
**Perjalanan**
Hari keberangkatan ku pun tiba.
Seharusnya dari kemarin lusa aku sudah berangkat. Tapi karena bus yang ditumpangi bapak mogok di Jogja. Jadi bapak harus menginap di losmen dulu semalam.
Sebenarnya sih itu cuma akal - akalan bapak saja. Aku sih paham, mungkin dia masih ingin bertemu dengan wanita itu. Aku sudah lelah dengan tingkah bapak, jadi aku hanya mengiyakan dan pura - pura percaya cerita karangannya.
Ntah lah apa maunya bapak ini, masih saja berhubungan dengan wanita itu.
Aku pun berangkat di antar oleh sanak saudara. Sebelum aku menonaktifkan ponselku, untuk menghemat baterai karena perjalanan yang akan aku tempuh itu sangat jauh.
Aku sempatkan mengirim pesan ke mas Afif dan para sahabat ku.
📨 Aku
Mas aku pamit, aku berangkat ya. Terimakasih untuk kebahagian yang selalu kamu berikan dan adamu selama ini, sudah menemaniku dan tidak meninggalkan disaat terberat ku. Menjadi kekuatan ku untuk terus bangkit hingga sekarang. Aku sangat bersyukur Tuhan berkenan mempertemukan kita, menghadirkan kamu dalam hidupku, membuat warna hidupku jauh lebih indah. Maaf jika selama kita bersama, aku sering kali membuatmu kecewa dan terluka. Jaga hati dan jaga diri baik - baik. Aku sangat menyayangimu mas, bahkan sekarang aku sudah sangat merindukan mu. Aku pergi ya?
tunggu aku kembali dengan cinta kita. Muach, kecupan manis dari jauh. Hehehe.
Lalu aku mengirim pesan yang sama untuk ketiga sahabat ku.
📨 Aku
Hay sahabat ku,aku pamit ya ? aku berangkat hari ini. Maaf baru memberi kabar, tidak bisa pamit langsung menemui kalian. Karena kemarin sibuk berkemas, aku lupa memberi tau bahwa aku berangkat hari ini. Maaf ya,
dan terimakasih karena kalian mau menerima aku, selalu ada untukku. Kalian sahabat terbaik ku. Aku sangat bersyukur mempunyai sahabat seperti kalian. Maaf jika selama aku jadi sahabat kalian aku banyak merepotkan dan menyusahkan kalian, maaf juga jika aku ada salah, salah kata yang menyakiti kalian.
Aku pasti akan sangat sangat merindukan kalian. Kebersamaan kita akan ku bawa dan ku simpan sebagai kenang - kenangan terindah. Sekali lagi terimakasih. Jangan marah ya? aku pamit, aku sayang kalian. Mmuah,kiss dari jauh, hehehe.
Setelah ku mengirim pesan, ku matikan ponsel ku. Lalu ku pejamkan mata menikmati perjalanan.
Selamat tinggal kampung halaman ku, embah, temen - temen dan para sahabatku. Semoga kalian sehat dan bahagia selalu. Mas Afif, aku pasti akan kembali. Andaikan sebelum aku pergi aku bisa melihat mu mas. Tapi kalau aku di antar oleh mu pasti malah berat untuk ku pergi. Tapi aku juga ingin sekali melihat Dan bertemu denganmu mas. Hiks.
Tunggu aku kembali mas.
Menempuh perjalanan jauh sangat melelahkan. Belum lagi aku mabuk perjalan sangat parah. Aku hanya tertidur di sepanjang perjalanan sesekali dibangunkan bapak untuk makan mengisi perut meski nanti dimuntahkan lagi.
__ADS_1
Setelah kurang lebih 3 jam menyebrangi luasnya samudra, lalu masih harus menempuh perjalanan darat sehari lagi, barulah aku tiba di tempat tujuan. Perjalanan panjang ini sangat lah melelahkan, duduk di kursi bus berlama-lama membuat badanku terasa sakit semua. Rasanya tak karuan.
Setelah berpuluh-puluh jam menempuh perjalan.
Akhirnya aku sudah tiba di depan rumah yang selama ini ibuk dan bapak tempati.
Di Sana aku sudah di sambut simbok dan sanak saudara lainya. Mereka menyambut ku dengan penuh suka cita. Iya karena terakhir kali aku ke Lampung itu dulu pada saat aku masih kelas 2 SD.
Aku di sambut ibuk dengan rasa haru dan bahagia. Aku langsung berlari dan memeluk erat dirinya, menangis menumpahkan rasa rindu yang selama ini sangat menyiksa ku.
Rasa lelah, pusing dan mual ku hilang seketika. Aku sangat bahagia akhirnya setelah sekian lama, aku bertemu dan bisa bersama - sama lagi dengan ibuk.
" Gadis ibuk sudah tumbuh sebesar ini rupanya. Lihat lah lebih besar kamu sekarang dari pada ibuk. Maaf kan ibuk ya nak, pasti berat ya tanpa ibuk? "
" Sangat buk. Sangat berat. Aku sangat merindukan mu."
" Ibuk pun begitu. Gimana kabar simbah dan yang lain nduk?"
" Alhamdulillah sehat semua buk,"
" Syukurlah kalau begitu, kamu lelah banget ya nduk, apa kamu sakit? muka kamu pucat sekali."
" Duh kasian sekali gadis ibuk, ibuk ambilin makan ya, makan dulu."
" Nggak lapar buk, "
" Ya udah ibuk bikinin teh anget biar kamu nggak pucat banget gitu, duduk dulu disini ya,"
Sambil menunggu ibuk membuatkan teh hangat, aku ngobrol dengan bude dan sanak saudara yang lain.
" Ini tehnya diminum dulu nduk, ibuk ambilkan makan ya?"
" Ndak usah buk, aku belum lapar, nanti saja kalau sudah lapar."
" Kan perut kamu belum diisi. Makanlah sedikit."
" Iya nanti saja buk. Minum teh anget dulu."
__ADS_1
" Nanti kalau lapar bilang ya?"
" Iya buk, "
" Oh iya, Lihatlah jagoan kita, apa kamu tidak ingin menggendongnya sayang? "
ibuk menuntunku ke kamarnya, menunjuk ke arah si malaikat kecil yang tengah tidur dengan pulas nya. Dan itu sangat mengemaskan.
" Aku belum mandi buk, aku mandi dulu ya buk. Lengket badan ku. Bau juga. "
Sebenarnya pengen banget langsung lari dan mencium si kecil, tapi aku harus membersihkan diri dulu. Dari kemarin nggak mandi pasti bau banget badanku.
" Ini kan sudah malam, nggak papa kamu mandi malam-malam? kamu tidak kedinginan nak? badan kamu juga masih lemes gitu, nanti masuk angin. "
" Nggak papa buk. Kan habis mandi malah segar. Aku juga gak betah kalau badan ku lengket gini mana bauk lagi, nanti malah nggak bisa tidur buk. "
" Ya udah tunggu sebentar, biar ibuk siapin dulu air hangat nya ya? "
" Iya buk."
" Ini handuknya, jangan lama - lama ya mandinya,"
" Iya buk, duh ibuk masih tetap sama ya, bawel.Hahaha,"
" Itu sudah bawaan lahir nggak bisa berubah. ya udah sana buruan mandi."
" iya iya buk."
Setelah aku selesai membersihkan diri. Aku langsung ke kamar ibuk. Mencium seluruh wajah si mungil itu. Aku tidak berani mengendong nya, takut mengusik tidur nyenyak nya.
" Halo jagoan ku, selamat datang di keluarga kecil kita, aku kakak mu. Kamu ganteng banget, lucu banget sih. Ih aku gemes. Semoga kelak kamu akan menjadi anak yang sholeh yang baik budi pekerti dan sopan santun, yang pinter, kebanggan kami.Oh ya buk sampai lupa nanya, namanya siapa buk,? "
" Zidan Alifiandra. "
" Nama yang bagus, aku manggil nya dek Zidan ya? "
" Iya nduk, terserah kamu. "
__ADS_1
Aku tidak tidur sepanjang malam. Aku mendengar kan kisah ibuk yang dulu tidak bisa ibuk ceritakan lewat telpon kepada ku. Karena takut membuat ku kepikiran, dan menganggu sekolah ku.