar aku bisa membantumu."
Dan dengan begitu, aku akan merasa tambah bersalah padamu Is. Kamu terlalu baik untuk ku. Terimakasih kamu juga selalu ada untuk ku.
" Terimakasih ya Is, kamu selalu baik padaku. Aku sudah banyak menerima kebaikan mu. Sudah jangan lagi, aku tidak mampu membalasnya."
" Siapa yang minta balasan mu, aku hanya ingin melihatmu bahagia, aku hanya ingin melihatmu tersenyum, aku senang jika melihat mu bahagia. Ini sudah malam, ayo aku antar pulang."
" Nggak usah Is aku bisa pulang naik ojol."
" Aku tau pasti kamu nggak mau aku antar pulang, nih aku sudah pesan taksi online untukmu, aku temenin kamu sampai taksi nya datang ya?"
" Sekali lagi terimakasih Is, aku sudah banyak merepotkan mu."
__ADS_1
" Untuk mu, aku tidak pernah merasa direpot kan. Oh iya malam ini kamu cantik banget."
" Terimakasih."