Kesalahan & Keegoisan Dibalik Kebahagiaan

Kesalahan & Keegoisan Dibalik Kebahagiaan
Bab 16


__ADS_3

Libur sekolah


Tidur nyenyak ku terusik kala mendengar ponsel ku berdering. Aku membuka mata, ku raba-raba di samping bantal untuk mencari keberadaan ponsel ku yang masih terus berbunyi, kulihat jam menunjukan pukul 4 pagi. Ternyata mas Afif yang menelpon.


" Assalamualaikum mas, "


" Waalaikum salam adek, udah jam 4 buruan gih bangun."


" Iya, ini udah bangun. Makasih udah di bangunin mas."


" Masih ngantuk ya?"


" Iya lah, jam segini tuh lagi enak - enaknya tidur mas, masih dingin banget. Mas rajin banget jam segini udah bangun."


" Kan mau ngebangunin adek, kalo gak mas bangunin pasti nggak belajar."


" Iya sih, masih tarik selimut. Hehehe,, makasih loh udah di bangunin, baik banget sih, sampai dibela-belain bangun pagi cuma untuk membangunkan aku."


" Ih Gr nya, orang mas tiap pagi juga bangun nya pagi kok."


" Tau ah nggak romantis banget, di iyakan kek biar aku dapat romantisnya buat semangat belajar nanti. Ini malah di katain Gr, bikin males bangun aja."


" Duh bangun tidur masih ileran udah ngambek aja. Iya deh iya demi kamu, apaan sih yang nggak buat kamu."


" TELAT!! udah terlanjur sebel."


" Eh kalo ngambek cantiknya ilang."


" Belum cantik, orang masih bangun tidur."


" Bisa aja ngelesnya ni anak."


" Bodo amat."


" Ya ampun, ngambek beneran ini ceritanya?


maaf dek tadi mas bercanda. Ini udah siang lo dek, nanti kalo ngambek nya kelamaan nggak jadi belajar. "


" Ya udah, kalau gitu aku belajar dulu."


" Iya dek. Buruan bangun terus belajar, belajar nya mau di temenin apa sendiri? "


" Sendiri aja mas. Nanti kalau ditemenin malah gak bisa konsen. Kalau sambil nelpon malah ngobrol, gak jadi belajar.Tau sendiri kan kalau udah ngobrol jadi lupa segalanya, hahahaha."


" Oke lah dek. Tapi beneran belajar ya? jangan balik tidur lagi. "


" Iya mas ku yang bawel. Ini mah melebihi ibuk bawel nya, hehehe. Tapi tetep aja aku makin sayang.


" Berarti udah nggak ngambek lagi kan?"


" Nggak lah mana bisa aku ngambek sama kamu mas, Iya udah dulu ya assalamualaikum."


" Iya, waalaikum salam."


Setelah ku akhiri panggilan ku. Ternyata mbak Yani juga sudah terbangun. Mungkin dia terusik dengan telpon ku tadi.

__ADS_1


" Udah bangun mbak, berisik ya? maaf jadi ganggu tidur nyenyak nya mbak."


" Nggak kok, emang udah jamnya harus bangun.Ya udah, belajar yuk, terus bikin sarapan. Eh kamu masih puasa nggak Yu?"


" Nggak mbak. Aku puasanya cuma Senin sama Kamis kok. Nanti kalau nggak sempet sarapan, sarapan di kantin aja."


" Ada uang saku? "


" Enggak, hehehe. Mungkin udah di titipin ke embah."


" Besok kita bawa bekal aja deh ya, biar irit uang jajan. Nanti kita bahas sama temen - temen."


" Ide bagus tuh mbak. "


Setelah kita belajar, dilanjutkan dengan rutinitas yang lain. Lanjut sarapan, pagi ini simbah sudah bikin sarapan buat kita.


***


Setelah beberapa hari berperang dengan berbagai pertanyaan yang membuat pusing tujuh keliling, Akhirnya ujian pun berakhir.


Alhamdulillahnya ujian berjalan dengan lancar.


Kalau sudah selesai, plong rasanya tapi masih ada yang mengganjal, yaitu soal nilai.


Masih penasaran dengan hasil akhirnya gimana, memuaskan atau mengecewakan.


Aku berharap nilai ku kali ini tidak mengecewakan lagi.


Walaupun masih dalam tekanan lingkaran berbagi masalah semoga itu tidak mempengaruhi nilai ku nanti.


Semoga seperti apa yang aku harapkan.


***


Tibalah hari pembagian rapor.


Rasa gugup dan penasaran beradu menjadi satu. Ada kekhawatiran yang terus melintas di benak ku.


Setelah buku laporan nilai sudah di tanganku, dengan teliti aku membaca nya.


Alhamdulillah aku naik ke kelas berikut nya dan ya hasil nilai ku lumayan. Aku menduduki peringkat ke 4, setelah Aisyah, mbak Okta dan mbak Yani.


Ada rasa lega luar bisa yang aku rasa.


Yah memang untuk menjadi juara itu hal yang sulit, melampaui si mereka yang berotak encer bukan suatu hal yang mudah.


Ada di titik ini saja aku sudah sangat bersyukur. Akhirnya perjuangan ku tidak mengkhianati usahaku.


Aku bisa memperbaiki nilai, disaat kondisiku yang seperti sekarang.


Setidaknya aku tidak mengecewakan ibuk lagi.


Karena besok sudah libur, seperti biasa kami memutuskan untuk ngobrol dulu sebelum pulang.


" Libur lagi, " kata ku sambil menghela nafas.

__ADS_1


" Iya kan enak, gak belajar terus. Puyeng tau belajar terus. " celetuk Aisyah.


" Tapi kan kalau dirumah kelamaan bosen Syah. Biasanya ada kalian ada temen bercanda, ngobrol, kalau libur hanya dirumah. Aku kesepian," kata ku.


" Kalau nanti sesekali kita kumpul gimana? " usul mbak Okta.


" Begitu juga bagus. Emang kalian gak ada acara liburan? kalau aku mungkin akan ke Jakarta ke tempat mbak ku dan belum tau berapa lama di sana." Kata mbak Yani.


" Belum tau sih. Biasanya ayah suka ngajak piknik dadakan." Kata mbak Okta.


" Iya nanti kita tukeran kabar aja kapan ada waktunya." Kata Aisyah.


" he,em." Kata ku.


Tak bisa ku pungkiri, aku iri dengan mereka, yang bisa menghabiskan waktu liburan dengan kelurga. Bisa ngumpul sama keluarga. Aku juga ingin seperti mereka, tapi takdir memberi ku hal lain.


Semoga akan ada waktu dimana aku bisa berkumpul kembali bersama mereka seperti dulu.


Libur panjang dirumah tidak ada ibuk, nggak bisa pergi liburan juga, kebayang sih nanti gimana kesepiannya aku.


" Pulang yok!! " ajak ku.


" hayuk. Lagian aku juga udah lapar banget, perutku minta segera di isi, hehehe," kata Aisyah.


" Sampai ketemu di kelas baru temen - temen. Aku pasti merindukan kalian." Kata mbak Okta.


" Kita semua pasti rindu. Jangan lupa jaga kesehatan kalian, sering - sering kasih kabar ya," kata mbak Yani.


Kita pun pulang bareng, dan berpisah di depan gang jalan ke rumah mereka masing - masing.


Sesampainya dirumah. Biasa aku langsung ke kamar melakukan rutinitas ku, lalu rebahan.


Aku ingin menelpon ibuk untuk memberitahunya hasil rapor ku. Pasti ibuk sudah menunggu kabar dari ku. Kali ini aku bangga karena setidak nya nilai ku tidak begitu mengecewakan ibuk.


" Halo buk, assalamualaikum,"


" Waalaikum salam nduk."


" Ibuk lagi ngapain?"


" Lagi istirahat tadi habis beberes rumah."


" Ibuk sehat kan?"


" Iya, alhamdulillah ibuk sehat, kamu gimana, sehat juga kan?"


" Sehat buk."


" Gimana naik kelas nggak?" tanya nya antusias.


" Alhamdulillah naik buk, aku peringkat 4 buk. Maaf belum bisa jadi juara buk."


" Kamu naik kelas aja ibuk udah seneng banget, apa lagi peringkat 4 itu udah bikin ibuk bangga sama kamu nduk. Ibuk tau gak mudah ngalahin sahabat - sahabat kamu itu."


" Bener banget buk. Otak mereka emang encer, hehehe. Ibuk kapan pulang? "

__ADS_1


__ADS_2