Kesalahan & Keegoisan Dibalik Kebahagiaan

Kesalahan & Keegoisan Dibalik Kebahagiaan
Season 2 ~ Hari pertama kerja


__ADS_3

Hari ini hari pertama aku masuk kerja.


" Mas bangun, aku mau berangkat."


" Jam berapa sek?"


" Udah jam 7."


" Kamu udah sarapan?"


" Udah, aku juga udah masak buat kalian sarapan, Adi lagi ke pasar, aku pake motor sendiri aja nggak usah di antar, mas siap - siap aja buat buka warung nya."


" Oke, kamu hati - hati dijalan ya sek."


" Iya mas, cium dulu."


" Ya sini."


Mas Nirwan mencium pipi, kening dan mengecup kital bibirku, aku pun juga melakukan hal sama, terakhir aku mencium tangan nya.


" Aku berangkat ya mas, assalamualaikum."


" Waalaikumsalam."


Aku berangkat dengan perasaan yang gugup, maklum namanya juga baru hari pertama bekerja.


Sesampainya di butik.


" Assalamualaikum."


" Waalaikumsalam," jawab bu Lidya.


Bu Lidya adalah pemilik butik tersebut. Baju du butik ini merupakan hasil rancangan bu Lidya sendiri.


" Selamat pagi buk."


" Selamat pagi juga Ayu. Duduk dulu sambil menunggu satu orang lagi yang nanti akan menjadi rekan kerja mu. Baru nanti akan saya jelaskan tentang pekerjaan ini."


" Baik buk."


Aku sangat beruntung bisa diterima bekerja di butik nya bu Lidya, kabarnya banyak yang sudah melamar namun butik ini hanya membutuhkan 2 orang, salah satunya aku yang diterima.


" Assalamualaikum,"


Datang seorang gadis cantik nan mungil, mungkin dia yang di maksud bu Lidya.


" Waalaikumsalam." Jawab ku dan Bu Lidya serentak.


" Silahkan duduk Loli dan perkenalkan dirimu dengan rekan kerjamu."


" Baik buk, halo mbak kenalin aku Lolita panggil aku Loli.


" Halo juga Aku Ayu, salam kenal."


" Baiklah karena kalian sudah disini saya akan menjelaskan apa saja yang harus kalian kerjakan."


Aku dan Lolita mendengarkan dengan seksama.


" Bagaimana, apa kah sudah faham? atau ada yang mau ditanyakan?"


" Ada liburnya nggak buk?" tanya Loli.


" Ada dong, liburnya 1 bulan 4 kali, terserah kalian mau ngambil tanggal berapa yang penting liburnya gantian, jadi biar butiknya bisa tetap buka. Ada lagi yang mau ditanyakan?"


" Tidak buk." Jawab ku.


" Baiklah kalau begitu, saya pamit dulu, kalau ada yang mau ditanyakan silahkan hubungi ibuk ya?"


" Baik buk." Jawab kami serentak.


" Ibuk pergi dulu ya, assalamualaikum."


" Waalaikumsalam."


Setelah bu Lidya pergi, aku berbincang dengan Loli untuk mengenal satu sama lain.


" Ternyata aku lebih tua dari mu ya, hehehe."


" Cuma beda 1 tahun dari mbak."


" Iya sih, tapi tetap saja kan lebih tua, eh kamu tinggalnya dimana?" tanya ku.


" Yah lumayan jauh dari sini mbak. 30 menitan lah pake motor. Kalau mbak?"

__ADS_1


" Cuma deket kok, nggak sampai 15 menit. Kapan - kapan mampir ya?"


" Iya mbak, tapi kita kan liburnya nggak bisa barengan."


" Iya juga ya, ah bisa di atur lah itu, kan bisa habis dari sini terus mampir tempat ku bentar."


" Bisa diatur lah mbak kalau itu, hehehe."


Lolita si gadis cantik, berkulit putih, berambut pendek, tubuhnya mungil.


Saat melihat Loli aku jadi teringat sahabatku dulu, mbak Okta. Mereka punya perawakan yang hampir sama, namun Loli berambut pendek.


" Semoga betah ya Lol kamu bekerja dengan ku."


" Betah lah mbak, hahaha. Terus kita makan siangnya gimana mbak?"


" Pesan saja lah, kita makan disini saja, nggak usah keluar."


" Mbak saja ya yang pesan."


" Oke, kamu mau makan apa?"


" Apa aja suka mbak, hehehe."


" Berarti kita sama, doyan makan Lol, tapi kalau aku doyan jajan juga."


" Hahaha sama saja mbak, aku pun begitu."


" Seneng deh ketemu teman yang sama."


" Iya ya mbak, hehehe."


Aku menelpon mas Nirwan untuk memesan makanan.


" Assalamualaikum mas,"


" Waalaikumsalam sek, ada apa? nggak betah ya?"


" Apaan sih mas, kayaknya pengen banget aku nggak betah."


" Nggak sek, ada apa?"


" Kangen kamu mas hehehe."


" Hem, dasar."


" Makan siangnya suruh beli sendiri sek?"


" Iya mas, tapi uangnya dari bu bos."


" Oh, ya bagus kalau begitu. Mau pesan apa?"


" Ayam geprek dua sama es jeruk dua."


" Kok dua ?"


" Ada temanya mas."


" Oke, aku buatin dulu ya."


" Jangan lama - lama."


" Iya sek."


" Ya udah, assalamualaikum."


" Waalaikumsalam."


Menunggu pesanan datang, aku dan Loli melayani pembeli. Ada dua orang pembeli pertama kami hari ini.


" Ah akhirnya laku juga, tapi gerogi banget ya mbak pertama kali ngadepin pembeli?"


" Iya Lol, aku juga gerogi banget, takut salah ngomong atau gimana. Tapi nanti kalau sudah terbiasa pasti nggak."


" Iya mbak, eh kok makanannya belum datang ya?"


" Iya ya, padahal udah dari tadi loh, sebentar ya, coba aku telpon lagi."


Baru aku ingin menghubungi mas Nirwan, ada panggilan masuk dari Adi.


" Halo assalamualaikum."


" Waalaikumsalam, bu bos aku sudah di depan."

__ADS_1


" Oke, aku keluar sekarang."


***


" Lol bentar ya aku tinggal ambil makanannya dulu ke depan ya?"


" Iya mbak."


" Nih, bu bos kenapa nggak bawa bekal tadi. Pake pesan segala."


" Ya kan tadi belum tau. Kok kamu yang antar mas Nirwan mana?"


" Di warung lagi banyak pembeli bos."


" Yah, gitu ya?"


" Kenapa? kecewa ya?"


" Iya, padahal aku kangen, pengen ketemu. Eh tau nya kamu yang anter."


" Lebay banget sih bos, baru juga berapa jam pisah."


" Kamu jomblo mana tau rasanya."


" Kejam banget nyindir nya, sakitnya sampai ke jempol kaki loh. Oh iya ini pesan dua yang satu buat siapa?"


" Buat temen."


" Cewek apa cowok?"


" Cewek lah."


" Wih kenalin dong bos."


" Kenalan aja sendiri, karena aku kasian sama kamu aku bantuin kamu deh, dia cantik loh, tapi ingat jangan panggil aku bos, panggil aja aku mbak."


" Iya bos. Eh iya mbak."


" Ya udah bentar tunggu disini."


" Iya."


" Lol, Loli !!"


" Iya mbak,"


" Tolong dong ambilkan uangnya, belum dibayar nih, aku lupa bawa tadi."


" Iya mbak, sebentar."


" Tuh Di bentar lagi dia keluar, terserah kamu gimana kamu mau mendekatinya, tapi ingat jangan modus, dah aku mau masuk bawa makanannya."


" Oke mbak bos, terimakasih."


" Ingat!"


" Iya mbak."


Aku masuk membawa makanan pesanan ku, Lolita keluar membawa uang untuk membayar pesanannya.


Aku memang belum cerita kalau makanan yang aku pesan itu dari warung makan mas Nirwan suamiku.


" Em baunya enak, pesan apa mbak?"


" Pesan ayam geprek, kamu suka nggak?"


" Suka mbak, suka banget. Oh iya tadi yang nganter makanan itu genit ya mbak?"


" Nggak tuh, memang genit gimana?"


" Masak iya baru pertama ketemu langsung nanyain nomor ponsel, dia minta lagi mbak. Untung ganteng kalau nggak pasti sudah aku timpuk."


" Hahaha, ya mungkin dia naksir sama kamu Lol, pandangan pertama gitu, hehehe."


" Apaan sih mbak."


" Tadi katanya ganteng, siapa tau dia serius."


" Tau lah mbak, kali aja dia cuma modus kan mbak, cowok jaman sekarang tuh banyakan modus, kalau mau diseriusin malah kabur, kan cuma bikin sakit ati mbak, bikin galau."


" Ya kan nggak semua begitu Lol."


" Tapi biasanya kalau yang ganteng begitu mbak. Banyak juga yang naksir pasti."

__ADS_1


" Ya tergantung laki nya gimana, kalau dia lelaki baik - baik pasti dia setia nggak akan tergoda."


" Tapi susah cari yang begitu mbak."


__ADS_2