Kesalahan & Keegoisan Dibalik Kebahagiaan

Kesalahan & Keegoisan Dibalik Kebahagiaan
Season 2 ~ Mengungkapkan


__ADS_3

" Mas aku istirahat ke kamar ya?"


" Iya, capek ya?"


" Ya nggak terlalu sih, cuma pengen rebahan saja."


" Jangan main ponsel terus, kalau bisa ya tidur siang."


" Oke mas."


Hari ini aku mengambil jatah liburku, dari tadi pagi aku sibuk membantu mas Nirwan.


Meskipun aku libur, aku tidak memanfaatkanya hanya untuk tidur dan bersantai atau bermalas-malasan, tapi aku tetap membantu mas Nirwan dan Adi.


Saat tengah rebahan dan berhalu ria, hayalan ku di buyarkan oleh suara ponsel yang mengagetkan ku.


" Huh siapa sih, bikin kaget aja, mana ponsel pas di samping telinga lagi, kan kagetnya jadi dobel. Hah nomor baru? siapa ya?


Halo assalamualaikum,"


" Waalaikumsalam Yu."


Kok kaya suaranya nggak asing ya.


" Maaf ini siapa ya?"


" Aku Isnan, maaf ya menganggu."


" Oh, nggak ganggu kok kebetulan ini lagi istirahat. Ada apa ya Is?"


" Ini, kamu bisa antar saya ke tempat bu Lidya nggak?"


" Haduh, aku lagi libur nih, ada apa memang?"


" Aku ada perlu sama bu Lidya."


" Kenapa kamu nggak telpon aja sih?"


" Nggak bisa yu, nggak aktif nomor nya."


" Harus ke sana sekarang?"


" Kalau bisa iya."


" Ya udah kamu tunggu di butik saja, aku ke sana sekarang."


Aku langsung berganti pakaian dan berangkat ke butik, sebelum berangkat aku berpamitan dulu sama mas Nirwan.


" Mas aku mau ke butik dulu ya?"


" Mau ngapain? katanya lagi ambil libur?"


" Ada pelanggan yang minta di anterin ke tempat bu Lidya sekarang."


" Kan ada Loli?"


" Ya kalau Loli ke tempatnya bu Lidya terus yang jaga butiknya siapa?"


" Ya udah hati - hati dijalan. Lah nggak makan dulu sek?"


" Nggak mas, nanti aja sudah di tungguin soalnya. Aku berangkat ya assalamualaikum."


" Waalaikumsalam."


***


Sesampainya di butik, Isnan ternyata sudah menunggu ku.


" Maaf ya, nunggu lama ya?"


" Belum juga."


" Ya udah yuk berangkat sekarang, Lol aku tinggal dulu ya."

__ADS_1


" Iya mbak, hati - hati dijalan."


" Iya."


" Pake mobil ku saja ya?" Tanya Isnan.


" Boleh."


" Maaf ya jadi merepotkan padahal kamu masih libur."


" Iya nggak papa kok. Nggak usah sungkan begitu."


" Ya sebenarnya aku nggak enak ngrepotin kamu terus."


" Heh, jangan begitu lah, aku juga tidak merasa di repotkan."


" Terimakasih ya."


" Iya sama - sama. Sebenarnya ada perlu apa sih sama bu Lidya kayak nya penting banget."


" Ini kakak ku mau menikah, kalau bu Lidya bisa kita sekeluarga besar mau minta di bikinin baju, sekalian sama gaun pernikahan kakakku."


" Terus kenapa kamu nggak sama kakak mu saja kesini nya?"


" Dia masih sibuk kerja, Lagian belum tau juga kan bu Lidya nya mau apa nggak."


" Kayak nya sih mau."


" Soalnya tuh keluarga besar ku banyak, dan pernikahannya nggak lama lagi, belum lagi nanti kalau mereka minta model gaun yang berbeda - beda."


" Kenapa pilih tempatnya bu Lidya?"


" Kata mama karena setiap desain nya punya khas tersendiri, jahitannya rapi, dia selalu memakai bahan yang bagus, dan orangnya baik."


" Iya sih dan juga bagus sih desainnya, dia selalu bikin desainnya tuh sesuai karakter orang yang mau makai."


" Nah itu juga yang bikin mama suka dengan desain bu Lidya, kata mama tidak mengecewakan."


***


Kita menunggunya sebentar sambil berbincang sampai bu Lidya datang.


" Aduh maaf ya, pasti nunggu lama ya?"


" Nggak kok tante."


" Loh Ayu bukanya lagi libur ya?"


" Iya tante, tadi saya yang menelponnya untuk mengantar saya kesini, soalnya takut nyasar kalau kesini sendiri." Jawab Isnan.


" Oh gitu, ada apa sampai datang sendiri kesini?"


Isnan menjelaskan tujuannya dengan detail.


" Bagaimana tante? apa bisa?"


" Waktunya mepet sekali ya? em baiklah akan tante usahakan, karena mama mu pelanggan pertama tante dan pelanggan tetap sampai sekarang."


" Terimakasih banyak tante, pasti mama senang sekali tante menyanggupinya."


" Ayu, besok temenin dan bantu saya ke sana ya, untuk mengukur semua anggota keluarganya. Nak Isnan usahakan besok keluarganya ngumpul semua ya, biar cepat dan bisa langsung di kerjakan karena waktunya mepet sekali."


" Iya tante."


" Ayu kamu bisa kan?"


" Bisa buk."


" Tante mau ke sana jam berapa, besok saya jemput saja."


" Duh baik sekali, memang nggak merepotkan mu?"


" Nggak kok tan."

__ADS_1


" Baiklah jemput tante jam 8 ya?"


" Iya tan, ya udah saya pamit dulu ya tan."


" Iya sayang, hati - hati dijalan."


" Saya juga pamit ya buk."


" Iya Ayu, terimakasih ya."


" Iya buk, sama - sama. Assalamualaikum."


" Waalaikumsalam."


***


" Kamu sudah makan siang?" tanya isnan.


" Belum."


" Kita makan siang dulu yuk? plis kali ini jangan menolak, ini sebagai rasa terimakasih dan permintaan maaf ku karena sudah merepotkan mu."


" Em gimana ya?"


" Ayo lah, jangan ditolak, sekali ini saja."


" Oke, baik lah."


" Nah gitu dong, kamu mau makan apa?"


" Terserah kamu saja."


" Oke."


Isnan berhenti di salah satu mall. Sebelum turun dari mobil Isnan menggulung lengan bajunya, membuka kancing kemejanya yang atas. Itu berhasil menarik perhatianku. Segera aku memalingkan pandangan ku sebelum, kepergok Isnan karena aku memandangnya.


Cowok ini kenapa cakep banget sih? apa lagi kalau berpenampilan begitu tambah kece. Maaf ya mas Nirwan aku malah mengagumi pria lain.


" Jalan yuk?"


" Oke,"


Setelah berjalan cukup lama.


" Kita makan disini saja ya?"


" Oke."


" Aku pesan dulu, kamu tunggu disini."


" Iya."


***


" Ayu?"


" Iya."


" Ada yang pengen aku katakan sama kamu?"


" Ada apa?"


" Jujur, aku menyukaimu."


Ha, ini aku nggak lagi salah dengar kan? ini kenapa jadi gini sih. Aku harus gimana dong.


" Aku sudah bersuami Is."


" Ya aku tau itu."


" Terus, kalau kamu sudah tau, kenapa kamu bilang seperti itu ke aku?"


" Aku hanya ingin mengungkapkan perasaan ku. Aku tau jawaban mu, aku tidak memaksa mu untuk menerima ku. Aku hanya ingin kamu tau bahwa aku mencintaimu. Maaf kalau ini membuat mu nggak nyaman, tolong setelah kamu tau perasaan ku jangan jauhi aku, jangan paksa aku untuk berhenti mencintaimu. Biarkan cinta ini ada sampai ia menghilang dengan sendirinya."

__ADS_1


Is aku tau bagaimana perasaanmu, aku juga pernah merasakannya, aku pernah di posisimu, aku benar - benar nggak nyangka kalau kamu bakalan suka dengan ku, jujur dari awal aku tidak ada niat untuk membuatmu tertarik dengan ku, malah kamu yang membuatku diam - diam tertarik padamu. Aku tidak menyalahkan mu, karena memang kadang cinta datang tak terduga dan suka tiba - tiba. Maaf Is cintamu hadir pada orang yang tidak tepat. Aku sudah bersuami, aku tidak mungkin menerima cintamu. Semoga secepatnya kamu bisa melupakan rasa itu, agar kamu tidak tersiksa.


__ADS_2