
Kenyataan
" Belum tau nduk. Sebenernya ibuk juga kangen sama kamu. Setiap habis bermimpi tentang kamu, pasti ibuk langsung terbangun. Jaga diri baik - baik di sana ya nduk?"
Aku sudah menyangka buk, kepergian mu tidak sesederhana itu.
Entah sampai kapan kamu akan meninggalkan aku.
Jujur aku sangat kecewa, karena dengan polosnya aku selalu berusaha berbaik sangka bahwa dirimu akan secepatnya kembali.
Tapi kenyataan nya berkata lain.
Menelan kembali pahitnya kehidupan ini, aku rasa aku sudah terbiasa.
" Iya buk ibuk juga, jaga diri baik - baik. Aku kangen banget sama ibuk. Oh ya bapak gimana buk? seandainya bapak belum bisa menghargai ibuk, sebaiknya ibuk pulang saja, untuk apa ibuk bertahan saat ibuk sudah tidak dihiraukan."
" Untuk saat ini belum saat nya kamu mengerti, ada saat nanti kamu pasti akan bisa memahami."
Ibuk sudah menceritakan pada ku, sesampainya di Lampung, ternyata selingkuhan bapak sudah di pulangkan ke Jogja.
Karena bude ku tidak suka dengan tingkah bapak, akhirnya bapak di paksa bude untuk memulangkan selingkuhannya.
Sesampainya ibuk di sana, masih tergambar jelas kesedihan bapak, karena harus berpisah dengan perempuan itu. Sikap bapak pun sangat dingin ke ibuk. Mertua ibuk pun juga begitu. Kedatangan ibuk disambut dengan berbagai cacian, kehadiran ibuk sangat tidak di harapkan mereka.
Ntah lah apa maksud ibuk menyusul bapak ke sana. Mungkin sebenarnya ibuk sudah tau, kalau akan jadi begini. Tapi tetap ibuk menyusul ke sana.
Yang membuat aku semakin terkejut adalah bahwa bapak sudah mengubah indentitas statusnya menjadi lajang, dan rencana nya bapak akan membawa wanita itu ke Kalimantan mereka akan menikah di sana.
__ADS_1
Sungguh aku tak menyangka bahwa bapak akan melakukan hal gila sejauh ini.
Buk, apa alasan mu sebenarnya menyusul bapak ke sana?
Apa alasan ibuk tetap bertahan, saat kehadiran ibuk saja tidak pernah diharapkan?
Apa alasan ibuk tetap mempertahankan hubungan, saat jelas-jelas kedatangan mu saja sudah disambut dengan cacian serta hinaan?
Jujur sebenarnya aku nggak rela ibuk ke sana. Aku khawatir dengan ibuk. Di sana, ibuk tidak punya siapa - siapa, kalau bapak bersikap tidak baik ke ibuk, siapa yang akan membelanya. Anak mana yang rela melihat ibunya teraniaya.
" Nduk ibuk mau kasih kabar ke kamu, kalau ibuk hamil, bapak ingin anak laki - laki. Kalau bisa harus laki - laki. Seandainya anak ibuk nanti perempuan, mau tidak mau ibuk harus setuju bapak akan menikah dengan wanita lain. Jika anak ibuk nanti laki - laki maka bapak mau mempertahankan rumah tangga ini. Doakan ya nduk nanti janin ibuk ini laki - laki. "
Ini gila sih. Bagaimana bisa ibuk cepat hamil, katanya lagi perang dingin. Kok bisa hamil? apa mungkin kalau siang perang dingin tapi pas malam nya jadi perang di ranjang. Wah sungguh bapak ku itu, luar biasa.
" Bapak itu sehat nggak sih buk? itu semua kehendak Tuhan. Aku tidak habis pikir dengan tingkah bapak. Kita bukan tuhan buk ,yang bisa mengubah jenis kelamin seseorang sesuai dengan apa yang kita inginkan. Itu mungkin cuma alasan bapak saja buk, cuma mencari celah bagaimana dia bisa menikahi wanita selingkuhannya itu,"
" Semoga ya buk, apa pun nanti hasil nya, itu adalah hal yang terbaik yang Tuhan berikan. Aku yakin kita bisa bahagia tanpa bapak,
Ibuk harus kuat ya? nanti kalau aku sudah lulus aku akan menyusul ibuk. "
" Ya nduk apa pun nanti hasilnya itu sudah pasti yang terbaik kita, Tuhan lebih tau mana yang terbaik buat kita, tapi untuk saat ini ibuk masih akan tetap berusaha dan berdoa."
" Iya buk, aku juga akan selalu berdoa semoga Tuhan mengabulkan apa yang ibuk inginkan."
" Ya udah nduk, cepetan makan pasti kamu belum makan kan? "
" Iya buk. Ibuk juga jaga kesehatan ya? semoga adek di perut ibuk juga sehat. Aku bahagia mendengar kabar ini buk. Ya sudah dulu ya buk, assalamualaikum."
__ADS_1
" Iya nduk, Wa'alaikum salam. "
Bapak ternyata masih belum menyerah, masih mencari celah agar bisa menikahi wanita itu. Aku jadi penasaran seperti apa wanita itu, sampai bisa membuat bapak segila ini.
Aku masih memikirkan perkataan ibuk tadi. Bagaimana bisa agar anak ibuk laki - laki. Aku hanya bisa berdoa, semoga saja semuanya berjalan seperti yang diinginkan ibuk. Jika tidak, mungkin memang Tuhan menginginkan menguji kita untuk menjadi lebih baik lagi. Aku percaya dengan apa yang Tuhan pilihkan.
Aku segera bergegas menyegarkan diri, agar tidak terlalu memikirkan hal ini. Ini membuatku semakin pusing saja. Ada aja tingkah bapak yang membuatku kecewa.
Hari demi ku lalui dengan kesepian yang luar biasa. Merindukan kehadiran sosok ibuk yang terus menyiksa ku. Karena tidak ada yang memperhatikan ku, bahkan penampilan ku sekarang pun sangat kacau dan acak - acak kan. Karena malas mengurus diri. Dulu saat masih ada ibuk selalu dia lah yang mengingatkan dan memperhatikan penampilanku, tapi semenjak kepergian ibuk sebagian semangat ku hilang. Untuk sekedar mengurus diri pun aku sangat malas.
Sebelum tidur aku hanya bisa menangis, agar sakit di dada ini berkurang. Saat rindu terus menyayat ku, air mata lah yang berbicara, tanda bahwa kesakitan yang aku rasakan begitu luar biasa.
Aku masih sangat membutuhkan sosok nya, untuk merawat dan mengurusku. Aku merindukan bawelnya, perhatian nya, pelukan hangatnya.
Tapi untung masih ada yang perhatian kepadaku, yang selalu mengkhawatirkan keadaan ku. Yah dia salah satu orang yang tau, bagaimana manja dan tergantung nya aku sama ibuk, jadi mungkin kurang lebih dia tau apa yang aku rasakan sekarang. Terkadang mas Afif yang menelpon ku, menemani ku ngobrol hingga aku tertidur.
Lusa remaja di desaku mengadakan acara mendaki gunung dan mereka mengajak aku untuk ikut serta. Karena emang aku tidak ada acara, dan buat mengisi waktu libur ku, aku pun menerima ajakan itu.
Selain itu juga agar pikiran aku bisa fresh, mungkin setelah menghirup udara di pegunungan bisa membuatku lebih tenang lagi.
Yah kesempatan bagus untuk ku, untuk tau dunia luar, karena selama ini memang aku nggak pernah tau dunia luar.
Hitung - hitung ini juga buat liburan kan. Selama ini sudah di balut dengan berbagai masalah dan kesedihan membuatku stres.
Semoga dengan berbaur bersama teman dan bisa menghirup udara di luar bisa membuat pikiranku lebih tenang dan hatiku pun tidak bersedih terus menerus.
Di gunung pasti pemandangan nya bagus, bisa sekalian memanjakan mata.
__ADS_1