Kesalahan & Keegoisan Dibalik Kebahagiaan

Kesalahan & Keegoisan Dibalik Kebahagiaan
Bab 21


__ADS_3

Berkemas


Waktu terus berlalu, ku lewati hari - hari ku seperti biasa. Hubungan ku dengan mas Afif juga baik - baik saja dan berjalan dengan semestinya.


Sejauh ini Ibuk masih juga belum kembali. Jika aku rindu, hanya suaranya yang terdengar lewat ponsel sebagai pengobat rasa rindu ku.


Telepon kali ini, ibuk memberi kabar bahwa dirinya sudah melahirkan.


Aku sangat terkejut dan penasaran dibuatnya.


Aku penasaran dengan jenis kelamin adik ku ini. Aku terkejut tiba - tiba ibuk nelpon ternyata dia sudah melahirkan.


Tuhan memang sangat baik kepadaku.


Ternyata Tuhan masih menginginkan keluarga kita bersama. Tuhan masih mengizinkan aku mempunyai keluarga yang lengkap.


Tuhan mengabulkan doa di setiap akhir sujud ku.


Yah aku sangat bahagia. Akhirnya ibuk melahirkan seorang putra.


Kabar ini membuatku sangat lega.


Tapi itu tidak membuat bapak berubah banyak. Bapak masih acuh sama ibuk, masih bersikap dingin sama ibuk.


Jika yang lainya akan sangat perhatian kalau istri habis melahirkan, karena tau perjuangan melahirkan keturunannya itu nyawa taruhannya,


Belum lagi sakit yang luar biasa.


Tapi itu tidak berlaku bagi bapak. Ini hal yang membuat ku semakin tidak tenang memikirkannya.


Bagaimana dengan ibuk?


Lalu siapa yang merawatnya?


Melahirkan itu butuh waktu untuk pulih.


Siapa yang membantunya.


Pertanyaan - pertanyaan itu terus berputar di kepala ku, membuat ku sangat sedih.


Karena aku tidak tenang memikirkan ibuk.

__ADS_1


Kenaikan kelas tahun ini, aku dihadapkan dengan dua pilihan yang membuat ku tambah pusing dan bingung.


Bagaimana tidak, aku harus memilih antara tinggal atau ikut ibuk.


Aku memang sangat merindukan ibuk, aku ingin melihat adik ku juga, belum lagi aku selalu kepikiran dengan keadaan ibuk. Aku mengkhawatirkan ibuk, dia jauh di sana sendirian jauh dari sanak saudara, mana bapak juga nggak ada perhatian nya lagi. Siapa yang menemani ibuk menghadapi sifat bapak yang membuat sakit hati?


Disisi lain aku akan berpisah dengan teman-teman dan meninggalkan mas Afif. Aku akan jauh dari mas Afif, ini yang membuatku sangat berat untuk memilih.Aku juga harus pindah sekolah di sana, itu berarti aku harus beradaptasi dengan lingkungan baru, orang baru.


Akhirnya dengan sangat - sangat berat hati aku harus memilih pilihan ini. Aku memilih untuk menyusul ibuk, itu berarti aku akan meninggalkan simbah, sahabat serta sang pujaan hati


Yah aku memilih ibuk dan harus meninggalkanmu mas. Maafkan aku, aku benar - benar sangat sulit memilih.


Dengan sangat berat hati aku memutuskan pilihan ini. Bukan karena aku tidak mencintai mu, tapi cintaku pada ibuk lebih besar. Kalian adalah orang yang sangat berarti dalam hidupku. Kalian sama - sama penting.


Tapi ibuk lah wanita yang sudah bertaruh nyawa mengantarkan ku melihat dan mengenal dunia. Dia segalanya untuk ku. Dia adalah dunia dan juga kebahagiaan ku.


Kamu adalah laki - laki yang baik, aku yakin pasti kamu mengerti dengan keputusan ku ini mas.


Aku akan di jemput oleh bapak, saat libur kenaikan kelas nanti.


Jauh - jauh hari sebelum bapak datang, aku sudah berkemas. Aku memilih, memilah apa yang harus aku bawa dan yang tidak ku bawa. Disela - sela waktu aku berkemas, pikiranku tidak bisa lepas dari mas Afif. Aku menghubungi mas Afif, mengajak nya bertemu untuk yang terakhir kali.


" Waalaikumsalam dek."


Mendengar suaranya membuat air mata ku luruh tak tertahan kan. Ingin rasanya saat ini aku lari dan memeluknya.


*Ma*s maaf aku harus memilih pilihan ini, memilih meninggal kan mu. Aku memilih pergi. Ini pilihan yang sangat sulit mas, aku harus memilih antara kamu dan ibuk, sebenarnya ini sangat berat untuk ku, kamu yang menemani aku selama ini. Selalu ada untuk ku, menjadi penguat disaat aku berada di titik terberat.


Hingga saat ini, kamulah yang selalu melukis senyum ditengah tangis ku.


Jarak akan memisahkan kita. Kalau rindu aku tidak bisa lagi sesuka hati bertemu denganmu.


Ntah berapa lama kita bisa berjumpa lagi. Aku pasti akan sangat merindukan mu.


" Halo dek? kok diem aja? adek nggak papa kan? jangan bikin mas khawatir dek. "


" Iya mas. Aku nggak papa, maaf ya."


" Adek beneran nggak papa?"


" Iya mas, aku nggak papa,"

__ADS_1


" Pasti adek nangis ya? "


" Nggak kok mas. Tau dari mana kalau aku nangis?"


" Tau lah, apa sih yang nggak aku tau soal kamu dek, pasti kamu sedih kan, kita sama karena hati ku saat ini pun begitu, merasakan apa yang kamu rasakan. "


" Maaf mas. Aku harus mengambil pilihan ini, maaf aku memilih pergi meninggalkan mu, ini pilihan yang sangat sulit mas. Aku memilih ini bukan karena aku nggak mencintai mu, aku hanya nggak mau ninggalin ibuk di sana sendirian, percayalah. Aku sangat mencintaimu mas. "


" Aku tau dek, nggak papa. Aku percaya kok sama adek. Kalau aku jadi kamu mungkin aku juga akan mengambil pilihan yang sama. Itu tandanya adek sangat menyayangi ibuk, wanita itu memang segalanya dek, tidak bisa dibandingkan dengan apa pun. Aku beruntung bisa mengenalmu yang sangat mencintai dan menjunjung tinggi seorang ibu.


Jarak hanya akan memisahkan kita dek, tapi cinta dan hati ku masih tetap ada masih akan tetap mencintai mu di manapun kamu berada. Aku percaya dek, di manapun kita berada kita akan tetap memandang langit yang sama. "


" Tapi aku nggak tau mas kapan kita akan bertemu kembali. "


" Biarlah jarak ini yang akan menguji kesetiaan dan cinta kita dek."


" Ini terlalu menyakitkan mas."


" Memang iya dek, tapi inilah yang harus kita jalani. "


" Mari berjuang sama - sama dek. Anggap ini ujian cinta kita. Sampai waktu yang tuhan tentukan tiba, semoga kita tetap dalam lingkaran masih saling mencinta. "


" Amin mas. Aku ingin melihat mu untuk yang terakhir kalinya sebelum aku pergi. Boleh kah? "


" Tentu dek, aku akan ke rumah mu besok. Bapak sampai disini kapan dek? "


" Lusa kayak nya mas, ibuk belum ngabarin lagi. "


" Owh, emang adek nggak tanya bapak saja? "


" males, hehehe.Ya udah tak lanjut berkemas dulu ya mas, aku tunggu besok dirumah. "


" Iya adek, nanti kalau udah selesai berkemas, terus makan ya. "


" Iya mamas ku, udah ya assalamualaikum. "


" Waalaikumsalam."


Setelah ku akhiri panggilan ku, aku melanjutkan berkemas lagi. Aku sengaja berkemas sekarang agar nanti tidak buru - buru dan agar tidak ada barang yang tertinggal. Cukup banyak barang yang nantinya akan aku bawa.


Terlalu sibuk aku berkemas, sehingga lupa waktu. Hari sudah sore, aku segera menyelesaikan aktifitas ku, agar segera bisa beristirahat. Berkemas kemas seharian sangat lah melelahkan.

__ADS_1


__ADS_2