Kesalahan & Keegoisan Dibalik Kebahagiaan

Kesalahan & Keegoisan Dibalik Kebahagiaan
Bab 38


__ADS_3

 


Kehadirannya


 


Aku bekerja seperti biasa, ternyata si dedek menjadi hiburan tersendiri untuk ku. Saat aku melamun, dia tiba - tiba datang memeluk dan mencium ku. Tapi itu malah membuatku menangis terharu. Mungkin dia peka akan apa yang kurasakan, dia tidak rewel dan tidak merepotkan. Malah terkadang sikapnya, tingkahnya yang menggemaskan, membuat ku tertawa.


Jam makan siang, seperti biasa bunda pulang dengan membawa sebungkus nasi. Kita pun makan berdua.


" Mbak kenapa ? "


Aku kaget dengan pertanyaan bu bos. Aku langsung paham maksud dari pertanyaannya. Mungkin dia tau, tadi lagi aku bangun mataku agak sembab.


" Em biasa lah nda, anak remaja. Hehehe, "


" Ciee, lagi patah hati ya, putus cintah? duh kasian. Hahaha, "


Si bos meledekku, tapi aku tau mungkin dia ingin menghiburku.


" Nda apaan sih. Seneng banget ngeledek, aku lagi galau nih. Hibur kek, apa beliin permen gitu." jawabku sambil mengerucutkan bibir.


" Hahaha iya aku tau. Nanti tak belikan tisu aja, bisa buat mbak lap nangis sepuasnya hahaha, canda ya mbak. Hehehe aku juga pernah muda mbak. Nggak usah terlalu di masukin ke hati. Aku tau ini nggak mudah mbak. Sedih boleh tapi jangan lama - lama, kalau jodoh nggak akan kemana. "


" Iya nda, ini juga lagi proses berdamai dengan keadaan, hehehe. "


" Nah gitu bagus. Eh aku liat mbak akrab kan sama om Rian, kali aja cocok. Hahaha, "


" Nda jangan bercanda deh. Aku baru putus lho ini. Hati aku masih berantakan. "


" Ya kali aja kan dia biasa menyatukan hati kamu yang lagi berantakan. "


" Ya kalau gitu beli lem aja nanti di tempat ajo depan. Buat nyatukan hati aku nda. "


" Kan beli lem pake uang. Kalau pake om Rian kan gratis, hahaha. "


" Heh emak - emak emang nggak bisa jauh - jauh dari gratisan ya nda. Hahaha, "


" Itu sifat alamiah emak - emak mbak, nggak gratis nggak papa, asal ada diskon, hahaha.


Gimana, tak comblang ngin mau? "


" Apaan sih nda. Besok nda nggak usah ngantor aja kalo gitu, terus alih profesi buka biro jodoh, "


" Ide bagus tuh mbak. Kali aja rame. Hahahaha."


" Nda sudah ah jangan bercanda mulu. Sudah saat nya balik ngantor. "


" Oh iya ya, sampai lupa. Makasih mbak sudah di ingetin. Ya sudah aku balik ngantor dulu. Ingat jangan sedih lagi ya mbak, nanti tak bilangin om Rian. Hahaha, "


" Ih nda, apaan sih!!. "Teriakku.


Nda tertawa dan berlalu pergi .


Terimakasih bunda sudah menghiburku. Aku sudah agak baikan. Terimakasih sudah menghiburku sebagai teman. Aku beruntung bisa bertemu bos sepertimu. Semoga sehat dan bahagia selalu nda.


Malam harinya seperti biasa aku masih belajar bareng dengan bang Rafid.


" Kak belajarnya di teras aja yuk. "

__ADS_1


" Emang kawan kawan om Rian nggak pada ngumpul bang ? "


" Nggak kak, mereka pada main ke kota. Di depan sepi kok. "


" Ya sudah ayok. Sekalian cari suasana baru. Biar nggak bosan. "


Aku pun belajar di teras dengan bang Rafid. Suasana yang sepi, semakin mendukung aktifitas belajar kami.


Aku memang tidak mematok waktu lama dalam belajar bareng bang Rafid. Aku takut dia bosan. Belajar secukupnya saja, yang penting dia faham. Sejauh ini bang Rafid juga sudah banyak kemajuan. Itu membuatku senang.


Setelah bang Rafid selesai belajar dan masuk rumah. Aku sendirian di teras. Aku duduk di samping rumah, sambil memandangi bulan dan bintang di langit yang malam ini sangat indah. Bulan yang terang bulat sempurna dengan hamparan lautan bintang. Sungguh pemandangan yang sempurna.


Wah malam ini indah banget mas, apakah kamu juga sedang memandang langit sepertiku? aku punya mimpi kita akan duduk berdua di bawah cahaya bulan dan bertaburkan bintang, menjadikan bahu mu sebagai sandaran atau pahaku sebagai bantalan, membahas dan merencanakan masa depan kita. Saling bertukar kata cinta, membagi rasa yang ada. Tapi sekarang semua itu hanya sebuah mimpi yang tidak akan pernah jadi nyata, hanya sebatas angan - angan belaka.


Aku terlalu berharap banyak dengan hubungan kita, hingga membuatku sangat kecewa.


Semoga kamu selalu bahagia mas. Dengan perginya aku, semoga kamu menemukan wanita seperti yang kamu mau.


Aku akan coba ikhlaskan kamu, walaupun tidak mudah bagi ku, aku akan berusaha.


Kita menjalin hubungan ini bukan dari kemarin. Banyak hal yang sudah kita lalui bersama. Bukan hal yang mudah pula melupakan kenangan kita.


Tapi aku tidak akan melakukan itu,


aku tidak bisa melupakan kenangan tentangmu.


Aku tidak bisa berhenti mencintai mu.


Aku tidak bisa melupakan mu.


Aku akan menyimpan kenangan kita, biarlah waktu yang akan membuatku lupa.


Cinta untukmu, sudah berakar di sana. Aku tidak akan mencabutnya, biarlah waktu yang akan membuat layu dengan sendirinya. Karena tanpa mu tidak akan mampu bersemi kembali.


Ntah lah pikiranku berjelajah keman - kemana, hingga aku tidak sadar ada om Rian yang sudah duduk di sampingku.


" Liat apa sih? kayaknya asik banget. "


" Astaga om Rian, bikin kaget aja. Sejak kapan om Rian duduk disini?"


" Sejak tadi. Ngelamunnin apa sih, sampai suara motorku tidak mampu mengusik mu? "


" Lagi liat langit om. Noh liat keatas malam ini indah banget kan? eh om dari mana ? "


" Biasa jalan - jalan sama kawan- kawan. Kalau manggil jangan om lah dek. Kesannya aku tua banget. "


" Hehehe kan ikut nda, membiasakan ngajarin manggil yang lebih tua untuk si dedek, "


" Tapi kan sekarang nggak lagi sama dedek. "


" Kan udah terbiasa om, "


" Ya jangan di biasakan lah."


" Iya bang Rian. "


" Nah gitu kan enak di denger. Oh ya lagi ada masalah ya? "


" Nggak sih bang, "

__ADS_1


" Ih bohong. Itu di jidat mu ada tulisan lagi galau, "


" Ih mana ada? "


" Ada dek, serius lah. Cerita aja nggak papa, aku mau dengerin. Kali aja aku bisa bantu, "


" Makasih bang, bukan masalah yang besar kok. "


" Pasti patah hati, yee kan ? ngaku lah dek ? "


" Iya begitulah lah bang. "


" Putus sama pacar, yang difoto kemarin itu ya dek? "


" He. em, "


" Jadi sekarang jomblo dong? "


" Iyupp, "


" Wih asyik dong "


" Apaan sih bang, bahagia banget liat aku galau, ih jahat banget deh. Bukannya dihibur. "


" Maaf dek, canda, bercanda. Ih jangan ngambek dong. Jalan - jalan aja yok biar kamu nggak sedih? "


" Ih abang gila, tengok jam lah bang, jam berapa sekarang ? "


" Oh iya sudah malam rupanya. Ya sudah gih tidur, istirahat. Nanti masuk angin lo kalau kelamaan di luar. "


" Nanti lah bang. "


" Dek aku tau kamu sedih, tapi jangan berlarut larut. Jangan siksa badanmu, tenang aja semuanya akan membaik dengan seiring berjalannya waktu. Ikhlaskan kalau memang dia bukan jodohmu. Kamu masih muda perjalanan kamu masih panjang. Pasti nanti kamu akan bertemu dengan laki - laki yang bisa membuatmu bahagia. Jika memang jodoh pasti akan dipersatukan dengan jalan yang tak pernah kamu duga sebelumnya. "


" Em, iya bang ngerti. Tapi memang langit malam ini begitu indah, sayang jika tidak dinikmati. Aku ingin disini sebentar lagi ,"


" Baik lah akan abang temani, "


" Makasih bang, "


" Kalau ada masalah cerita ya dek?"


" Iya bang. "


Kita pun ngobrol santai sampai larut malam, dengan berat hati aku sudahi memandang langit indah. Bang Rian terus memaksaku masuk ke dalam dan istirahat.


" Masuk lah dek, besok lagi. Istirahat ya ini sudah malam, "


" Iya iya bang, makasih ya sudah di temenin. "


" Besok - besok kalau mau ditemenin lagi cari abang aja dek, "


" Siap bang, "


" Ya sudah, selamat malam, selamat beristirahat dek. "


" Iya, abang juga. "


Aku lalu masuk ke rumah dan beristirahat. Perasaanku sudah agak membaik sekarang. Sudah agak lega, Membuatku tidak terlalu tersiksa. Semoga waktu bisa menjadi obat untuk luka dalam ku.

__ADS_1


__ADS_2