Kesalahan & Keegoisan Dibalik Kebahagiaan

Kesalahan & Keegoisan Dibalik Kebahagiaan
Bab 39


__ADS_3

 


Awal yang baru


 


Sudah lewat beberapa minggu sejak kejadian menyakitkan itu, sekarang perasaanku sudah membaik. Tapi aku belum menghubungi mas Afif lagi. Bukan karena masih kecewa, tapi menunggu waktu yang tepat. Jujur aku sudah mulai mengikhlaskannya.


Setelah selesai makan siang dengan bu bos. Seperti biasa aku membereskan piring dan menaruhnya di dapur.


" Mbak ponselmu bunyi. Ada telpon. "


Teriak si bos, karena memang aku sedang di dapur.


" Iya nda sebentar. "


Aku bergegas mengambil ponselku.


" Halo assalamualaikum, "


" Waalaikumsalam, ada apa bang? "


" Nanti malam ke kota yok, jalan - jalan. "


" Abang berani ndak izin sama bunda? kalo bunda bolehin sih, aku mau aja."


" Ya sudah nanti malam aku yang izin ya?"


" Oke bang."


" Ya sudah assalamualaikum, "


" Waalaikum salam. "


Setelah meletakkan ponsel, aku duduk di lantai di samping bos yang sedang memberikan asi si dedek.


" Om Rian ya mbak? "


" Iya nda ,"


" Ciyee sekarang manggilnya sudah abang, "


" Nda, udah deh jangan mulai ngeledek deh."


" Hehehe, ngapain nelpon? cuma sampingan pake nelpon segala, langsung nyamperin kan bisa, duh anak muda."


" Dia ngajak jalan nda. Mungkin dia tau nda di rumah jadi malu mau kesini. "


" Kemajuan nih. Mau malam mingguan ya. Duh aku jadi iri. "


" Aku aja malah nggak ingat nda kalo malam ini malam minggu. Pas dong berarti jalan - jalan kaya orang pacaran. Hahahaha. Nanti malam dia mau izin kalo nda ngebolehin. "


" Kalian pacaran pun boleh kok. Hahahaha.


Boleh jalan aja asal jangan malem - malem pulang nya. "


" Bisa ae si nda.Ya nanti malem nda lah yang bilang gitu sama tukang ojek nya, hahahaha. "


" Ih tukang ojek katanya. Kayaknya om Rian suka deh sama mbak ? "

__ADS_1


" Tau dari mana nda ? "


" Dari gelagat dia sudah ketauan kali mbak. Mbaknya aja yang nggak peka. "


" Mungkin karena aku belum bisa buka hati nda. Aku nggak terlalu memperhatikan. "


" Ya coba lah buka hati, siapa tau jodoh. "


" Liat nanti lah nda. Aku masih takut memulai hubungan baru lagi. "


" Iya mbak. Pelan - pelan saja. Pasti nanti mbak bisa buka hati lagi. Om Rian juga orang nya baik kok mbak. Nggak neko - neko. Dia sudah kerja lama disini, jadi aku tau. "


" Iya sih nda. Dia memang baik. "


" Yah semoga nanti malam bisa jadian. Hahahaha, ".


" Apaan sih nda, ini sudah jam balik kantor loh. "


" Ya sudah aku berangkat. Nitip dedek ya mbak. "


" Siap bu bos. "


Apa aku coba buka hati lagi aja ya. Tapi aku takut, aku juga masih mencintai mas Afif gimana mau buka hati buat yang lain coba. Kalau nggak coba buka hati, mau sampai kapan begini juga, nggak mungkin kan selamanya aku tersiksa karena rasa ku ke dia.


Mungkin memang benar apa kata nda. Aku harus pelan - pelan buka hati. Biar nggak selamanya terjebak dalam cinta tak terbalas ini.


Malam ini aku libur nggak belajar bareng bang Rafid. Kalau malam minggu libur katanya, karena nggak sekolah juga. Aku jadi bisa santai.


Oh iya, malam ini kan abang ngajak jalan jadi nggak ya? abang kok nggak ngasih kabar jadi apa enggaknya. Apa jangan - jangan malah sudah minta izin ya.


Dan benar saja saat aku lagi di dapur. Ternyata bang Rian minta izin sama pak bos dan bunda.


" Assalamu'alaikum,"


" Waalaikumsalam bang,"


" Cepat ganti baju dek, abang tunggu di luar. "


" Mau kemana emang bang? "


" Mau jalan katanya."


" Emang abang sudah izin ? "


" Sudah dong."


" Bohong, emang kapan? kok aku nggak tau ?"


" Tadi, cepat ya abang tunggu diluar. Keburu malam dek nanti baru jalan sebentar sudah malam, "


" Iya sabar bentar. Abang sih nggak bilang dari tadi. Ya sudah tunggu sebentar. "


Aku memakai celana jeans panjang, pakai kaos lengan panjang. Hijab warna hitam senada dengan warna baju. Penampilan sederhana yang nyaman bagiku sederhana dan tidak berlebihan, aku pun tidak dandan hanya mengoles lipstik di bibirku agar kelihatan fresh.


" Nda aku berangkat ya, "


" Iya mbak hati - hati. Jangan pulang malam - malam. "


" iya nda nanti pulang pagi, Hahaha. "

__ADS_1


" Nanti supir mu yang tak suruh tanggung jawab. Hehehe. "


" Canda nda, nanti pulangnya diusahain cepat, hehehe ya udah aku berangkat ya nda, assalamualaikum. "


" Iya mbak hati - hati, waalaikumsalam. "


" Eh bilangin om Rian bawa motornya pelan - pelan aja, biasanya malam minggu gini jalanan ramai banget. "


" Siap bu bos. "


Saat aku membuka pintu, ternyata bang Rian masih setia menungguku di teras. Dengan pakaian santainya yang menurutku sangat manis di pakainya. Pemandangan indah di depan pintu.


Duh si abang ganteng banget sih malam ini. batinku.


" Maaf bang nunggu lama ya? "


" Nggak kok dek. Eh kamu cantik banget deh malam ini. "


" Emang biasanya nggak cantik ya bang ? "


" Ya cantik, tapi biasanya kan cuma pakai baju tidur. Abang baru lihat ini adek pake baju kaya gini. Cantik, "


" Ah masak sih, hehehe, makasih bang. Ya udah berangkat yok. "


" Baik tuan putri. Pegangan yang erat ya biar nggak jatuh. "


" Ih maunya. "


" Biar nggak jatuh dek. Takut kamu kenapa -napa, nanti kalau jatuh abang kena omel juga sama bos mu, dikira abang nggak jagain."


" Iya abang. Bawel ih."


" Demi kamu, abang belajar bawel."


" Iya ya, kayaknya kemarin - kemarin pas belum kenal abang, abang pendiam geh, kok sekarang bawel ya? "


" Kan tadi abang sudah bilang, demi kamu. Berarti gara - gara kamu. Hahaha."


" Kenapa jadi aku sih?"


" Ya jadi suruh siapa dong, kan yang dekat sama abang cuma adek."


" Nggak percaya."


" Nggak percaya ya sudah, tanya aja sama kak Lili."


" Kenapa nggak deket sama banyak cewe? "


" Abang sulit beradaptasi dengan orang baru dek. Nggak PD juga dekat sama cewe."


" Tapi kok kalau sama aku beda ya, abang tuh kaya orang yang berbeda tau nggak. "


" Ya sebenarnya memang begini dek. kemarin pendiem karena adek belum kenal abang aja."


" Bisa jadi sih."


Begitulah obrolan yang menemani kita di sepanjang jalan. Selain agar tidak jenuh selama perjalanan juga karena aku ingin mengenal abang lebih jauh lagi. Yah seperti yang aku tau waktu pertama lihat abang kesan ku adalah dia orang yang pendiam, sopan, nggak neko - neko.


Tapi ternyata saat sudah kenal abang nggak pendiam kok, dia bawel, tapi tetap baik, perhatian, ganteng juga. Hehehehe.

__ADS_1


Selama kenal sama abang aku nyaman dibuatnya. Entah karena apa, mungkin karena perhatiannya. Perhatian yang selama ini sudah jarang ku dapatkan. Jadi aku merasa nyaman diperhatiin. Cewek mana sih yang nggak suka di perhatiin.


__ADS_2