Kesalahan & Keegoisan Dibalik Kebahagiaan

Kesalahan & Keegoisan Dibalik Kebahagiaan
Season 2 ~ Curahan hati


__ADS_3

" Sek bangun, sarapan yuk?"


" Em, jam berapa mas? tumben mas sudah bangun?"


" Tadi aku ke pasar pagi buta, sekarang sudah jam setengah enam."


" Lah kan aku kesiangan, kenapa mas nggak bangunin sih?"


" Ya aku kira kamu nggak kerja, karena kamu sakit perut."


" Kerja lah mas,"


" Ya udah sarapan dulu bentar, terus mandi."


Karena nggak ***** makan aku cuma makan sedikit dan langsung bergegas mandi, karena memang sudah siang.


Duh kok perutku makin sakit ya, malah nyeri banget di perut kiri bawah. Apa beneran mau datang bulan ya? atau sakit parah? ah nggak tau ah, mandi dulu terus berangkat. Semoga Loli nggak marah hari ini aku telat.


***


Sesampainya di butik.


" Assalamualaikum."


" Waalaikum salam."


" Maaf ya Lol, aku telat."


" Eh iya mbak tumben baru datang, tapi kok kaya nggak semangat gitu, apa belum sarapan?"


" Udah Lol, tapi cuma dikit, lagi malas mau makan."


" Perutnya masih sakit ya?"


" Iya Lol, kali ini malah tambah sakit, nyeri banget di bagian perut kiri bawah."


" Udah dibawa ke dokter?"


" Udah Lol."


" Ya udah mbak rebahan aja di sofa, biar Loli yang beres - beres."


" Nggak lah, sini aku bantuin."


" Mbak kan lagi sakit, nanti malah nggak sembuh - sembuh loh. Mbak belum datang bulan?"


" Belum Lol."

__ADS_1


" Bulan lalu, mbak datang bulanya tanggal berapa?"


" Kalau nggak salah sih tanggal 18."


" Lah sekarang kan udah tanggal 26 mbak, udah telat lama, bisa jadi loh mbak itu hamil."


" Aku nggak yakin sih Lol, soalnya udah biasa aku telat datang bulan, kadang malah sebulan tuh nggak datang bulan sama sekali."


" Mbak kalau tambah sakit mending periksa ke dokter lagi ya, nanti Loli yang antar, tuh di dekat sini ada klinik."


" Nggak usah Lol, nanti aku sendiri aja yang ke sana."


" Ya udah mbak tiduran di sofa aja, aku yang jaga di depan ya?"


" Iya Lol, makasih ya, nanti gantian kalau perutku sakitnya udah agak mendingan."


" Assalamualaikum." Suara laki - laki yang baru datang membuat pembicaraan ku dan Loli terhenti sejenak.


" Waalaikumsalam, eh pak Isnan, ada yang bisa kami bantu pak? tumben jam segini kesini?"


" Ah nggak cuma mau main aja, kan udah lama nggak main, Ayu libur ya?"


" Nggak pak, tuh lagi rebahan di sofa."


" Ya udah aku ke sana dulu ya."


" Silahkan."


" Hay? nggak lagi tidur kan?"


" Nggak lah, ini kan masih pagi."


" Kok kamu kayaknya lesu banget sih? lagi sakit ya?"


" Nggak kok, ya sudah biasa lah nyeri diperut."


" Tapi kamu kok kaya lesu banget gitu, pasti sakit banget ya?"


" Nggak terlalu kok. Oh iya ada apa kamu kesini?"


" Cuma mau ketemu kamu saja, sudah lama kayaknya nggak ketemu sama kamu, cuma pengen ngobrol aja."


" Lah emang kamu nggak kerja?"


" Kerja lah, tapi tadi izin keluar sebentar."


" Enak sekali ya kerja di tempat mu, bisa gitu,"

__ADS_1


" Iya, apa mau pindah aja kerja di tempat ku?"


" Ya nanti jadi lain ceritanya, kalau situ kan bos, bisa bolos kapan aja, lah kalau aku kan nggak."


" Ya nanti kalau buat kamu bebas deh, bisa semau mu, hehehe."


" Nggak deh makasih, udah tadi mau cerita apa?"


" Sepertinya aku baper, dan mulai cinta."


" Sama siapa?"


" Sama pemandu lagu itu."


Aku menghela nafas sebentar.


" Yakin kamu jatuh cinta sama dia? bukan cuma karena suasana aja?"


" Sepertinya memang aku jatuh cinta sama dia, dia janda anak 1."


" Hem, aku nggak akan melarang kamu buat jatuh cinta dengan siapa, aku nggak berhak untuk itu. Masalah pekerjaan maaf bukan karena aku sok suci atau apa, tapi bisa nggak kamu cari yang pekerjaan nya nggak begitu?"


" Memang kenapa dengan pekerjaannya?"


" Selain nggak halal, aku juga tidak suka dengan cara berpakaiannya, menurutku terlalu terbuka. Gini ya, emang kamu mau orang yang kamu cintai dipandangi laki - laki lain dengan penuh *****, dengan pakaian terbukanya itu, aku juga yakin mereka pun juga pasti menyentuh, memeluk, dan membelainya saat menemani para kliennya, kamu mau berbagi tubuh dengan orang lain? kamu bisa tahan? kamu yakin nggak cemburu? kalau kamu bisa sih itu terserah kamu ya. Pekerjaan tuh banyak banget, memang mencari kerja tuh nggak mudah, tapi kan bagaimana kita usahanya, contoh kaya jadi pembantu rumah tangga, mau ijasah SD juga bisa yang penting bisa dan nggak malu. Tapi kenapa dia pilihnya pekerjaan yang seperti itu?"


" Tapi dia cewek baik - baik."


" Iya, aku tau, semua orang juga baik, bukan karena dia baik atau nggak Is, tapi pekerjaan nya itu loh, coba deh kamu tanya sama dia? mau nggak dia pindah bekerja di tempat lain, atau kamu bisa carikan pekerjaan yang setidaknya yang halal. Menikah itu bukan tentang kamu suka sama dia saja Is, ada keluarga mu dan keluarga dia juga. Kamu yakin Is keluarga mu setuju?"


" Mungkin mereka nggak akan setuju."


" Itu kamu tau kan, apa lagi dengan statusmu itu, sekarang gini deh, kalau memang kamu beneran cinta, dia juga suka sama kamu, carikan dia pekerjaan yang lebih baik. Kalau masalah setatus nya yang janda, aku tidak mempersalahkannya, tidak ada salahnya menjadi janda, karena mungkin itu pilihan terbaik untuk dia dan anaknya, menurutku janda itu hebat, dia wanita kuat yang mampu menghidupi anaknya dengan keringat dan tulang punggungnya, dia bisa menjadi ayah sekaligus ibu buat anaknya, aku sendiri sangat menghormati wanita yang bergelar janda itu."


" Yah, aku akan coba bilang nanti sama dia."


" Maaf Is, bukan karena aku ikut campur. Aku senang Is, kamu sudah bisa move on dari aku, aku senang kamu bisa membuka hatimu untuk orang lain. Maaf, tapi jika kamu tidak suka, lakukan saja sesuka hati mu. Kita sudah kenal lama, kamu laki - laki baik, aku ingin setidaknya kamu mendapat yang baik juga, yang sayang sama kamu, aku hanya mau yang terbaik buat mu Is."


" Makasih ya, kamu masih peduli."


" Ya jelas lah, kita ini teman kan?"


" Aku akan mencoba mempertimbangkan semua yang kamu katakan."


" Bagus kalau begitu, pernikahan bukan hanya sekedar ikatan saja Is, apa lagi dengan setatus jandanya. Pikirkan juga pendapat ibu kamu. Jangan maju kalau ibu nggak setuju."


" Iya, makasih ya."

__ADS_1


" Aku yang harusnya berterimakasih sama kamu, atas semua yang sudah kamu berikan untuk ku. Aku senang bisa mengenal mu."


" Aku pun juga begitu."


__ADS_2