Kesalahan & Keegoisan Dibalik Kebahagiaan

Kesalahan & Keegoisan Dibalik Kebahagiaan
Bab 49


__ADS_3

 


**Pulang kembali**


 


Satu Tahun kemudian.


Setelah beberapa bulan yang lalu aku pulang ke Lampung dan balik bekerja lagi ke Jakarta. Bulan ini aku memutuskan untuk pulang ketempat simbah, yang merupakan kampung halaman ku. Mungkin tahun ini aku juga akan Merayakan Hari Raya di sana. Rencana ku memang akan menetap lama di sana.


Sudah bertahun - tahun aku tidak pulang ke tempat simbah. Aku sangat merindukan mereka, simbah, sanak saudara dan yang ingin paling aku temui yaitu dia.


Setelah meminta izin dan sudah mendapat izin untuk berhenti bekerja. Tinggal berkemas karena aku ingin berangkat besok.


Aku memberitahukan kabar baik ini, kabar kepulangan ku kepada mbak Yani.


" Halo mbak assalamu'alaikum."


" Wa'alaikumsalam Yu, ada apa?"


" Mbak besok aku pulang, bisa jemput aku di Jogja nggak?"


" Ini aku nggak salah dengar kan? kamu beneran mau pulang?"


" Iya mbak, kita akan ketemu. Aku merindukan mu."


" Akhirnya kamu ingat pulang juga. Kirain sudah lupa kampung halaman mu."


" Mana bisa begitu mbak, aku sangat merindukan kalian. kemarin belum berani pulang sendiri, kalau sekarang mah sudah berani, hehehe."


" Ah syukurlah, simbah juga kangen sama kamu, sering nanyain kamu pulangnya kapan dan kebetulan aku lagi kerja di Jogja jadi bisa jemput kamu."


" Wah kebetulan sekali ya, hehehe."


" Iya. Baiklah besok aku jemput, mau dijemput dimana dan jam berapa? Oh iya kamu sama siapa kesini nya?"


" Sendiri mbak. Ini aku berangkatnya dari Jakarta."


" Oh kirain sama kelurga. Sudah lama kamu kerja di Jakarta?"


" Lama mbak, sudah setahun."


" Kok baru sekarang pulang?"


" Soal nya pekerjaan ku nggak banyak liburnya mbak, kemarin pas libur aku pulang ke Lampung. Karena ingin pulang ke situ jadi aku berhenti dari pekerjaan ku."


" Berarti kamu berencana mau lama disini?"


" Iya mbak, kalau ada mau cari kerjaan disitu juga."


" Banyak mah disini kalau cuma kerjaan, besok tak bantu cari."


" Beneran nih?"


" Iya lah."


" Ah makasih mbak."


" Ya sudah nanti kabarin ya mau dijemputnya dimana dan jam berapa?"


" Oke mbak, nanti aku kabarin lagi ya, assalamu'alaikum."

__ADS_1


" Wa'alaikumsalam."


Setelah menelpon mbak Yani. Aku kemudian menelpon ibuk.


" Assalamu'alaikum nduk."


" Wa'alaikumsalam buk."


" Jadi mau berangkat besok nduk, kamu naik apa?"


" Jadi buk. Naik kereta."


" Bagaimana perasaan mu?"


" Sudah lumayan membaik buk."


" Ah syukurlah kalau begitu, ibuk senang mendengarnya. Tapi kamu yakin mau pulang ke sana nduk? sementara di sana penuh dengan kenangan mu dengan dia. Itu akan membuatmu mengingat nya dan membangkitkan rasa sakit mu kembali."


" Tenang saja buk, aku sudah mempersiapkan untuk itu, aku akan baik - baik saja. Percayalah."


" Iya ibuk percaya, gadis ibuk kuat. Kalau ada apa - apa cerita sama ibuk, jangan di pendam sendiri ya nduk."


" Iya buk. Maaf Ayu belum bisa ajak ibuk pulang."


" Nggak papa nduk, nanti kalau ibuk sudah siap mau ke sana pasti ibuk bisa ke sana."


" Iya buk, mungkin juga aku akan lama di sana buk, rencana mau lebaran di sana, mau cari kerja juga di sana."


" Iya nggak papa nduk, malah ibuk tenang ada kamu yang merawat simbah di sana.Ya sudah hati - hati dijalan besok kalau berangkat, jaga diri selalu ya nak."


" Iya buk."


" Iya ibuku yang cantik. Ibuk baik - baik ya di sana jaga kesehatan, Ayu udah nggak bisa di samping ibuk sekarang. Jadi ibuk harus pinter - pinter jaga kesehatan ya."


" Iya nduk, kadang ibuk sedih kalau inget kamu, baru kemarin kayaknya ibuk susuin kamu gendong kamu kemana - mana, sekarang kamu sudah besar, sudah menjalani hidupmu sendiri, jauh dari ibuk."


" Iya buk, dan jauh dari ibuk adalah hal yang paling berat untuk ku. Aku ingin selalu di samping ibuk, aku nggak ingin jauh - jauh dari ibuk."


" Cepat atau lambat pasti kamu akan berpisah dari ibuk nduk, kelak kamu akan bersuami dan punya anak, kamu akan punya keluarga sendiri. Kalau kamu sudah menikah, ibuk sudah tidak berhak atas kamu, yang lebih berhak adalah suami mu, jadi kamu harus nurut kata suami. Jadi nggak selamnya kamu akan terus di dekat ibuk, apa lagi kalau besok suami mu jauh."


" Itu masih lama buk, jangan dibahas dulu bikin sedih tau nggak."


" Iya iya, ya sudah istirahat yang cukup. Biar besok nggak ngantuk."


" Iya ibuk. Aku istirahat dulu ya buk, assalamu'alaikum."


" Iya nduk. Wa'alaikumsalam."


Setelah panggilan berakhir. Entah kenapa aku kepikiran mas Afif. Aku memberanikan diri mengirim pesan. Sebenarnya aku nggak tau apakah nomor ponselnya masih aktif apa tidak.


📨Aku


Assalamu'alaikum mas.


Hay apa kabar? semoga sehat dan bahagia selalu ya mas. Oh iya besok aku pulang kerumahnya embah. Mas dimana sekarang?


Kenapa masih menghubunginya?


Apa dalam waktu selama ini, belum bisa melupakannya?


Jawabannya adalah:

__ADS_1


Karena jujur aku masih belum menyerah sepenuhnya. Akan pulang kembali ke rumah simbah, memberiku harapan besar lagi. Bahwa mungkin aku bisa bertemu dirinya kalau aku kembali ke sana lagi.


Selama nyawa masih didalam raga. Maka selama itulah aku tidak akan pernah bisa melupakan dirinya.


Tring, ting, ting!


Dering panggilan masuk membuyarkan lamunanku. Begitu kagetnya aku saat kulihat nama siapa yang tertera di layar ponsel ku.


" Assalamu'alaikum dek."


" Wa'alaikumsalam."


" Apa kabarnya dek? kemana aja kok lagi nongol?


Lah bukanya kamu mas yang sudah membuang ku. Saat kamu sudah dengan yang lain, mana sanggup aku terus berada di sisimu. Itu akan membuatku selalu cemburu dan itu pasti akan tambah menyiksaku.Tapi aku tidak akan membahas hal itu lagi mas. Itu biarlah berlalu.


" Kabar baik mas. Mas sendiri apa kabar?"


" Baik juga dek. Katanya mau pulang? kapan berangkat? "


" Besok mas. Apa nanti kita bisa ketemu di sana, ditempat kita biasa bertemu?"


" Yah nunggu mas pulang dulu ya dek. Mungkin lebaran mas pulang."


" Baiklah. Akan aku tunggu."


" Besok hati - hati ya. Ya sudah assalamu'alaikum."


" Wa'alaikumsalam. "


Sekian lama tidak berkomunikasi, kenapa kamu terasa asing mas? Aku tidak bisa merasakan kehangatan seperti yang dulu lagi.


Aku seperti sudah tidak mengenalmu lagi.


****


Pagi ini aku sudah duduk manis didalam kereta.


Menikmati pemandangan yang ada disepanjang perjalanan.


Sesekali aku tertidur, berharap saat bangun sudah hampir sampai. Perjalanan jauh itu menyebalkan bagiku. Makanya sering


kali aku memilih tidur agar tidak terasa lama.


Rasa sudah tidak sabar, ingin segera sampai tujuan.


Rasa bahagia menyelimuti perjalanan pulang ku kali ini.


Setelah sampai di stasiun pemberhentian tujuanku, aku segera turun dari kereta.


Aku menengok kanan kiri mencari keberadaan mbak Yani, melihat setiap orang dengan teliti, berharap segera melihat orang yang sedang aku cari.


Saat dia melambaikan tangannya barulah aku melihat nya. Aku segera berlari dan memeluknya dengan rasa haru dan bahagia.


🙏🙏🙏🙏🙏🙏🙏🙏🙏🙏🙏🙏🙏🙏🙏🙏


Terimakasih untuk yang sudah membaca sampai bab ini. Terimakasih juga untuk dukungannya. 😍


Jangan lupa like di setiap bab nya ya. 😘


Salam sayang selalu.

__ADS_1


__ADS_2