
**Diantar ke tempat kerja**
Setelah sholat subuh.
Jalan - jalan aja ah, udah lama juga nggak jalan pagi. Tapi nggak ada temen, ah sambil nelpon mas Nirwan aja suruh nemenin, hehehe.
Aku mengambil ponsel, sambil berjalan keluar rumah aku menghubungi mas Nirwan. Karena masih terlalu pagi dan pasti mas Nirwan belum bangun juga, aku menelpon beberapa kali tidak ada jawaban.
" Assalamualaikum mas. Kok lama banget sih angkatnya?"
" Waalaikum salam, oh kamu to dek tak kirain siapa, ya ini baru jam berapa sih dek? ada apa jam segini nelpon?"
" Hehehe nggak ada apa - apa. Bangun udah pagi ini mas."
" Bangun jam segini mau ngapain pesek? ini masih pagi banget."
" Ya jalan - jalan pagi atau olah raga yang lain gitu mas."
" Masih ngantuk pesek."
" Ye pesek, pesek mulu, emang aku pesek mas?"
" Lha emang ada yang bilang kalau kamu mancung?"
" Nggak ada sih mas, hehehe."
" Nah kan, berarti kamu pesek."
" Iyain aja lah biar cepet, hehehe."
" Ada apa sih sek jam segini nelpon?"
" Temenin ngobrol lah. Habis kalau ketemu mas diem aja. Kalau di telpon bawel, enak buat temen ngobrol. Hahaha."
" Perasaan aku sama aja. Ini masih pagi banget loh sek, nggak balik tidur aja? balik tidur yok, masih dingin."
" Ogah, orang aku udah dijalan kok."
" Ha? mau kemana?"
" Jalan - jalan pagi mas, lama nggak jalan pagi."
" Jadi jam segini heboh nelpon cuma disuruh nemenin orang jalan - jalan?"
" Iya hehehe, habisnya aku nggak ada temen."
" Duh sek, ada - ada aja kamu."
" Sekali - kali bangun pagi lah mas."
" Aku semalem jam 2 baru tidur sek, masih ngantuk banget ini."
" Ah mas Nirwan nggak asik ah."
" Ya udah aku temenin bentar ya. Kamu balik kerja kapan?"
" Nanti sore mungkin."
" Sama siapa?"
" Sama mbak Yani lah."
" Nanti sore sama aku aja, biar aku yang antar."
" Makasih mas, gak usah lah, nanti malah ngrepotin."
" Nggak lah dek, mau ya?"
" Em gimana ya,"
" Jangan takut, pasti tak antar sampai tujuan dengan selamat."
" Ya coba deh mas, nanti tak kabarin lagi."
Aku takut sih mas, kan kita baru kenal. Ya liat nanti deh aku tanya mbak Yani dulu gimana baiknya.
" Perut kamu gimana? masih sakit nggak?"
" Udah baikan kok mas, makasih obatnya semalam."
__ADS_1
" Makanya dek jangan kebanyakan minum kopi. Kalau perutnya sakit, obatnya diminum lagi."
" Iya mas, besok dikurangin deh."
" Coba nggak usah minum kopi lagi."
" Di usain ya, hehehe, ya udah aku udah nyampe rumah, mas balik tidur lagi aja. Makasih lo udah ditemenin."
" Iya sek sama - sama. Nanti kabarin ya kalau mau aku antar?"
" Iya mas, ya udah assalamualaikum."
" Waalaikum salam."
Aku langsung ke dapur membantu simbah memasak, dan membersihkan rumah.
***
Siang nya, saat aku rebahan di depan TV baru ingat kalau aku lupa belum tanya ke mbak Yani soal tawaran mas Nirwan.
Hampir lupa kan belum tanya mbak Yan. Duh kok ya pikun banget sih sekarang. Belum juga tua, apa lagi besok kalau udah tua coba. Hem.
Langsung telpon mbak Yani aja lah. Kelamaan kalau cuma di chat, pasti lama balasnya."
" Halo assalamualaikum Yu, ada apa?"
" Waalaikum salam mbak, sibuk nggak? aku mau cerita nih."
" Nggak kok, ya udah cerita aja, ada apa?"
Lalu aku menceritakan kejadian tadi malam, dan tawaran mas Nirwan tadi pagi.
" Gimana ya mbak aku bingung. Aku masih takut juga kan baru kenal, tapi kayaknya dia baik."
" Aku juga nggak tau, sepertinya juga baik, ikutin kata hatimu aja lah. Kalau kamu mau diantar dia ya nggak papa, nanti kalau ada apa - apa hubungin aku."
" Oke mbak. Makasih ya, assalamualaikum."
" Iya waalaikum salam."
Semakin kesini mas Nirwan semakin menunjukkan perhatian nya, aku sedikit demi sedikit mulai tertarik dengan nya. Mungkin karena aku haus perhatian, jadi perhatian yang dia berikan berhasil menarik perhatianku.
Telpon mas Nirwan dulu ah, jadi nganterin nggak.
" Halo dek, ada apa?"
" Assalamualaikum,"
" Oh iya lupa, hehehe. Waalaikumsalam."
" Jadi anterin balik kerja nggak?"
" Emang kamu mau sek?"
" Iya, tapi anterin sampai tujuan loh, jangan diturunin di pinggir jalan."
" Aku nggak sejahat itu sek. Ya udah kita berangkat sekarang yuk?"
" Ini masih siang mas,"
" Aku mau ajak kamu ke suatu tempat dulu, ya udah kamu siap - siap dulu nanti aku jemput."
" Mau mampir kemana emang? bukan tempat yang aneh - aneh kan? aman kan?"
" Iya sek aman, tenang aja."
" Oke lah, ya udah aku siap - siap dulu. Assalamualaikum."
" Waalaikumsalam."
Aku pun langsung bergegas mandi terus berkemas, biar kalau mas Nirwan sudah nyampai tinggal berangkat saja.
Mau ngajak mampir kemana sih, jadi penasaran aku.
Saat aku sudah selesai berkemas, mas Nirwan sudah datang.
Pas sekali, sudah selesai, tinggal pamit simbah lalu berangkat.
Mas Nirwan juga cowok yang sopan saat akan mengantar ku dia juga izin dan pamit sama simbah.
__ADS_1
" Kita mau kemana sih mas?" aku memulai obrolan.
" Ke suatu tempat sek."
" Ih bikin penasaran saja,"
" Cuma ketempat kerja ku kok."
" Oh, emang tempat mas kerja dimana?"
" Di Jogja juga."
" Oh."
" Cuma mampir bentar kok."
" Iya nggak papa."
***
Sampailah kita di tempat tujuan mas Nirwan.
Warung lesehan sederhana tapi rapi nan cantik dan juga rame pengunjung. Desain tempatnya kekinian cocok buat nongkrong anak - anak muda jaman sekarang.
" Kita mau ngapain kesini?"
" Makan lah sek, kan kamu belum makan?"
" Ini tempat kerja nya mas Nirwan?"
" Iya, masuk yuk."
" Ih nggak mau ah, rame malu."
" Ya udah ayok tak cariin tempat yang nggak banyak orang."
Aku pun di gandeng mas Nirwan di ajak ke belakang warung lesehan. Ada tempat duduk di sana mungkin tempat buat istirahat para karyawan di sini.
" Tunggu bentar disini aku pesan dulu, kamu mau makan apa sek?"
" Terserah mas, aku apa aja suka kok mas."
" Oke.Tunggu bentar."
" Iya."
Setelah menunggu lama, datanglah Adi membawa nampan berisi makanan dan minuman.
" Eh Ayu ternyata, tak kiran cewek mana yang di bawa Irwan kesini. Nggak tau nya kamu."
" Hehehe, kamu kerja disini juga?"
" Iya, "
" Eh mas Nirwan nya kemana? kok kamu yang antar makanannya?"
" Ada tuh, lagi mandi, bentar lagi juga selesai. Cie udah jadi pacarnya pak bos ya? kapan jadian?"
" Ha pak bos? pak bos siapa sih Di?"
" Bos Irwan lah. Emang kamu nggak di kasih tau ya?"
" Di kasih tau apa?"
" Kalau Irwan yang punya lesehan ini?"
" Ha apa iya? serius kamu?"
" Iya, dia belum cerita ya?
" Belum."
" Ya mungkin karena belum aja."
" Ya udah, silahkan dinikmati pesanannya, aku mau kerja dulu, masih banyak pembeli."
" Oke, makasih ya."
" Sama - sama."
__ADS_1
Ini aman kan ya, mas Nirwan nggak bakal kasih aneh - aneh ke makanannya, k**aya di novel sama di komik?