Kesalahan & Keegoisan Dibalik Kebahagiaan

Kesalahan & Keegoisan Dibalik Kebahagiaan
Ekstra part 9


__ADS_3

Aku terbangun karena perutku terasa sangat sakit, baru pertama kalinya aku merasakan perut sesakit ini.


Aku pergi ke kamar mandi untuk buang air kecil. Aku sangat senang saat ku lihat cd terdapat noda bercak darah.


Akhirnya, aku nggak jadi hamil.


Yah perasaan ku sangat lega, aku juga senang, tetapi sakit perut yang kurasakan ini benar - benar sakit, pinggangku juga terasa sakit.


Aku kembali ke kamar, sampai aku merubah posisi tidur ku beberapa kali untuk mencari posisi ternyaman. Agar perutku juga membaik.


Tapi tetap saja perut ku sangat sakit.


Ini mas Nirwan kok nggak kesini sih? apa di depan lagi rame?


Aku mau nyamperin mas Nirwan ke depan, tetapi ternyata mas Nirwan sudah di depan pintu.


" Mau kemana sek?"


" Mau cari kamu mas."


" Lho kok keringetan begitu, pucat lagi tuh bibir mu." Tanya mas Nirwan panik.


" Perutku sakit banget mas." Jawab ku sambil menangis.


Karena memang perutku sakit banget, baru kali ini aku datang bulan sesakit ini.


" Ya udah yuk ke dokter saja."


" Nggak mau. Belikan obat di apotik saja, sama pembalut."


" Pembalut apa sek?"


" Yah pembalut, aku datang bulan mas."


" Emang kalau datang bulan biasanya sakit begini ya?"


" Nggak juga, biasanya nggak sesakit ini."


" Ya udah aku suruh Adi dulu ke apotik."


" Nggak boleh, harus mas yang beli."


" lha kenapa?"


" Ya aku malu lah mas, pokoknya harus kamu yang beli, cepetan nanti keburu kasur kamu merah semua."


" Iya, iya. Obat nya namanya apa?"


" Aku juga nggak tau, tanya saja sama petugas apotik nya."


" Oke, tunggu sebentar ya."


Segera setelah mas Nirwan dari apotik, aku menenggak obatnya, lalu ke ke kamar untuk membersihkan diri.


Hari sudah menjelang malam, mas Nirwan mengajak ku untuk makan.


" Mau makan apa sek?"


" Bakso mas."


" Nggak, tadi siang udah bakso, malam ini harus nasi."


" Iya deh iya."


" Mau lauk apa?"


" Ayam goreng aja."


Selesai makan malam aku berbaring lagi di kamar ditemani mas Nirwan.

__ADS_1


" Mas elus - elus lagi perutku, sebelah sini."


" Masih sakit sek?"


" Masih tapi sudah tidak sesakit tadi mas."


" Ya aku elus - elus tapi terus tidur ya, siapa tau besok paginya sembuh."


" Em, aku seneng banget mas, nggak jadi hamil. Hehehehe."


" Iya."


" Kok mukanya gitu? nggak seneng ya kalau aku nggak jadi hamil? apa mas maunya aku hamil sekarang?"


" Nggak gitu sek, aku juga lega kamu nggak jadi hamil sekarang."


" Tapi kok mukanya sedih gitu, katanya lega."


" Ya aku lega kamu nggak hamil, tapi aku juga sedih karena kamu datang bulan."


" Lah, kok bisa gitu."


" Kan kita lama nggak ketemu, padahal aku kangen banget main sama kamu. Padahal tadi rencananya kalau kamu sembuh mau hajar kamu sampai kamu lemes."


" Astaga mas Nirwan. Kayak nya dulu awal kenal nggak mesum gini. Kok sekarang jadi mesumnya nggak ketulungan. Kamu sebenarnya sayang sama aku, apa cuma mau manfaatin aku?"


" Ya aku cuma berusaha jujur sek, nggak munafik, mau jadi diri sendiri yang apa adanya. Aku nggak mau pura - pura baik jadi seperti orang lain agar kamu suka. Ya aku sayang sama kamu, kalau nggak sayang kan nggak mungkin sekarang kita bareng gini. Nggak ada niat manfaatin kamu, kan kamu pacarku jadi ya nggak papa mesumnya sama kamu, dari pada sama orang lain."


" Tapi sebenarnya hal itu belum boleh kita lakukan mas, kan kita belum nikah. Kita ini buat dosa mulu sering berzina, itu membuatku takut, membuatku dihantui rasa bersalah. Makanya cepat dong nikahin aku, biar yang kita lakukan sekarang ini dosa tapi kalau kita nikah jadi pahala."


" Ya kan mas lagi usaha sek."


" Tapi aku maunya secepatnya mas."


" Nggak semudah itu sek."


" Kalau niat ya bisa. Itu alasan mas aja."


" Iya, jangan ditinggal kalau aku belum tidur, aku takut disini sendiri."


" Iya sek."


Mungkin karena efek obat yang aku minum, atau memang mungkin karena kenyang menjadi mengantuk, dan sudah lega juga karena nggak jadi hamil, di tambah lagi elusan tangan mas Nirwan di perutku yang sakit, itu nyaman sekali, membuatku langsung terlelap.


Tidurku terusik kala tangan dingin mas Nirwan meraba - raba tubuhku.


" Apa an sih mas, dingin tangan mu."


" Makanya aku cari yang anget sek. Udah kamu tidur aja."


" Ya gimana mau tidur kalau tangan nya mas kemana - mana."


" Mas pengen sek, apa lagi dingin gini, tapi nggak bisa."


" Ya udah sana tidur aja sama Adi."


" Nggak mau, maunya sama kamu."


" Makanya tahan, jangan pikirannya mesum mulu."


" Boleh main bentar nggak sek?"


" Nggak bisa mas, kan lagi datang bulan."


" Iya tau. Tapi kan bisa main ini." sambil tangan mas Nirwan meraba dada ku.


" Ngantuk aku mas."


" Ya udah kamu tidur aja. Boleh ya sek?"

__ADS_1


" Hem."


" Ya miring sini."


Mas Nirwan membuka satu persatu kancing baju ku.


Aku masih sangat mengantuk. Aku membiarkan dia berulah semaunya.


Saat tangan mas Nirwan yang bermain di sana aku masih bisa tahan.


Tapi saat mas Nirwan menghisapnya, desahan ku lolos tidak bisa aku tahan.


Yah disitu memang area sensitif ku, dan aku paling nggak bisa nahan kalau mas Nirwan sudah bermain disitu.


" Emhh masss."


" Iya sayang kenapa?"


Mas Nirwan ini paling bisa merangsang tubuhku, aku yang tidak tahan kalau terus - terusan begini.


" Jangan digituin."


" Kenapa? bukannya kamu paling suka diginiin. cie nggak tahan ya?"


Udah tau pake nanya lagi, aku malu lah kalau mau jawab iya. Sengaja banget mau jahilin aku.


" Aku nggak bisa tidur mas, kalau mas gituin, katanya tadi suruh istirahat."


" Bentar aja dek,"


" Emhhh."


Aku berusaha menahanya, tapi saat mas Nirwan menghisap nya, desahanku keluar begitu saja.


" emhhhhh mass, sudah tadi katanya sebentar ini sudah lama."


" Belum puas."


" Tapi udah perih."


" Yah udah, mas udahan."


Dia menutupnya kembali walaupun bajuku tidak di kancing kan kembali.


" Mas dingin, peluk."


" Dengan senang hati sayang, maaf ya sudah ganggu tidur nyenyak mu. Sudah di peluk, sekarang tidur lagi ya. Semoga mimpi indah sayang, love you sek."


" Love you to mas."


Mas nirwan mencium keningku, sebelum kita terlelap.


➖➖➖➖➖➖➖➖➖➖➖➖➖➖➖➖


Assalamualaikum,,


Hay, hay ketemu lagi sama aku😄🤗


Bosen nggak? bosen nggak? nggak lah ya🤣😋


Apa kabar kalian? mudah - mudahan sehat selalu ya.


Yang masih setia baca, yang sudah kasih like nya, aaaa makasih banyak🙃🙃 love you😘


Itu bikin tambah semangat nulisnya.


Jaga kesehatan selalu ya.


Salam sayang dari ku.

__ADS_1


Sun dari jauh😚😚🤣🤣🤣🤣🤣🤣🤣🤣🤣🤣🤣🤣😉


__ADS_2