Kesalahan & Keegoisan Dibalik Kebahagiaan

Kesalahan & Keegoisan Dibalik Kebahagiaan
Bab 37


__ADS_3

 


Kenyataan yang menyakitkan


 


Setibanya di rumah, aku menidurkan si dedek dahulu barulah pamit sama bu bos ingin segera beristirahat.


Berbelanja keliling tadi cukup melelahkan, ditambah lagi dapat kejutan tak terduga. Sungguh rasanya luar biasa.


Sudah tak sabar aku ingin membalas pesan tadi. Dan mengeluarkan semua pertanyaan yang sudah mengantri dibenak ku.


📨Aku


Apa salah ku? kumohon katakan, sebenernya dimana letak kesalahan yang telah aku lakukan? bisa kan mas dibicarakan baik - baik? kenapa tiba - tiba ingin mengakhiri hubungan ini? kalau aku salah aku minta maaf, tolong lah mas jangan kaya gini. Beri aku alasan yang jelas.


📩Mz Afif


Aku merasa kamu berubah dek, aku telpon jarang diangkat, pesan ku jarang dibalas. Aku tau kamu lagi dekat dengan cowok itu, sehingga mengabaikan ku lagi seperti yang telah lalu.


📨Aku


Iya kan selalu ada alasan kenapa aku tidak mengangkat telpon dan membalas pesan mu mas. Om Rian maksud mas? aku nggak ada hubungan apa - apa sama dia. Kamu tau kan, seberapa pentingnya kamu untuk ku, seberapa berartinya kamu untuk ku, aku nggak mungkin mengabaikan kamu tanpa alasan yang jelas. Apa kamu sudah tidak percaya lagi denganku mas? baiklah aku tau. Karena sebelumnya memang aku sudah sering kali menyakitimu, maka aku akan coba mengerti. Mungkin berbagai penjelasan ku pun tak lagi kamu percayai. Lagi pula apalah artinya sebuah hubungan jika sudah tidak saling percaya. Semegah - megahnya istana jika pondasinya rusak tetap akan roboh. Selama ini aku sangat mempercayai mu, tidak ada secuil pun keraguanku untuk mu. Aku berusaha selalu mengerti dan mengikuti setiap apa yang kamu inginkan. Kalau cinta dan kasih sayang jangan ditanya lagi, sudah pasti aku mencintaimu bahkan kamu pun tak akan pernah mengerti sebesar apa rasa ini untukmu. Tapi mungkin memang aku yang sudah tidak pantas bersanding denganmu saat ini.


Karena lelah aku mengetik, aku memutuskan menelponnya.


" Halo mas, assalamu'alaikum? "


" Iya waalaikumsalam."


" Aku akan terima keputusanmu mas. Jujur aku masih bingung dengan alasanmu, bagiku alasan kamu itu hanya alasan mas saja, karena ingin mengakhiri hubungan kita. Aku nggak mau tau mas, apa pun alasan kamu, aku hanya ingin kamu tau mas, bahwa aku sangat mencintai dan menyayangimu.


Meskipun begitu aku juga akan hormati keputusanmu, jika mau mu begitu aku terima mas. Jujur ini menyakitkan mas, sakit mas sangat sakit, aku juga sangat kecewa, tapi tidak apa - apa, aku akan coba menerimanya, meskipun itu bukan hal yang mudah untuk ku.

__ADS_1


Terimakasih sudah hadir dalam hidupku. Memberi warna warni indah dalam hidupku yang belum pernah ku lihat sebelumnya. Jangan minta aku untuk melupakanmu, karena aku tidak akan pernah bisa melakukanya. Jangan juga paksa aku untuk tidak mencintaimu, aku juga tidak akan pernah bisa melakukanya. Biarlah cinta ini bersemayam di hati meski sudah tidak terbalas lagi. Terimakasih karena selama ini sudah mencintai, menemani dan selalu ada untuk ku dan membuat hidup ku lebih berarti. Maaf jika selama ini aku membuatmu terluka dan kecewa. Sekali lagi maaf dan terimakasih untuk semuanya. "


Aku langsung memutuskan panggilan tanpa menunggu balasan darinya, karena aku sudah tidak sanggup lagi menahan tangis ku.


Ku tutupi wajahku dengan bantal, lalu aku menangis sejadi jadinya. Menumpahkan segala rasa sakit hatiku, meluapkan segala amarahku dan rasa kecewaku.


Mas apa artinya aku selama ini buat mu? kenapa kamu setega ini. Apa kah benar hanya alasan itu? tapi alasan mu itu terlalu mengada - ngada. Aku kecewa padamu.


Bagaimana dengan kenangan yang sudah kita ciptakan? bagaimana aku akan melupakannya?


Kalau kamu memang ingin mengakhiri hubungan kita, katakanlah yang sebenarnya.


Aku menyudahi tangis ku, karena aku takut besok mataku bengkak. Sebenarnya masih sakit banget.Tapi aku ingat bahwa aku kerja ditempat orang.


Mungkin tangis ku bisa aku hentikan. Tetapi pikiran ku dan hatiku amburadul tak karuan.


Sungguh ini kenyataan yang sangat menyakitkan.


Bagaimana tidak, dia yang selalu ada untukku selama ini, dia menjadi kekuatanku saat aku berada dititik terburuk ku. Dia yang menghibur, menenangkan dan menguatkan aku. Dia yang selalu membisikan kata cinta, dia yang selalu mengukir senyumku ditengah - tengah Isak tangis ku. Suka duka, kebersamaan kita selama ini, bagaimana aku bisa melupakannya? kenapa kamu setega ini, meninggalkanku disaat aku masih sangat mencintaimu.


Pagi harinya aku baru membuka pesan darinya.


📩Mas Afif


Maaf kan aku yang harus mengambil keputusan ini, ini mungkin juga yang terbaik untuk kita, agar tidak saling menyakiti lebih lama. Aku harap kamu bisa menerimanya. Walaupun kita tidak bisa bersama sebagai kekasih, semoga kita bisa tetap bersama menjadi teman baik.


Bagaimana bisa dengan mudahnya kamu berkata seperti itu mas, untuk menerima keputusan mu itu aku butuh banyak waktu. Rasa sakit yang kamu berikan membuatku tidak semudah itu menerima kenyataan.


Aku tidak pernah menyangka sebelumnya bahwa kamulah yang tega mengakhiri hubungan kita.


Ini benar - benar membuatku terkejut. Aku masih belum benar-benar percaya bahwa kamu akan setega ini pada ku..


Aku tidak membalas pesan itu. Karena sekarang aku lebih butuh waktu sendiri. Untuk mencerna semua kenyataan ini, agar aku bisa menerimanya dengan setulus hati.

__ADS_1


Maaf mas untuk sementara aku tidak bisa dulu membalas pesan mu.


Aku perlu berdamai dengan keadaan dulu.


Kamu memberiku pilihan yang sama-sama menyakitkan.


Sebelum aku memutuskan untuk berteman atau melupakan, aku tidak bisa menghubungimu dulu.


Agar aku bisa mengambil keputusan yang kalau bisa mencari yang tidak begitu menyakitkan.


Aku butuh waktu untuk menerima kenyataan ini.


Jika nanti aku sudah menemukan jawaban,aku akan mencari mu lagi. Semoga nomor kamu masih tetep yang ini.


" Semangat ayu!!! waktunya kerja. Ingat, nggak boleh membawa masalah dalam pekerjaan. harus semangat, nggak boleh sedih lagi." aku bergumam sendiri.


Begitulah aku menyemangati diriku sendiri. Sebenarnya hatiku masih sangat sakit membuat ku tidak bersemangat. Tapi untuk hari ini harus bisa mengesampingkan masalah pribadi ini dulu. Kerja harus fokus. Nggak boleh terpengaruh.


Aku tau ini pasti tidak mudah. Tapi mau tidak mau harus aku jalani.


Mungkin ini sudah bagian dari rencana Tuhan.


Tuhan tidak mengizinkan kebersamaan yang selama ini aku impikan.


Peringatan bahwa apa yang aku inginkan tidak selalu bisa aku dapatkan.


Ada pertemuan pasti ada perpisahan.


Belajar merelakan sesuatu yang memang tidak ditakdirkan.


Memberi luka untuk mengajarkanku menjadi lebih dewasa.


Memberi cobaan untuk mengajarkan arti kesabaran.

__ADS_1


Merasakan kehilangan agar belajar arti sebuah keihklasan.


__ADS_2