
Pantai
Hari ini mas Nirwan mengajak ku ke pantai. Untuk yang pertama kali jalan berdua dengan rasa yang berbeda. Ya karena kali ini ada cinta yang sudah bersemi di antara kami.
" Sek mampir ke warung ku dulu ya, kita sarapan di sana?"
" Oke, aku mah ngikut aja kemana kamu pergi."
Dia masih tetap memanggil ku pesek. Anggap aja panggilan kesayangan dia untuk ku. Hehehe.
Sesampainya di warung.
" Belum buka ya mas?"
" Belum lah sek, yang masak aja belum selesai."
" Yang masak Adi sendiri?"
" Nggak lah, tadi sama aku. Sebelum jemput kamu tadi masak dulu. Adi tinggal ngerjain sisanya."
" Wih mau pada kemana nih?" tanya adi yang sedang sibuk memasak.
" Mau kencan dong. Ikut yuk," ajak ku.
" Nanti siapa yang jaga warung? lagian aku nggak mau jadi obat nyamuk kalian."
" Emang pacarmu kemana?"
" Nggak ada, mana sempet cari pacar, orang disuruh kerja lembur terus tuh sama pak bos." Protes Adi.
" Ehem, emang aku sejahat itu ya?" kata mas Nirwan.
" Nggak juga sih bos, hehehe."
" Ya udah besok kamu libur aja."
" Kok libur bos?"
" Katanya mau cari cewek?"
" Nggak jadi bos, aku tunggu warung aja bos, kan yang beli juga banyak yang cantik, hehehe."
Aku tertawa mendengar obrolan mereka.
" Ini semua kamu yang masak Di?" tanyaku menyela perdebatan mereka.
" Bukan lah, aku masa bisa masak, Itu pacarmu yang masak semuanya, aku hanya bantuin dan mengerjakan sisanya."
" Wih keren, mau dong besok dimasakin, hehehe."
" Sekarang aja udah aku yang masak kok." Sahut mas Nirwan.
" Oh iya ya, hahaha."
" Ya udah kamu mau makan apa?"
" Apa aja yang penting bisa dimakan. Aku mah orang nya nggak ribet, hehehe."
" Pantes gemuk."
" Siapa yang gemuk sih mas, ini itu nggak gemuk, tapi berisi, kan jadi bohay, hehehe."
" Ya udah cepat dimakan. Nanti kesiangan panas."
" Oke."
" Makan yang banyak."
__ADS_1
" Nggak lah, biar kurus. Nanti dikatain gemuk terus." Kataku sambil cemberut.
" Hehehe, bercanda sek."
Setelah sarapan lalu kita berangkat.
" Aku berangkat ya Di, jaga warung yang bener." kata mas Nirwan kepada Adi.
" Iya iya bos, hati - hati bawa anak orang. Jangan diapa - apain, pulang jangan sampai ada yang kurang."
" Hahaha, kamu malah kaya mak ku Di. Ya udah kita berangkat." Sahut ku.
" Ya ati - ati bos."
Aku nggak tau mas Nirwan mau bawa aku ke pantai mana.
Ini untuk yang pertama kalinya aku ke pantai. Perdana, hehehe.
" Kita mau kemana mas?"
" Ke pantai sek."
" Iya sudah tau, maksudku pantai mana?"
" Ya nanti kan kamu tau sendiri."
" Bikin penasaran saja."
Setelah sampai tujuan, kita masih harus berjalan kaki menyusuri jalan setapak, melalui semak dan juga beberapa pepohonan untuk mencapai pantai.
Ternyata mas Nirwan membawa ku ke Pantai Ngrenehan.
Saat sudah tiba di tempat yang aku tuju, aku begitu terpesona dengan pemandangan yang tersaji di depan mataku.
Berupa teluk dan sekelilingnya dihiasi dengan perbukitan kapur.
Pemandangan yang membuatku terus berdecak kagum.
Pantai ngrenehan
Pantai ini terletak di desa Kanigoro kec. Sapto Sari kab. Gunung kidul.
Pantai dengan ombak yang tidak terlalu besar, sangat cocok untuk berenang, pemandangan nya juga sangat menawan untuk spot foto.
Pantai ini juga disebut pantai nelayan.
Disini terdapat tempat pelelangan ikan hasil tangkapan nelayan.
Para pengunjung dapat turut serta berpartisipasi dalam lelang atau berbelanja aneka ikan segar yang baru saja di tangkap.
" Gimana sek, kamu suka?"
" Sangat suka mas, bagus banget. Makasih udah membawa ku kesini."
" Bagus deh kalau kamu suka. Mau berenang?"
" Aku nggak bis berenang."
" Ya udah yuk ke sana."
Mas Nirwan mengandeng tangan ku. Kita berjalan - berjalan di pinggir pantai, bertelanjang kaki, membiarkan kaki di sapu lembut ombak yang datang.
" Kamu beneran nggak mau main air?"
__ADS_1
" Nggak mas, begini saja cukup."
Entah kenapa saat aku melihat air laut, aku jadi teringat ibuk, dan merindukannya.
Buk Ayu kangen. Semoga ibuk sehat selalu, Ayu juga pengen bawa ibuk sama adek kesini. Pasti adek seneng banget.
" Sek, kok malah ngelamun sih?"
" Ah nggak melamun mas, lagi menikmati pemandangan ini."
" Pinter banget ngelesnya."
" Ih nggak percaya."
" Habis kamu pinter banget ngelesnya."
" Mas kenapa kamu mau kenal dengan ku, ada tujuan apa?"
" Nggak ada tujuan apa - apa sek, kok tiba - tiba tanya begitu?"
" Aku sudah malas berpacaran lagi mas, aku ingin mencari yang mau serius denganku. Selagi semuanya belum terlalu jauh, sebelum aku benar - benar mencintai mu, jika tujuanmu hanyalah ingin bermain - main dengan ku, aku mohon jauhi aku mas."
" Kamu ngomong apa sih sek? aku nggak ada tujuan yang seperti itu, aku juga ingin menjalin hubungan yang serius dengan mu."
" Aku takut mas, di saat aku sudah benar - benar mencintai mu, Kamu pergi meninggalkan aku. Itu menyakitkan mas, aku tidak ingin itu terulang kembali."
" Aku bukan pria yang romantis, bukan pria yang pandai merayu wanita, aku juga bukan punjangga yang pandai merangkai kata. Tapi ketika aku bilang aku serius, maka aku akan melakukanya."
" Aku pegang kata - kata mu mas. Aku bukan orang yang kalau mencintai setengah - setengah. Disinilah kelemahan ku mas, kalau aku sudah mencintai seseorang maka aku akan mencintai dengan sepenuh hatiku. Aku tidak mudah meninggalkan walau sudah tersakiti. Maka dari itu mas, sebelum semuanya terlalu dalam jika mas hanya ingin main - main maka pergilah."
Aku memilihmu untuk menjadi tambatan terakhirku. Kali ini aku ingin menjalin hubungan yang serius dengan mu, semoga kamu tidak mengecewakan aku mas.
Mas Nirwan merangkul pinggang ku dan mengecup singkat pucuk kepalaku.
" Apaan sih mas, malu ih kalau dilihat orang."
" Makanya jangan ngomong yang aneh - aneh, lagian nggak banyak orang kok."
" Tapi kan pasti ada yang lihat,"
" Biarkan saja."
" Balik yuk sek, udah panas ini."
" Sebentar lagi ya mas."
" Ya udah kita cari tempat yang teduh, panas banget ini."
" Ya udah yuk."
Pemandangan ini sungguh membuat ku jatuh hati, membuat ku betah berlama-lama disini. Membuat ku enggan untuk pulang.
Panorama yang tersaji di depan mata, sayang kalau tidak dinikmati berlama - lama.
" Makasih mas udah membawa ku kesini. Ini pertama kalinya aku ke tempat seperti ini."
" Masa sih sek? kan udah lumayan lama kamu disini."
" Iya memang, tapi siapa juga yang mau ngajak aku kesini mas. Lagian juga sibuk kerja terus."
Sebenarnya sibuk kerja karena patah hati sih mas, pekerjaan yang ku jadikan pelampiasan.
" Sesibuk itu ya pekerjaan mu?"
" Iya. Sebulan aja liburku hanya 1 kali."
" Ya udah, kita pindah ke pantai yang lain yok. Pemandangan nya juga nggak kalah bagus lho."
__ADS_1
" Serius, ya udah yok. Aku jadi penasaran."