Kesalahan & Keegoisan Dibalik Kebahagiaan

Kesalahan & Keegoisan Dibalik Kebahagiaan
Season 2 ~ Terimakasih.


__ADS_3

Mas Nirwan seharian ini menemani aku mencari pekerjaan. Dan akhirnya setelah lama berkeliling, aku diterima di sebuah butik baru yang baru buka belum lama, butik itu tidak terlalu jauh dari warung makannya mas Nirwan.


Setelah pasti diterima aku dan mas Nirwan balik ke warung untuk beristirahat.


" Kamu beneran mau kerja sek?"


" Iya mas, kamu ini kenapa sih?"


" Hanya memastikan saja sek, kalau nggak betah atau capek jangan dipaksa ya?"


" Iya mas."


" Besok sudah mulai kerja ya?"


" Iya mas, aku deg deg an. Takut bosnya galak."


" Tadi waktu kamu ditanya - tanya galak nggak?"


" Ya kalau lagi ketemu pertama nggak mungkin galak lah mas, apa lagi dia mau cari pegawai pasti dia ingin punya kesan baik dulu sama calon pegawainya."


" Gitu yah?"


" Iyah lah mas."


" Ya udah makan yuk, terus kamu istirahat ya, pasti capek ya?"


" Iya capek banget, mas nggak istirahat?"


" Aku mau bantuin Adi ke depan, nanti kalau nggak banyak yang beli aku istirahat, kasian Adi kalau ditinggal sendiri."


" Oh, oke."


" Terimakasih untuk hari ini mas."


Cup! mas Nirwan mencium keningku.


" Sama - sama sayang. Jangan main handphon mulu. Bawa tidur aja kalau badannya lelah."


" Iya sayang."


" Aku tinggal ke depan yah?"


" Heem."


Terimakasih mas, karena mau menikah dengan ku, memilihku menjadikan aku sebagai pendamping hidup mu, semoga kamu tidak malu dan bisa menerima segala kekurangan yang ada pada diriku. Selain untuk menebus rasa bersalah karena kesalahan yang telah kita lakukan, selebihnya memang aku mencintaimu, aku menyayangimu. Di depan sana pasti ada rintangan, dan akan ada badai pernikahan, apa pun keadaanya tetaplah pegang tangan ku dan jangan kau lepaskan. Mungkin aku juga bukan wanita seperti yang selama ini kamu idamkan, meskipun bukan seperti yang kamu idamkan, aku akan terus belajar dan memperbaiki diri, aku ingin menjadi istri yang selalu ada saat kamu butuhkan. Aku juga tidak menjanjikan bahwa kamu akan bahagia bila menjadi suami ku, tapi aku berjanji akan selalu belajar dan berusaha menjadi istri yang baik intuk mu, aku siap menemani mu dalam keadaan apa pun.


Jangan pernah bosan lalu mendua ya mas. Aku bisa menemanimu meskipun kita tidak punya apa - apa, tidak bergelimang harta, tapi aku tidak bisa jika harus berbagi suami dengan wanita lainnya.


Setelah bangun tidur, aku mencari keberadaan mas Nirwan.


Aku tidur terlalu lama rupanya, ini sudah sore, mas Nirwan mana ya? apa di depan lagi rame ya? liat ke depan dulu ah.


Aku melihat mas Nirwan sedang berbincang dengan Adi, sepertinya warung lagi sepi.


Aku menghampiri mas Nirwan yang tengah duduk santai, aku langsung duduk di pangkuannya, aku membenamkan wajahku di ceruk leher mas Nirwan sambil memeluknya. Aku sangat senang sekali menghirup aroma tubuh mas Nirwan, aroma tubuhnya itu segar meskipun dia belum mandi.


" Nih bu bos kenapa datang - datang langsung neplok aja kaya tokek, bikin iri aja." Celetuk Aji.


" Sudah bangun sek, lapar nggak?"


" Nggak."


" Malu loh kalau dilihat orang, jangan begini geh, kalau mau begini di dalam aja."


" Sebentar aja mas, toh nggak ada orang juga."


" Bu bos, ini aku orang loh, bukan pohon. Apa kira - kira aku nggak kelihatan?" protes Adi.


" Kalau cuma kamu aja mah bodo amat, anggap aja nggak ada." Balas ku.

__ADS_1


" Belum mandi kan?" tanya mas Nirwan.


" Belum, baru juga bangun terus cari mas kesini."


" Kenapa nggak mandi?"


" Males, mungkin tidurnya kelamaan dan bangunnya kesorean jadi pusing lemes juga rasanya."


" Kamu sakit?"


" Nggak."


" Ya udah aku antar ke kamar, nanti aku bawain makannya ke kamar, mandinya nanti pake air anget aja."


" Iya mas, makasih."


" Ya udah yuk balik ke kamar."


" Gendong."


" Malu sek ada Adi."


" Biarin."


" Udah lah bos gendong aja dari pada rewel disini." Kata Adi.


" Hem oke."


Mas Nirwan menggendongku sampai ke kamar.


" Temenin dulu disini."


" Katanya tadi kelamaan tidur, kenapa malah mau tidur lagi sek?"


" Nggak tidur, cuma tiduran, sini peluk sebentar."


" Kenapa tadi nggak nyusul tidur sih mas?"


" Tadi rame sayang. Aku ambil nasi bentar, sama mau masak air buat kamu mandi ya?"


" Cepet ya?"


" Iya sek."


" Mau makan apa?"


" Apa aja."


" Ya sudah aku ambilin dulu, tunggu sebentar."


" Iya."


Tidak menunggu lama mas Nirwan datang membawa makanan. Setelah selesai makan, mas Nirwan menyuruhku mandi.


" Sepertinya airnya sudah panas, mandi sekarang ya?"


Aku hanya mengangguk.


" Airnya sudah siap, mandi yuk."


" Ayuk. Eh handuknya mana mas?"


" Sudah ada di kamar mandi."


" Kenapa mas ikut masuk?"


" Mau mandiin kamu lah."


" Aku bisa mandi sendiri mas."

__ADS_1


" Aku mau nya mandiin kamu."


" Ya sudah, terserah mas aja."


Aku lagi malas debat dengan mas Nirwan, badan ku rasanya masih lemas, dan aku membiarkan mas Nirwan ikut ke kamar mandi.


Selesai mandi aku keluar duluan dan berganti baju di kamar.


Tumben mas Nirwan nggak aneh - aneh, biasanya dia paling nggak tahan liat aku tanpa busana. Sudah terbiasa dengan mesumnya dia kalau dia nggak mesum malah terasa aneh, hehehehe.


Saat tengah memakai ****** ***** ku, tiba - tiba mas Nirwan memeluk ku dari belakang.


" Ah, mas bikin kaget aja, aku mau pakai baju bentar."


" Nggak usah di pake bajunya, begini aja."


Baru saja di tumben nin karena tadi nggak mesum, pasti dari tadi dia menahannya. Memang ya suami ku ini bikin gemes banget.


" Dingin mas."


" Nanti aku angetin. Sek kamu harus tanggung jawab dulu."


" Tangung jawab apa sih mas, memangnya kamu hamil?"


Mas Nirwan mencubit pipi ku.


" Aw!! sakit mas."


" Kamu nggak ingat dari tadi kamu terus menggoda ku sek, aku sudah nggak bisa menahannya lagi."


" Lah kenapa jadi aku yang harus tanggung jawab sih mas, kan yang mau ikut mandi kamu, aku nggak ngajak loh."


" Nggak mau tau, pokoknya aku mau ini sekarang."


Tangan mas Nirwan dengan cepat sudah melepas bra yang aku kenakan. Seperti biasa tangan nya memang nggak bisa diam.


" Ah emh mas ini masih sore."


" Mau siang, mau sore mau malam sama saja."


" Ah emm mas ah pelan saja, sakit."


" Maaf sayang, aku benar - benar sudah nggak tahan."


" Baiklah, karena harini mas baik banget, lakuin aja sesuka mu, dan selama yang mas mau."


" Dengan senang hati sek, akan ku buat kamu puas."


" Emh, ah mas."


" Iya sayang."


ⓖⓤⓢⓣⓘⓐⓨⓤⓟⓤⓡⓝⓐⓜⓐⓢⓐⓡⓛ


∽∽∽∽∽∽∽∽∽∽∽∽∽∽∽∽∽∽∽∽∽∽∽∽∽∽∽∽∽∽∽∽∽∽


Assalamualaikum semuanya.


Kita berjumpa lagi😍


Terimakasih untuk yang masih setia menunggu dan membaca.


Terimakasih juga untuk like nya.


Yang belum mampir ke novel ku yang satunya, silahkan mampir ya😘


Salam sayang selalu.


Dan tetap jaga kesehatan.

__ADS_1


__ADS_2