
Tangisku
" Aku sudah tau semuanya buk. " Tanggapan ku saat ibuk bercerita.
" Aku dari awal sudah tau, dari kalian yang setiap malam bertengkar, itu sangat mengganggu tidur nyenyak ku, " imbuh ku.
" Iya dan ibuk juga sudah menduganya. Ibuk sudah menebak nya dari nilai ujian mu yang hancur, ibuk tau, masalah apa yang membuat nilai mu bisa begitu, pasti lah gara - gara kami. "
saat di Sekolah Dasar aku memang lah tidak terlalu pintar, tidak pernah juara kelas. Tapi aku juga tidak sebodoh itu. Setidak nya kelulusan kemarin aku berada di peringkat 5 besar. Tapi pas ujian kemarin aku bahkan tidak masuk di 10 besar.
Masalah kali ini berdampak cukup berat untuk ku. Bukan hanya berdampak pada hati ku, tapi juga guncangannya mampu mengacaukan pikiran ku, dan memporak porandakan nilai ku. Bapak ku ini memang luar biasa. Batin ku.
" Maaf kan ibuk dan bapak ya nduk? sudah membuat kamu seperti ini. Malah kamu juga ikut menjadi korban kami, ibuk juga tidak mengharapkan ini terjadi di dalam kelurga kita nduk. Ibuk tidak bermaksud buat menyembunyikan masalah ini dari kamu. Karena cepat atau lambat pasti kamu akan tau. Ibuk hanya menunggu waktu yang tepat buat bicara ke kamu, agar kamu bisa menerimanya dengan lapang dada, sejujur nya ibuk nggak tega harus cerita ke kamu. Tapi kali Ini ibuk harus benar - benar cerita. Seandainya ibuk berpisah dengan bapak, apa kamu akan menyalahkan ibuk karena ibuk tidak mampu mempertahankan rumah tangga ini?.Apa kamu akan membenci ibuk?. Aku tidak tau lagi apa yang bapak kamu inginkan nduk. Ibuk bingung di buatnya.
Ini mbak mu dari Lampung mengirim pesan. Sepertinya saat ini bapak mu sudah di Lampung dengan wanita itu. Ibuk sudah mencoba bicara baik - baik dengan bapak, tapi bapak mu sepertinya kekeh ingin bersama dengan wanita itu, sepertinya bapak sudah tidak mencintai ibuk lagi. Ibuk takut nduk ,ibuk tidak sanggup mempertahankan rumah tangga ini, jika satu ranjang ada dua cinta. Ibuk hanya manusia biasa nduk, ibuk tidak rela jika harus berbagi suami dengan wanita lain."
Ya Tuhan apa lagi ini? hal gila apa lagi yang di lakukan bapak? mau sakit seperti apa lagi yang kamu goreskan di hati ibuk pak? belum cukup kah kamu membuat kami hancur?. Ingat lah pak dulu bapak juga pernah tergila - gila dengan ibuk, seperti bapak tergila - gila dengan nya saat ini. Apa yang dia berikan pada mu, yang tidak bisa ibuk berikan? hingga bapak lebih memilih dia yang baru bapak kenal. Sadarlah pak sebelum semuanya terlambat, sebelum aku dan ibuk meninggalkan mu.
Saat sudah disakiti, sudah tak di hargai, sudah dibuat pergi. Maka kata maaf mu, tak akan mampu memintanya kembali.
__ADS_1
Maka sadarlah sebelum itu semua terjadi, karena aku percaya kelakuan mu saat ini,
suatu saat akan kamu sesali.
Aku terdiam sesaat, menekan air mata agar tidak lolos dari mata ku. Aku tidak mau ibuk melihatku menangis.
" Buk, jangan memikirkan aku. Jika ibuk sudah tidak kuat lagi menjalani ini, menyerah lah buk, jangan dipaksakan. Aku juga tidak bisa terus melihat ibuk tersiksa. Sepertinya bapak memang lebih memilih wanita itu dari pada kita. Jangan siksa hati ibuk demi memberi ku kelurga yang utuh. Untuk apa keluarga jika hanya aku yang bahagia tapi ibuk menderita. Aku sudah besar buk, aku baik - baik saja. Aku bisa mengerti semua ini, aku cukup memahami situasi ini. Sama halnya ibuk ,aku juga sangat kecewa sama bapak. Lakukan lah apa yang menurut ibuk benar, yang akan membuat ibuk bahagia. " kata ku.
Sebenarnya sesak di dada ku membuat ku sulit bernafas. Aku tidak boleh menangis di depan ibuk. Aku harus kuat, ibuk nggak boleh melihatku menangis. Apa yang bisa aku lakukan untuk membantu mu buk? aku merasa tidak berguna karena tidak bisa membantu mu meringankan rasa sakit mu.
" Maaf kan ibuk yang belum bisa membahagiakan mu nduk, belum bisa menjadi ibuk yang baik untuk mu. Maaf, kamu yang harus ikut merasakan ini semua. Ibuk janji akan memberikan yang terbaik untuk mu. Terimakasih sudah hadir dalam hidup ibuk, menjadi kekuatan ibuk," kata ibuk sambil menangis memeluk ku.
" Terimakasih nduk, gadis ibuk sudah besar rupanya. Iya udah, udah malam, istirahat ya nduk, ibuk juga mau istirahat. " Pamit ibuk sambil mencium kening ku.
Setelah ibuk keluar dari kamar ku, aku menangis. Sekuat tenaga ku tahan agar isak an tangis ku, agar tidak ibuk dengar.
Aku tidak ingin kehilangan bapak, aku juga mau keluarga ini utuh. Tapi sepertinya memang keretakan ini sudah sulit untuk di diperbaiki. Aku tau ibuk sebenar nya masih sangat mencintai bapak. Tak bisa aku gambarkan bagaimana perasaan ibuk saat ini, seandainya aku jadi ibuk mungkin aku tidak akan setegar ini. Aku tidak habis pikir dengan semua kelakuan bapak, menyia-nyiakan wanita seperti ibuk. Sebenarnya wanita seperti apa apa yang bapak inginkan ?
Aku langsung telpon mas Afif. Untungnya mas Afif belum tidur. Tanpa bicara aku hanya menangis, mas Afif yang sudah faham, menenangkan kan aku, membiarkan aku menangis sampai aku puas. Setelah tenang baru lah mas Afif bertanya, sebenarnya apa yang terjadi.
__ADS_1
" Mas? "panggilku.
" Iya ada apa dek? ada masalah lagi ya sama bapak? "
" Hu,um mas." Jawab ku.
" Apa lagi yang di lakukan bapak, hingga membuat mu menangis seperti ini lagi? "
" sepertinya bapak udah gila mas,"
" haa!! kok bisa gitu?"
" Aku benar - benar, tidak menyangka bapak akan berbuat sejauh ini. Kali ini, bapak sudah sangat keterlaluan bagi ku. Bisa - bisa nya dia berbuat begini, apa sudah tidak ada aku dan ibuk dalam hatinya? setidak nya apa bapak tidak mikirin perasaan ku? aku hampir gila di buatnya."
" Memang apa yang sudah bapak lakukan si dek, tak kirain bapak sudah baikan sama ibuk? "
" Bapak lama nggak pulang. Aku kirim pesan, aku telpon nggak di angkat."
" Berfikir positif aja lah dek. Mungkin bapak lagi sibuk kerja atau kamu telponnya pas lagi dia tidur. "
__ADS_1
" Tapi sayang nya kenyataan nya nggak seperti itu mas, kenyataan nya tidak sebaik itu. Kenyataan nya lebih menyakitkan, iya dia memang sibuk mas."