Kesalahan & Keegoisan Dibalik Kebahagiaan

Kesalahan & Keegoisan Dibalik Kebahagiaan
Ekstra part 10


__ADS_3

Aku sudah berkemas bersiap untuk kembali bekerja.


" Kamu mau balik kerja hari ini sek?"


" Iya, anterin ya."


" Emang badan mu sudah baikan? perutmu masih sakit nggak?"


" Udah nggak kok mas. Badan ku sudah enakan."


" Nggak besok aja baliknya?"


" Nggak mas. Kalau nggak aku bawa motornya mas saja ya."


" Lha gak jadi di anter?"


" Nggak lah, mas bantuin Adi masak aja."


" Oke, hati - hati dijalan, bawa motornya jangan ngebut."


" Iya mas Nirwan ku yang bawel."


" Kapan kesini lagi?"


" Besok kalau udah kangen, hehehehe."


" Kalau udah sembuh aja kesini nya biar bisa dihajar sampai pagi. Hahaha."


" Emang sanggup sampai pagi?"


" Wah nantangin. Coba aja besok kalau udah sembuh, kita buktikan."


" Ah kok aku nggak yakin ya. Hahaha, bercanda mas."


" Ya udah aku balik kerja dulu mas, nanti keburu siang. Keburu anak - anak pada dateng."

__ADS_1


" Iya, hati - hati dijalan."


Aku pun segera tancap gas, agar sesampainya di sana tidak kesiangan.


***


Selesai menulis pr dan tugas anak - anak bimbel, rebahan adalah hal yang paling aku sukai. Mengistirahatkan sebentar badan yang lelah karena seharian beraktifitas.


Memang bekerja disini kerjanya full 24 jam, karena malam pun bude selalu membangunkan ku untuk membantunya duduk atau pun tidur kembali. Itu pun tidak hanya 1 atau 2 kali, bahkan bisa berkali - kali.


Lama - kelamaan karena waktu tidur yang kurang, sering bangun malam, itu membuatku tidak nyaman.


Dengan sangat berat hati, aku memutuskan untuk keluar dari pekerjaan ini. Meskipun itu artinya aku harus berpisah dengan anak - anak bimbel.


Selama bersama mereka, aku belajar banyak hal. Mereka pun menjadi hiburan tersendiri untuk ku.


Aku pun sudah sangat akrab dengan mereka.


Untuk sementara waktu aku beristirahat dirumah, sambil mencari lowongan kerja lagi.


" Kamu jadi keluar dari pekerjaan mu dek? nggak sayang apa sudah dapet bos yang baik loh."


" Bosnya mah baik banget, tapi karena sering di bangunin malam itu yang bikin nggak betah mas."


" Ya sudah kalau itu sudah menjadi keputusan mu dek. Terus mau kerja dimana?"


" Masih nyari info mas."


" Bantuin di warung mas aja mau nggak sek?"


" Em gimana ya? terus aku tidurnya dimana?"


" Ya dikamar aku lah,"


" Terus mas tidurnya dimana?"

__ADS_1


" Ya sama kamu."


" Tuh kan mau nya."


" Dari pada dirumah nggak ada kerjaan, mending bantuin aku. Nanti tak kasih uang jajan."


" Nunggu nanti mas, kalau aku nggak dapet kerjaan, baru deh nanti aku pikirkan lagi."


" Lah kok gitu."


" Ya kalau bareng terus, bisa - bisa hamil beneran aku.Tau sendiri kalau deket aku aja mas bawaan nya udah mau nerkam."


" Iya itu kan karena kita jarang ketemu sek, jadi kalau ketemu mau melampiaskan rasa rindu."


" Bisa aja cari alasan."


" Mau ya sek?"


" Nanti dipikir - pikir dulu."


" Mau cepet nikah nggak?"


" Mau lah."


" Makanya bantuin disini."


" Lah apa hubungan nya?"


" Ya kan jadi tambah semangat kerjanya kalau ada kamu."


Bisa aja ngerayunya nih anak. Alasan aja pasti karena nggak ingin jauh - jauh cuma mau mesum. Tapi kalau aku nggak nurut nggak ikutin maunya dia, nanti dia marah aku ditinggalin.


Ya udah deh ikutin aja maunya dia, baru nanti paksa dia buat di ajak nikah secepatnya, sebelum aku hamil beneran.


Kalau dekat dia jadi bikin dosa mulu sih. Tapi kalau jauh kangen. Oh sepertinya nafsuku sudah benar - benar menguasai aku. Ini nggak baik.

__ADS_1


__ADS_2